Bukan Pejabat, Ini Sosok Sebenarnya Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang
Media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya video seorang pria melakukan penganiayaan terhadap seorang caddy golf di wilayah Kota Tangerang, Banten. Dalam narasi yang beredar, pelaku disebut-seb
Media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya video seorang pria melakukan penganiayaan terhadap seorang caddy golf di wilayah Kota Tangerang, Banten. Dalam narasi yang beredar, pelaku disebut-sebut sebagai pejabat. Namun, pihak kepolisian akhirnya mengklarifikasi bahwa pelaku bukanlah seorang pejabat, melainkan wiraswasta biasa.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menegaskan bahwa pria berinisial FP (38) yang telah diamankan adalah seorang pengusaha jual beli mobil bekas. "Pelaku bukan pejabat, wiraswasta biasa," tegas Jauhari saat dihubungi Lurusin.com, Sabtu (27/6/2026).
"Pelaku bukan pejabat, wiraswasta biasa."
Menurut keterangan polisi, FP sehari-hari berprofesi sebagai pencari mobil bekas di luar Jakarta untuk kemudian dijual kembali. Ia bukanlah figur pemerintahan atau pejabat publik seperti yang sempat ramai dibicarakan warganet. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi yang beredar di media sosial. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku, tanpa pandang bulu terhadap latar belakang pelaku.
Viral di Media Sosial
Video insiden penganiayaan tersebut tersebar luas di berbagai platform dan memicu kemarahan publik. Dalam rekaman itu, tampak seorang pria dewasa melakukan tindak kekerasan terhadap seorang caddy golf. Banyak yang menyayangkan aksi tersebut dan menuntut agar pelaku segera diproses hukum. Laporan yang dihimpun Lurusin.com menyebutkan, setelah dilakukan penyelidikan intensif, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap FP di kediamannya tanpa perlawanan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik penganiayaan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi korban pasca kejadian. Namun, korban telah membuat laporan dan polisi menjamin penanganan kasus akan berjalan transparan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak kekerasan sekecil apa pun akan ditindak tegas, tanpa memandang status sosial pelaku.
Masyarakat diharapkan dapat menahan diri dari menyebarkan fitnah atau label yang tidak tepat kepada pelaku, mengingat klarifikasi sudah disampaikan langsung oleh Kapolres. Lurusin.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terkini seputar proses hukum yang sedang berjalan.
Comments (0)