Kakorlantas Polri Angkat Filosofi Singkong, Dorong Jajaran Jaga Marwah dan Layanan Ikhlas
Lurusin.com — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jajarannya dengan mengutip filosofi singkong. Dalam amanat perdananya usai memim
Lurusin.com — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jajarannya dengan mengutip filosofi singkong. Dalam amanat perdananya usai memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan sejumlah Pejabat Utama (PJU) di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Senin (6/7/2026), ia mengajak seluruh personel untuk menjaga marwah institusi dan melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan, sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Irjen Wibowo menekankan bahwa rotasi jabatan yang baru dilakukan bukan sekadar pergantian struktural, melainkan upaya strategis menyegarkan dan memperkuat organisasi. Ia meminta para pejabat yang dilantik untuk menjunjung tinggi komitmen pelayanan prima, serta membuang jauh ego sektoral yang kerap menghambat kinerja tim di lapangan.
“Singkong mungkin tidak tumbuh dengan gagah seperti pohon jati, tetapi ia memberi manfaat tanpa banyak menuntut. Di setiap bagian, dari umbi hingga daun, ia bisa menghidupi banyak orang. Begitu pula kita, harus hadir sebagai sosok yang ikhlas memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tanpa mencari pengakuan, tanpa embel-embel,” ujar Wibowo.
Filosofi singkong yang diusung Kakorlantas ini menjadi perbincangan hangat di lingkungan Korlantas. Tanaman yang kerap dianggap sederhana itu dimaknai sebagai cerminan pelayan masyarakat sejati: rendah hati, mudah beradaptasi, dan selalu produktif dalam kondisi apa pun. Irjen Wibowo berharap nilai-nilai tersebut meresap dalam setiap tindakan anggota di jalan raya, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga penegakan hukum.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan di antara satuan. “Jangan ada lagi tembok sektoral yang memisahkan kita. Polisi yang baik adalah polisi yang bekerja bersama, saling mengisi, dan tidak merasa paling hebat sendiri,” tegasnya. Arahan ini diamini oleh sejumlah PJU baru yang menyatakan siap menjalankan tugas dengan semangat transformasi Korlantas.
Upacara sertijab tersebut menandai babak baru di tubuh Korlantas Polri. Irjen Wibowo berjanji akan terus mendorong program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk pengelolaan lalu lintas yang humanis dan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pelayanan. Ia juga mengingatkan bahwa marwah Polri harus dijaga lewat perilaku bersih dan profesional, bukan dengan pencitraan sesaat.
Di akhir amanatnya, ia kembali menyitir pesan singkong: “Makna hidup bukan dari seberapa tinggi kita dipuja, tetapi dari seberapa dalam kita mengakar dan memberi manfaat.” Kalimat itu menjadi penutup yang meneguhkan arah baru Korlantas di bawah kepemimpinannya, sekaligus pengingat abadi bagi seluruh jajaran untuk tetap rendah hati dan ikhlas dalam pengabdian.
Dengan filosofi sederhana namun sarat makna, Kakorlantas ingin menancapkan kembali nilai-nilai dasar kepolisian yang dekat dengan rakyat. Sebagaimana singkong yang bisa menjadi penopang kehidupan di masa sulit, Korlantas Polri diharapkan menjadi institusi yang selalu bisa diandalkan masyarakat dalam dinamika lalu lintas yang kian kompleks.
Comments (0)