Dirjen Bea Cukai Ungkap Awal Mula Bongkar Gudang 3,37 Ton Ganja Lewat X-ray
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil mengungkap keberadaan gudang penyimpanan narkoba jenis kuncup bunga (cannabis buds) seberat 3,37 ton di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pengungkapan ka
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil mengungkap keberadaan gudang penyimpanan narkoba jenis kuncup bunga (cannabis buds) seberat 3,37 ton di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pengungkapan kasus besar ini bermula dari temuan mencurigakan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Anomali di Mesin X-ray
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa kasus ini terendus setelah petugas menemukan anomali saat melakukan pemeriksaan barang impor. Pemeriksaan menggunakan mesin X-ray di Pelabuhan Tanjung Priok menunjukkan adanya komoditas yang tidak sesuai dengan dokumen resmi.
"Ini diungkap ketika terjadi anomali di Pelabuhan Tanjung Priok, ketika dilakukan pemeriksaan X-ray ditemukan anomali ada barang-barang atau pun komoditas yang mencurigakan," ujar Djaka dalam konferensi pers di Gresik, dilansir Lurusin.com, Jumat (3/7/2026).
Atas dasar temuan tersebut, tim Bea Cukai langsung melakukan pendalaman dan pengembangan. Hasilnya, mereka berhasil melacak sebuah gudang di kawasan pergudangan Gresik yang diduga menjadi lokasi penyimpanan barang ilegal tersebut. Di dalam gudang, petugas menemukan tumpukan kuncup bunga ganja dengan total berat mencapai 3,37 ton.
Jaringan Lintas Negara
Dari penyelidikan sementara, narkoba yang diselundupkan tersebut diduga berasal dari luar negeri dan akan diedarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Djaka menegaskan bahwa kasus ini melibatkan jaringan penyelundupan lintas negara yang sangat terorganisir. Modus yang digunakan adalah menyamarkan cannabis buds dalam kemasan barang impor legal agar lolos dari pemeriksaan di pelabuhan.
Penangkapan ini menjadi salah satu pengungkapan narkoba terbesar sepanjang tahun 2026 yang dilakukan oleh Bea Cukai bersama aparat penegak hukum lainnya. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang terus mendalami kemungkinan keterlibatan sindikat narkoba internasional yang selama ini menjadi target operasi.
Laporan Lurusin.com menyebutkan, konferensi pers digelar langsung di lokasi gudang di Gresik untuk menunjukkan transparansi penanganan kasus. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Keberhasilan pengungkapan ini mempertegas peran vital teknologi X-ray dalam mendeteksi impor ilegal dan upaya memerangi peredaran narkoba di Tanah Air.
Comments (0)