SOLO — Wali Kota Solo, Respati Ardi, akhirnya memberikan respons resmi atas protes yang dilayangkan oleh Ketua DPC Ge
Dalam pernyataannya, Respati mengambil sikap rendah hati dengan menyatakan kesiapan untuk mengakui kesalahan. Ia menyampaikan hal itu tanpa berbelit-belit saat ditemui di kantor Dinas Tenaga Kerja (D
Dalam pernyataannya, Respati mengambil sikap rendah hati dengan menyatakan kesiapan untuk mengakui kesalahan. Ia menyampaikan hal itu tanpa berbelit-belit saat ditemui di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Solo, Laweyan, pada Selasa (23/6).
"Kalau masalah yang ada, yang kemarin dari Pak Ketua, pokoknya siap salah, siap salah," ujar Respati, dikutip dari laporan media kami.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Bengawan itu menjelaskan maksud di balik pemasangan baliho tersebut. Menurut Respati, langkah Pemkot murni sebagai wujud apresiasi terhadap sosok Jokowi. Publik tentu mengetahui bahwa Jokowi memiliki rekam jejak panjang di kota tersebut, di mana ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo selama dua periode, yakni dari tahun 2005 hingga 2012.
Sebelumnya, Ardianto Kuswinarno secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap kebijakan Pemkot tersebut. Meski demikian, Respati menegaskan bahwa pemasangan baliho tersebut bukan dimaksudkan untuk memicu polemik, melainkan sekadar bentuk penghormatan kepada mantan kepala daerah yang kini telah menjadi tokoh nasional.
Momentum perayaan ulang tahun tokoh publik ini memang kerap memantik beragam reaksi di tengah masyarakat. Namun, sikap Respati yang langsung menyatakan "siap salah" di hadapan publik menunjukkan iktikad baik untuk meredakan ketegangan dan menjaga hubungan harmonis antara pemerintah daerah dengan partai politik pendukung pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons lanjutan dari pihak Gerindra Solo terkait klarifikasi yang disampaikan oleh Wali Kota Respati.
Comments (0)