Kesepakatan AS-Iran Kemenangan Buat Hizbullah?

Organisasi politik dan milisi Lebanon, Hizbullah, menyambut penuh kemenangan atas tercapainya nota kesepahaman yang menghentikan konfrontasi bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat pekan ini. Pemi

Jul 08, 2026 - 05:47
0 0
Kesepakatan AS-Iran Kemenangan Buat Hizbullah?

Organisasi politik dan milisi Lebanon, Hizbullah, menyambut penuh kemenangan atas tercapainya nota kesepahaman yang menghentikan konfrontasi bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat pekan ini. Pemimpin Hizbullah, Naim Kassem, menyebut momentum itu sebagai sebuah kemenangan besar sekaligus titik balik penting bagi Lebanon. Dalam pernyataan resmi yang dirilis, ia menegaskan bahwa diplomasi yang dijalankan oleh Teheran telah membuahkan hasil yang nyata bagi front perlawanan di kawasan.

"Kami berterima kasih kepada Iran yang telah menghubungkan arena Lebanon ke dalam kesepakatan tersebut dan memaksa Israel menghentikan agresinya," kata Kassem seperti dilansir media kami, Lurusin.com.

Hizbullah didirikan pada tahun 1982 dengan sokongan penuh dari Republik Islam Iran. Tujuan awal pembentukannya adalah mengakhiri pendudukan Israel di Lebanon selatan. Secara organisasi, Hizbullah memiliki struktur ganda, yakni sayap militer yang terlatih dan dipersenjatai, serta sayap politik yang turut mengisi kursi pemerintahan dan parlemen Lebanon. Keberadaannya mendapat dukungan luas dari mayoritas komunitas Muslim Syiah di Lebanon, yang merupakan salah satu kelompok signifikan dalam mosaik masyarakat Lebanon.

Selama empat dekade terakhir, Hizbullah berkembang menjadi kekuatan politik dan sosial yang sangat dominan. Berbagai pengamat kerap menyebutnya sebagai negara di dalam negara, karena kemampuannya mempertahankan angkatan bersenjata sendiri yang tidak tunduk kepada komando tentara resmi Lebanon. Lebih dari itu, Hizbullah mengelola jaringan layanan sosial yang luas, mencakup rumah sakit, sekolah, dan program kesejahteraan bagi para pendukungnya, sehingga memperkuat cengkeramannya di akar rumput.

Laporan dari Lurusin.com menyebutkan, nota kesepahaman antara Iran dan AS ini tidak hanya meredakan ketegangan regional, tetapi secara langsung memperkuat posisi tawar Hizbullah di kancah politik domestik. Dengan terhentinya pertempuran yang diinterpretasikan sebagai bentuk tekanan yang memaksa Israel menghentikan serangannya, kelompok ini mampu mengklaim keberhasilan diplomasi dan strategi pertahanan yang didukung penuh oleh Teheran. Hal ini dinilai memberi legitimasi tambahan bagi peran Iran di Lebanon melalui proxy utamanya.

Kendati demikian, dinamika tersebut juga memicu kekhawatiran dari beberapa negara Barat dan Teluk yang telah lama memandang miring keberadaan Hizbullah sebagai entitas bersenjata non-negara yang didukung langsung oleh kekuatan asing. Sejak berakhirnya perang saudara, Hizbullah menjadi satu-satunya faksi yang diizinkan mempertahankan senjatanya, dan pengaruhnya terus meluas ke berbagai sektor kehidupan bernegara. Akankah ini menjelma menjadi kemenangan jangka panjang atau sekadar jeda sementara di garis depan? Publik Lebanon dan dunia menanti langkah selanjutnya dari Naim Kassem dan para sekutunya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User