Indonesia Berpeluang Peroleh Pendanaan US$ 260 Juta untuk Lindungi Ekosistem Laut

Indonesia membuka peluang mendapatkan dukungan pendanaan internasional hingga US$ 260 juta. Angka ini diharapkan bisa mengalir melalui berbagai skema kerja sama untuk mendukung konservasi terumbu kar

Jul 06, 2026 - 14:01
0 0
Indonesia Berpeluang Peroleh Pendanaan US$ 260 Juta untuk Lindungi Ekosistem Laut

Indonesia membuka peluang mendapatkan dukungan pendanaan internasional hingga US$ 260 juta. Angka ini diharapkan bisa mengalir melalui berbagai skema kerja sama untuk mendukung konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, serta pengembangan Ocean Centres.

Komitmen di Panggung Global

Peluang tersebut muncul setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan empat komitmen baru Pemerintah Indonesia dalam Our Ocean Conference (OOC) ke-11 yang berlangsung di Mombasa, Kenya. Dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Selasa (23/6/2026), Menteri Trenggono menegaskan langkah konkret untuk memperkuat tata kelola laut berkelanjutan di level regional dan global.

"Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim," ujar Menteri Trenggono.

Laporan Lurusin.com menyebutkan empat komitmen baru ini mencakup perluasan kawasan konservasi laut, penguatan pengelolaan ruang laut, pengembangan solusi berbasis alam, dan kolaborasi internasional dalam riset kelautan. Komitmen ini diyakini akan membuka akses pada berbagai sumber pendanaan global, termasuk dari lembaga multilateral dan negara mitra.

Fokus pada Konservasi dan Karbon Biru

Dana US$ 260 juta tersebut rencananya akan difokuskan pada tiga program utama: konservasi terumbu karang yang merupakan ekosistem vital penjaga keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem laut seperti padang lamun dan mangrove, serta pengembangan Ocean Centres sebagai pusat riset dan edukasi kelautan. Semua program ini sejalan dengan peta jalan pembangunan kelautan nasional.

Pemerintah Indonesia melihat karbon biru sebagai salah satu solusi inovatif untuk mitigasi perubahan iklim. Ekosistem pesisir seperti mangrove dan padang lamun diketahui mampu menyerap emisi karbon jauh lebih tinggi dibanding hutan tropis. Dengan dukungan pendanaan internasional, potensi ini dapat dioptimalkan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Our Ocean Conference ke-11 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan di bidang konservasi laut. Konferensi yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai negara ini menghasilkan komitmen pendanaan bernilai miliaran dolar dari berbagai negara dan organisasi. Indonesia sendiri dikenal sebagai pemilik salah satu keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia, sehingga dukungan pendanaan semacam ini diharapkan dapat berkelanjutan.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah tengah mempersiapkan mekanisme penyaluran pendanaan serta instrumen kebijakan yang diperlukan agar target konservasi laut dapat tercapai sesuai waktu yang telah ditetapkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User