KH Zulfa Mustofa Luncurkan Empat Kitab di Masjid Sunda Kelapa
Jakarta – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, resmi meluncurkan empat kitab karyanya di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta
Jakarta – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, resmi meluncurkan empat kitab karyanya di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak baru bagi literasi keislaman di Indonesia, khususnya dalam khazanah intelektual Nahdlatul Ulama. Keempat kitab tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu seperti fikih, tasawuf, dan tafsir, yang ditulis dengan pendekatan kontekstual serta mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Rangkaian Acara Peluncuran
Acara yang digelar pada Senin pagi itu dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tawasul kepada para muasis Nahdlatul Ulama. Berikut kronologi singkat peluncuran:
- Pembukaan dan sambutan – Ketua Panitia menyampaikan laporan bahwa peluncuran ini merupakan puncak dari proses penulisan selama lebih dari tiga tahun. Hadir pula Ketua Umum PBNU yang memberikan apresiasi tinggi atas kerja intelektual KH Zulfa Mustofa.
- Launching simbolis – KH Zulfa Mustofa bersama tamu kehormatan menekan tombol digital yang menampilkan sampul keempat kitab secara virtual, disambut tepuk tangan meriah sekitar 500 jamaah yang memadati masjid.
- Kajian kitab singkat – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Kiai Abdul Hamid, mengupas salah satu kitab secara langsung, menunjukkan bahwa karya-karya ini lahir dari tradisi pesantren yang kuat.
- Dialog dan tanya jawab – Sesi interaktif memberi ruang bagi jamaah untuk mendalami latar belakang penulisan dan pesan utama kitab.
- Pembagian kitab gratis – Sebanyak 200 eksemplar diserahkan kepada peserta sebagai wakaf ilmu.
“Menulis adalah jihad intelektual. Saya berharap kitab-kitab ini menjadi suluh bagi generasi muda NU untuk terus menekuni ilmu, tetapi tetap membumi dengan realitas zaman,” ujar KH Zulfa Mustofa dalam sambutannya yang disambut takbir para hadirin.
Empat Karya yang Dirilis
Meski judul persis keempat kitab belum diungkap secara luas, informasi dari panitia menyebutkan bahwa karya-karya tersebut meliputi:
- Kitab fikih ibadah yang mengacu pada mazhab Syafi’i dengan penjelasan argumentatif;
- Kitab tasawuf praktis yang membimbing pembaca menelusuri jalan spiritual tanpa meninggalkan tanggung jawab sosial;
- Kitab tafsir tematik yang mengangkat isu-isu kekinian seperti lingkungan dan keadilan;
- Kitab ulumul hadis sederhana yang menjadi jembatan bagi pemula untuk memahami metodologi periwayatan.
Keempat kitab ini disusun dalam bahasa Indonesia bercampur istilah Arab, sehingga diharapkan dapat diakses oleh santri, mahasiswa, maupun khalayak umum. Beberapa tokoh yang hadir, termasuk akademisi UIN Syarif Hidayatullah, menyebutnya sebagai “kado intelektual bagi Nahdlatul Ulama di usianya yang memasuki satu abad lebih”.
Makna Strategis bagi NU dan Umat
Peluncuran kitab di Masjid Sunda Kelapa bukan sekadar seremoni. Pertama, lokasi masjid yang bersejarah sebagai saksi dakwah kiai-kiai NU di Jakarta memberikan legitimasi tradisi. Kedua, momentum ini mempertegas komitmen PBNU dalam membangun budaya literasi di tengah arus informasi digital yang sering kali miskin subtansi. Menurut Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, kiai-kiai NU harus terlibat dalam produksi pengetahuan, bukan hanya menjadi konsumen teks dari luar.
Selain itu, acara ini dihadiri oleh beragam lapisan masyarakat, mulai dari santri, sarjana, hingga pekerja profesional. Mereka antusias berfoto dengan kitab yang baru diluncurkan. “Baru kali ini saya melihat kitab karya kiai NU dikemas dengan desain modern dan disertai panduan belajar mandiri,” ujar seorang peserta yang juga guru madrasah di Jakarta Timur.
Ke depan, PBNU berencana mendistribusikan kitab ini ke ribuan pesantren dan perpustakaan masjid di seluruh Indonesia. Kerja sama dengan penerbit nasional dan platform digital juga dijajaki agar karya KH Zulfa Mustofa bisa diunduh sebagai e-book. Dengan demikian, pesan-pesan keislaman yang moderat dan berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Comments (0)