Umat Islam Berburu Lailatul Qadar dengan Itikaf di Masjid

KARAWANG — Ribuan umat Islam di berbagai daerah memadati masjid-masjid pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan untuk menjalankan ibadah itikaf. Salah satu po

Jul 14, 2026 - 15:24
0 0
Umat Islam Berburu Lailatul Qadar dengan Itikaf di Masjid

KARAWANG — Ribuan umat Islam di berbagai daerah memadati masjid-masjid pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan untuk menjalankan ibadah itikaf. Salah satu potret khusyuk terekam di Masjid Asy-Syuhada, Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tempat warga menggelar itikaf pada malam ke-27 Ramadhan 1443 H, bertepatan dengan Jumat malam (29/4/2022).

Pantauan di lapangan, sejak selepas salat Isya dan Tarawih, jemaah mulai menempati sudut-sudut masjid. Mereka membawa perlengkapan pribadi seperti sajadah kecil, Alquran, dan tasbih. Suasana hening dan khidmat langsung terasa begitu imam memimpin doa pembuka itikaf. Tidak hanya orang dewasa, sejumlah remaja dan anak-anak tampak turut serta didampingi orang tua masing-masing.

Kronologi Malam Itikaf di Masjid Asy-Syuhada

  1. Pukul 19.30 WIB — Salat Isya dan Tarawih Berjemaah: Jemaah melaksanakan salat Isya berjemaah dilanjutkan salat Tarawih 20 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Imam masjid, Ustaz Ahmad Fauzi, memimpin dengan bacaan tartil yang menyentuh hati.
  2. Pukul 21.15 WIB — Pembukaan Resmi Itikaf: Ketua DKM Masjid Asy-Syuhada membuka secara resmi kegiatan itikaf malam ke-27. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat dimuliakan Allah SWT.
  3. Pukul 21.30–23.00 WIB — Tadarus dan Tilawah Individu: Masing-masing jemaah membaca Alquran secara mandiri. Sebagian memilih membaca surat-surat panjang seperti Al-Baqarah dan Ali Imran, sementara lainnya fokus pada juz-juz tertentu yang belum selesai dikhatamkan. Masjid menyediakan 500 mushaf Alquran tambahan untuk jemaah yang tidak membawa Alquran pribadi.
  4. Pukul 23.00–00.30 WIB — Dzikir Berjemaah dan Salat Tasbih: Jemaah dipandu imam melantunkan dzikir, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Suasana semakin syahdu saat dilanjutkan dengan salat Tasbih berjemaah. Banyak jemaah yang menitikkan air mata dalam sujud panjang mereka.
  5. Pukul 00.30–02.00 WIB — Muhasabah dan Ceramah Spiritual: Ustaz Abdullah Hamid menyampaikan tausiah tentang tanda-tanda Lailatul Qadar dan pentingnya introspeksi diri. "Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang beribadah di malam itu dengan iman dan penuh harap, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni," ucapnya dikutip dari hadis riwayat Bukhari.
  6. Pukul 02.00–03.30 WIB — Qiyamul Lail dan Tahajud: Jemaah melaksanakan salat Tahajud secara individu. Beberapa memilih salat hingga 11 rakaat, sebagian lagi menambah dengan salat Hajat khusus memohon ampunan dan keberkahan. Di sela-sela rakaat, lantunan doa terdengar lirih dari berbagai sudut masjid.
  7. Pukul 03.30–04.30 WIB — Sahur Bersama dan Persiapan Subuh: Panitia masjid membagikan paket sahur gratis kepada sekitar 300 jemaah itikaf. Menu sederhana berupa nasi, telur, dan kurma disantap dalam keheningan. Sebagian jemaah memilih melanjutkan ibadah tanpa sahur.
  8. Pukul 04.45 WIB — Salat Subuh Berjemaah: Itikaf ditutup dengan salat Subuh berjemaah dan doa bersama agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah yang telah dilakukan sepanjang malam.
"Itikaf ini momentum terbaik untuk memutus sejenak hiruk-pikuk dunia dan benar-benar fokus mendekatkan diri pada Allah. Saya sudah menjalani ini sejak tahun 2015 dan selalu merasakan ketenangan batin yang luar biasa setiap selesai itikaf," tutur Hadi Sumarno (52), salah satu jemaah yang hadir.

Makna Itikaf dalam Tradisi Ramadhan

Itikaf secara harfiah berarti berdiam diri di masjid dengan niat beribadah. Praktik ini disunnahkan sepanjang tahun namun sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadhan, mengikuti teladan Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan itikaf di setiap Ramadhan sepanjang hayatnya.

Beberapa keutamaan itikaf yang diyakini umat Islam antara lain:

  • Menjaga diri dari kesibukan duniawi: Dengan itikaf, seorang Muslim memutus rutinitas harian dan memfokuskan hati sepenuhnya pada ibadah.
  • Menjemput malam Lailatul Qadar: Waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah di seluruh malam ganjil 10 hari terakhir, termasuk melalui itikaf.
  • Melatih kesabaran dan keikhlasan: Berdiam diri di masjid selama berjam-jam mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan dalam beribadah tanpa pamrih.
  • Memperkuat ukhuwah Islamiyah: Itikaf dilakukan secara berjemaah, mempererat tali persaudaraan sesama Muslim dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.

Menurut data Kementerian Agama Kabupaten Karawang, sekitar 85 persen masjid di wilayah tersebut menggelar kegiatan itikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan 1443 H. Angka ini meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang masih dibayangi pandemi COVID-19. "Antusiasme masyarakat sungguh luar biasa. Ini menunjukkan kesadaran spiritual yang tinggi pasca-pandemi," ujar Kepala Kantor Kemenag Karawang.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan itikaf di Masjid Asy-Syuhada masih terus berlangsung dengan tertib. Panitia memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan secara longgar mengingat situasi pandemi yang telah melandai, namun tetap menyediakan masker dan hand sanitizer bagi jemaah yang membutuhkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User