Kakorlantas: Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Utama Terwujudnya Kamseltibcarlantas

Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi mutlak untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban,

Jul 07, 2026 - 22:52
0 0
Kakorlantas: Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Utama Terwujudnya Kamseltibcarlantas

Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi mutlak untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) secara berkelanjutan. Arahan ini disampaikan langsung kepada seluruh jajaran di lingkungan Korlantas Polri dan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda se-Indonesia dalam sebuah pertemuan yang digelar di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, berdasarkan laporan yang diterima media kami.

Irjen Wibowo dengan tegas menyatakan bahwa kompleksitas permasalahan lalu lintas di era modern tidak memungkinkan fungsi lalu lintas Kepolisian bekerja secara eksklusif. Menurutnya, penanganan kamseltibcarlantas menuntut keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan di luar institusi Polri. Tidak ada satu entitas pun yang bisa mengklaim mampu menyelesaikan tantangan lalu lintas seorang diri.

"Kita (anggota Polantas) tidak akan bisa bekerja sendiri. Berbicara lalu lintas berarti kita berbicara keseluruhan. Ada peran stakeholder terkait, pemerintah daerah, civil society, termasuk masyarakat itu sendiri," ujar Irjen Wibowo di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ekosistem Bersama untuk Tata Kelola Lalu Lintas

Pernyataan Kakorlantas ini menggarisbawahi perubahan paradigma dalam tata kelola lalu lintas nasional. Polri, khususnya fungsi lalu lintas, diposisikan sebagai katalis kolaborasi, bukan eksekutor tunggal. Pemerintah daerah dinilai memiliki kewenangan dan sumber daya vital, mulai dari penyediaan infrastruktur jalan yang aman, pengelolaan transportasi publik yang memadai, hingga regulasi tata ruang yang memengaruhi pola pergerakan masyarakat. Sementara itu, peran civil society dan organisasi kemasyarakatan diyakini mampu menjadi jembatan aspirasi serta agen perubahan di akar rumput.

Lebih jauh, Irjen Wibowo menyebut masyarakat sebagai subjek utama. Tanpa partisipasi aktif warga dalam mematuhi aturan, menjaga etika berkendara, dan meningkatkan kesadaran keselamatan, seluruh upaya aparat akan sia-sia. Oleh karena itu, ia mendorong agar jajaran Korlantas dan Dirlantas Polda tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai inisiator dialog multi-pihak yang intensif dan berkesinambungan. Kolaborasi itu harus mewujud dalam program nyata, seperti edukasi lalu lintas berbasis komunitas, patroli bersama dengan dinas perhubungan, serta audit titik rawan kecelakaan yang melibatkan pakar transportasi dan LSM terkait.

Media kami mencatat bahwa arahan ini menjadi penekanan strategis di tengah upaya Polri mengurangi angka fatalitas kecelakaan dan meningkatkan indeks budaya tertib lalu lintas nasional. Sinergi yang dibangun tidak hanya bersifat insidental saat operasi musiman, tetapi harus menjadi budaya kerja kelembagaan. Dengan ekosistem kolaboratif inilah, sasaran besar kamseltibcarlantas diharapkan dapat tercapai secara efektif dan berkeadilan, menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User