Penasihat Khusus Presiden Buka Suara Soal Nasib PT Granito, Singgung Peran Danantara
Jakarta – Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, melakukan pertemuan tertutup dengan Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anag
Jakarta – Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, melakukan pertemuan tertutup dengan Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026). Pertemuan ini menjadi sorotan di tengah kabar ketidakpastian nasib PT Granito, perusahaan yang tengah bergulat dengan tekanan finansial dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ribuan pekerjanya.
Langkah Strategis Danantara Cegah PHK
Kepada awak media seusai pertemuan, Said Iqbal mengungkapkan bahwa diskusinya bersama Dony Oskaria berfokus pada upaya nyata yang bisa dilakukan Danantara untuk meredam gelombang PHK di sektor industri yang sedang tertekan. Menurutnya, Danantara sebagai mandataris investasi negara memiliki perangkat dan wewenang yang cukup untuk ikut menjaga stabilitas ketenagakerjaan, terutama di perusahaan-perusahaan strategis yang menyerap banyak buruh.
“Kami membahas sejumlah langkah preventif agar Danantara bisa menjadi penyangga ketika perusahaan-perusahaan yang menjadi tumpuan pekerja menghadapi situasi darurat keuangan. Poinnya bukan hanya soal bisnis, tapi juga amanat sosial,” ujar Said Iqbal melalui rilis yang diterima Lurusin.com.
Pernyataan ini mengemuka di saat banyak pekerja di sektor manufaktur dan pengolahan hasil tambang—termasuk di PT Granito—mengaku resah dengan isu penghentian operasional sepihak. Data yang dihimpun media kami menunjukkan, PT Granito dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan produksi hingga 40 persen akibat permintaan pasar yang melemah dan beban utang jatuh tempo.
Rumor Akuisisi PT Granito Masih Simpang Siur
Ketika ditanya lebih lanjut apakah dalam pertemuan tersebut turut dibicarakan rencana pemerintah untuk mengambil alih kepemilikan PT Granito—sebagaimana diisyaratkan sejumlah pejabat sebelumnya jika perusahaan gagal bertahan—Said Iqbal dengan tegas membantah. Ia menegaskan, sama sekali tidak ada pembicaraan yang mengarah pada akuisisi atau bail-out spesifik terhadap PT Granito.
“Tidak ada pembicaraan soal itu. Fokus kami hari ini murni pada kerangka pencegahan PHK melalui peran Danantara, bukan pada satu perusahaan tertentu. Soal PT Granito, belum ada pembahasan spesifik,” tegas Said.
Jawaban ini sekaligus mengoreksi spekulasi yang beredar di kalangan serikat pekerja bahwa pemerintah, melalui Danantara, sedang menyiapkan skema penyelamatan langsung terhadap PT Granito. Beberapa kalangan buruh sebelumnya menyuarakan harapan agar negara hadir karena PT Granito dinilai memiliki aset yang masih berharga dan ribuan tenaga kerja yang bergantung padanya.
Dony Oskaria sendiri belum memberikan komentar terpisah. Namun dari pantauan Lurusin.com, pertemuan berlangsung sekitar satu setengah jam dan diwarnai diskusi yang cukup alot mengenai peta jalan perlindungan pekerja di sektor-sektor padat karya yang kini dihantui resesi global.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Granito belum memberikan pernyataan resmi mengenai status kelangsungan usahanya. Sementara itu, Said Iqbal menambahkan bahwa timnya akan terus memantau dinamika ketenagakerjaan di lapangan dan mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari solusi tanpa harus mengorbankan hak-hak buruh.
Pemerhati ketenagakerjaan menilai sinyal dari Penasihat Khusus Presiden ini setidaknya memberikan harapan bahwa penanganan krisis ketenagakerjaan kini melibatkan pilar investasi negara, Danantara, secara lebih terstruktur. “Yang paling penting sekarang adalah transparansi dan kecepatan eksekusi. Pekerja butuh kepastian, bukan sekadar wacana,” ujar seorang analis yang dihubungi Lurusin.com secara terpisah.
Comments (0)