Aug 30, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Politik

Andi Sumangerukka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara

Andi Sumangerukka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara

Andi Sumangerukka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara

Profil Singkat

Andi Sumangerukka, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan pada 21 November 1963, adalah Gubernur Sulawesi Tenggara yang dilantik pada September 2024 setelah memenangkan Pilkada Serentak 2024. Ia berpasangan dengan Hugua sebagai Wakil Gubernur. Sebelum terjun ke politik elektoral, Andi Sumangerukka adalah perwira tinggi TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda (Mayjen TNI).

Andi Sumangerukka menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1987 dan menjalani karier militer selama lebih dari tiga dekade. Posisi strategis yang pernah diembannya mencakup Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil), Kepala Staf Komando Armada II, dan Kepala Dinas Penerangan TNI AL. Rekam jejak militernya ditandai oleh rotasi jabatan yang terukur, bukan lompatan spektakuler — karier birokratik khas perwira menengah yang naik melalui jalur struktural.

Karier dan Riwayat Jabatan

Jalur karier Andi Sumangerukka dapat dipetakan dalam tiga fase: militer, birokrasi, dan politik elektoral. Setelah pensiun dari TNI AL pada 2019, ia menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada 2020-2022. Penempatan ini lazim bagi perwira tinggi purnawirawan — pola redistribusi yang telah menjadi tradisi dalam administrasi pemerintahan Indonesia.

Pada Pilkada 2024, pasangan Andi Sumangerukka-Hugua diusung oleh koalisi gemuk: Partai Gerindra, PAN, PPP, Partai Demokrat, PKS, PKB, Partai Perindo, PSI, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Ummat. Kemenangan mereka menandai peralihan kekuasaan dari Gubernur sebelumnya, Ali Mazi, yang menjabat sejak 2018. Biaya kampanye yang dilaporkan ke KPU menunjukkan total penerimaan dana kampanye sekitar Rp12,3 miliar, dengan sumbangan pribadi calon sebesar Rp5 miliar — angka yang relatif moderat dibandingkan standar kontestasi gubernur di Indonesia.

Kinerja dan Program Unggulan

Dokumen visi-misi kampanye Andi Sumangerukka-Hugua menjanjikan lima pilar utama: peningkatan infrastruktur dasar, reformasi birokrasi, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya lokal, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Namun, realisasi di 18 bulan pertama masa jabatan (September 2024 - Maret 2026) menunjukkan kesenjangan antara retorika kampanye dan produk kebijakan konkret.

Infrastruktur: Pemerintah provinsi mengklaim telah membangun 247 kilometer jalan provinsi dalam kondisi mantap. Namun, data Dinas PUPR Sultra per Desember 2025 mencatat bahwa dari 1.843 kilometer total jalan provinsi, 32 persen masih berstatus rusak ringan hingga berat. Angka ini hanya turun 3 persen dari baseline 2024. Proyek strategis Jembatan Teluk Kendari yang dijanjikan dimulai pada 2025 hingga kini masih dalam tahap studi kelayakan, tanpa kepastian pendanaan.

"Kami menargetkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan dengan memprioritaskan wilayah terisolir." — Visi-Misi Kampanye, 2024

Realitas: Alokasi APBD 2025 untuk infrastruktur terkonsentrasi di zona perkotaan dan wilayah dengan kepadatan pemilih tinggi. Kabupaten Konawe Kepulauan dan Bombana bagian selatan tetap menjadi kantong isolasi transportasi.

Ekonomi dan Investasi: Pertumbuhan ekonomi Sultra pada 2025 tercatat 4,8 persen, sedikit di bawah target APBD yang memproyeksikan 5,2 persen. Sektor pertambangan nikel masih mendominasi dengan kontribusi 24 persen terhadap PDRB — pola lama yang belum bergeser ke diversifikasi ekonomi yang dijanjikan. Moratorium tambang ilegal yang dicanangkan pada Januari 2025 baru menyentuh 18 persen dari estimasi tambang tanpa izin yang beroperasi, berdasarkan laporan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sultra edisi September 2025.

Reformasi Birokrasi: Rotasi 47 pejabat eselon II pada Februari 2025 menuai kritik karena dianggap bernuansa politis. Tiga jabatan strategis — Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bappeda, dan Kepala BPKAD — ditempati oleh figur yang memiliki hubungan politik dengan partai pengusung.

Tantangan dan Harapan

Tantangan struktural yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya tetap menjadi pekerjaan rumah besar:

  • Ketimpangan fiskal: Ketergantungan pada dana transfer pusat mencapai 68 persen dari total pendapatan daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sultra pada 2025 hanya Rp1,9 triliun — salah satu yang terendah secara per kapita di antara provinsi berbasis pertambangan.
  • Kemiskinan: Angka kemiskinan 11,03 persen (BPS, Maret 2025), turun tipis dari 11,14 persen pada 2024. Penurunan ini lebih lambat dibandingkan rata-rata nasional.
  • Lingkungan: Deforestasi di Sulawesi Tenggara mencapai 12.400 hektar sepanjang 2025 menurut data Auriga Nusantara, sebagian besar terkait ekspansi tambang

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User