Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Warga Terjangkit ISPA

Tangerang, Lurusin.com – Kebakaran yang melanda area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, hingga hari ketiga belum berhasil dipadamkan. Asap tebal dari tumpu

Jul 07, 2026 - 23:10
0 0
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Warga Terjangkit ISPA

Tangerang, Lurusin.com – Kebakaran yang melanda area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, hingga hari ketiga belum berhasil dipadamkan. Asap tebal dari tumpukan sampah yang terbakar terus menyelimuti permukiman warga di sekitar lokasi, memicu lonjakan gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, sedikitnya 154 warga telah dilaporkan mengalami ISPA imbas kebakaran tersebut. Angka ini tercatat sejak titik api mulai muncul pada Selasa lalu dan diperkirakan dapat bertambah seiring masih berlangsungnya upaya pemadaman serta arah tiupan angin yang menyebarkan asap ke perkampungan.

Konfirmasi Kadinkes: Pasien Rawat Jalan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, saat dikonfirmasi Lurusin.com, Kamis (2/7/2026), membenarkan temuan itu. Ia menyebut ratusan warga tersebut mayoritas menjalani rawat jalan dan kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, potensi kasus baru masih tinggi selama kebakaran belum padam.

"Iya betul. Itu pasien rawat jalan, sudah kembali ke rumah. Kami terus memantau perkembangan situasi, dan mengimbau warga, terutama yang berada di sekitar lokasi kebakaran, untuk selalu menggunakan masker. Jika ada keluhan pernafasan akibat asap, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,"

ucap Hendra.

Upaya Pemadaman dan Tantangan di Lapangan

Hingga Kamis petang, petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Tangerang dan dukungan dari wilayah sekitar bahu-membahu menjinakkan api. Tim di lapangan, menurut pantauan media kami, menghadapi kendala klasik: akses jalan yang sempit di tengah area TPA, minimnya sumber air, serta sulitnya menjangkau titik api yang berada di kedalaman tumpukan sampah. Operasi pemadaman difokuskan pada sekat bakar agar api tidak merembet ke zona sampah aktif dan permukiman.

Warga Kampung Jatiwaringin dan sekitarnya mengaku resah dengan bau menyengat dan asap yang masuk ke dalam rumah. Sejumlah warga yang memiliki bayi dan balita memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih jauh dari pusat asap. Posko kesehatan darurat sudah didirikan Dinkes di balai desa untuk memberikan pemeriksaan gratis serta membagikan masker N95 kepada masyarakat.

Imbauan dan Pemantauan Berkelanjutan

Selain masker, Dinkes mengingatkan warga untuk memperbanyak konsumsi air putih guna mengurangi iritasi tenggorokan. Tim medis juga dikerahkan untuk melakukan skrining terhadap kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita asma. Data terbaru dari Puskesmas setempat menyebutkan, keluhan yang paling banyak muncul adalah batuk kering, sesak napas ringan, dan mata perih.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin ini bukan kali pertama terjadi. Pada musim kemarau, tumpukan sampah organik yang menghasilkan gas metana mudah tersulut, baik oleh faktor alam seperti panas ekstrem maupun akibat aktivitas manusia. Pemerintah Kabupaten Tangerang sebelumnya telah merencanakan pembangunan sistem pengelolaan gas metana, namun belum terwujud sepenuhnya.

Lurusin.com akan terus memantau perkembangan penanganan kebakaran dan dampak kesehatannya. Sementara itu, warga diimbau tetap waspada dan tidak mendekati area TPA selama proses pemadaman masih berjalan. Kondisi darurat ini diharapkan segera teratasi agar ribuan warga di sekitar TPA bisa kembali beraktivitas normal tanpa ancaman asap berkepanjangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User