Haaland Gagal Selamatkan Norwegia, Inggris Melaju ke Semifinal 2026

Pertemuan Norwegia dan Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan drama antara dua raksasa Eropa dengan narasi yang kontras. Di satu sisi, Nor

Jul 12, 2026 - 02:31
0 0
Haaland Gagal Selamatkan Norwegia, Inggris Melaju ke Semifinal 2026

Pertemuan Norwegia dan Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan drama antara dua raksasa Eropa dengan narasi yang kontras. Di satu sisi, Norwegia yang diperkuat mesin gol Erling Haaland ingin membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim kuda hitam. Di sisi lain, Inggris asuhan Eddie Howe datang dengan generasi baru yang lapar akan trofi. Pertandingan di AT&T Stadium, Arlington, Texas, ini akhirnya dimenangkan Inggris dengan skor tipis 2-1, namun jalannya laga jauh lebih sengit dari yang terlihat di papan skor.

Sejak peluit awal, Norwegia tampil ofensif. Haaland langsung menjadi ancaman dengan dua tendangan keras yang masih bisa ditepis kiper Inggris, James Trafford. Namun, Inggris justru unggul lebih dulu pada menit ke-22 lewat skema serangan balik cepat. Bukayo Saka menusuk dari sisi kanan dan melepas umpan tarik yang diselesaikan Jude Bellingham dengan sontekan kaki kiri. Stadion bergemuruh oleh sorakan pendukung The Three Lions.

Harapan Norwegia di Pundak Haaland

Haaland, yang sepanjang turnamen telah mencetak enam gol, menjadi tumpuan tunggal. Setiap bola panjang diarahkan kepadanya, tetapi lini pertahanan Inggris yang dikomandoi Levi Colwill dan Marc Guehi mampu meredam pergerakannya. Statistik mencatat, Haaland hanya memenangi 3 dari 11 duel udara melawan Colwill, angka yang sangat rendah untuk striker sekuat dirinya.

Di babak kedua, Norwegia meningkatkan intensitas. Pelatih Ståle Solbakken memasukkan Jens Petter Hauge dan Martin Ødegaard mendikte tempo dari lini tengah. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-59. Ødegaard melepas umpan terobosan yang berhasil disambut Haaland dengan cungkil manis melewati Trafford. Skor 1-1. Sorak-sorai pendukung Norwegia membahana, mimpi semifinal masih hidup.

"Kami menunjukkan bahwa Norwegia tidak hanya Haaland. Kami punya spirit dan kualitas. Hari ini kami pantas mendapatkan lebih, tapi sepak bola kadang tidak adil," kata Ødegaard di zona wawancara dengan nada kecewa.

Momen Krusial dan Gol Penentu Inggris

Setelah kedudukan imbang, permainan berjalan lebih terbuka. Kedua tim saling serang. Norwegia nyaris unggul ketika tendangan voli Haaland membentur mistar gawang pada menit ke-72. Namun, justru Inggris yang mencetak gol penentu delapan menit menjelang waktu normal berakhir.

Sebuah umpan silang Phil Foden dari sisi kiri sempat ditepis kiper Norwegia, Mathias Dyngeland, tetapi bola jatuh di kaki Declan Rice yang berdiri di luar kotak penalti. Tanpa berpikir panjang, Rice melepas tembakan keras mendatar yang menghujam pojok kiri bawah gawang. 2-1 untuk Inggris. Sebuah gol yang mematahkan hati seluruh Norwegia.

Di sisa waktu, Norwegia mati-matian menekan. Haaland beberapa kali terjatuh di kotak penalti, tetapi wasit menolak memberikan penalti—keputusan kontroversial yang akan diperdebatkan hingga berhari-hari. Peluit panjang berbunyi, Inggris melaju ke semifinal, sementara mimpi Norwegia kembali kandas di perempat final.

Analisis Taktik: Bagaimana Inggris Mematikan Haaland?

Kunci kemenangan Inggris terletak pada pendekatan disiplin terhadap Haaland. Howe memerintahkan Colwill untuk menempel ketat sang striker sepanjang laga, sementara Rice dan Kobbie Mainoo bertugas memutus aliran bola dari Ødegaard. Hasilnya, Norwegia hanya mencatatkan 0.78 xG (expected goals) dari permainan terbuka, menunjukkan minimnya peluang bersih yang tercipta.

Di sisi lain, Inggris memanfaatkan kecepatan Saka dan Foden untuk mengeksploitasi sisi lemah pertahanan Norwegia yang kehilangan bek kiri andalan, Birger Meling, karena akumulasi kartu. "Eddie Howe layak mendapat kredit. Rencana permainannya sempurna," puji legenda Inggris, Alan Shearer, di BBC Radio.

StatistikNorwegiaInggris
Penguasaan Bola48%52%
Tendangan ke Gawang46
Pelanggaran119
Kartu Kuning21
Gol12

Masa Depan Cerah, Tapi Kecewa Mendalam

Bagi Norwegia, kegagalan ini terasa pahit karena mereka merasa memiliki skuad terbaik dalam sejarah. Dengan Haaland di puncak performa, Ødegaard sebagai kreator, dan generasi muda berbakat seperti Antonio Nusa, harapan untuk melampaui pencapaian 1998 (16 besar) sangat besar. Namun, perempat final tetap menjadi tembok yang belum bisa ditembus.

Sementara itu, Inggris kini melaju ke semifinal untuk ketiga kalinya dalam empat edisi Piala Dunia terakhir. Konsistensi ini menandakan bahwa mentalitas tim sudah level juara. Akankah kali ini football’s coming home menjadi nyata?

Bagi Haaland, ini adalah kekalahan yang menyakitkan, tetapi bintang Manchester City itu tetap menatap masa depan. "Saya bangga dengan tim ini. Kami akan kembali lebih kuat. Ini baru awal," tulisnya di media sosial. Mungkin benar, ini bukan akhir. Namun untuk sekarang, Norwegia harus pulang dengan air mata.

[SOCIAL_TWEET]: Inggris pecahkan hati Norwegia! Haaland tak mampu selamatkan timnya, gol Rice bawa The Three Lions ke semifinal. Apakah ini akhirnya tahun milik Inggris? #PialaDunia2026 #NORENG #ThreeLions[SOCIAL_TG]: 🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿⚽️3️⃣ Singa melaju! Inggris tundukkan Norwegia 2-1 di perempat final. Haaland mencetak gol, tapi Rice jadi pahlawan. Semifinal, here we come!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User