Sosok Brigjen Audie Latuheru, Putra Asli Merauke yang Kini Pimpin Polda Papua Barat Daya
Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melaksanakan penyegaran di tubuh organisasi melalui serangkaian mutasi dan rotasi jabatan strategis. Salah satu perubahan signifikan terjadi d
Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melaksanakan penyegaran di tubuh organisasi melalui serangkaian mutasi dan rotasi jabatan strategis. Salah satu perubahan signifikan terjadi di Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya. Tongkat komando tertinggi di wilayah tersebut kini resmi dipegang oleh Brigadir Jenderal Polisi Yulius Audie Sonny Latuheru, seorang perwira tinggi kelahiran Merauke yang dikenal memiliki kedekatan historis dan emosional dengan Tanah Papua.
Putra Asli Papua di Kursi Kapolda
Penunjukan Brigjen Audie Latuheru sebagai Kapolda Papua Barat Daya menjadi perhatian publik, terutama karena latar belakangnya sebagai putra daerah. Audie Latuheru lahir dan besar di Merauke, sebuah kota di ujung timur Indonesia yang menyimpan potret keberagaman budaya Papua. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Brigjen Audie merupakan satu dari sedikit perwira tinggi Polri yang berasal dari Bumi Cenderawasih. Kariernya di Korps Bhayangkara tidak diragukan lagi, dengan berbagai penugasan yang memperlihatkan kapasitas dan loyalitasnya terhadap institusi.
Karier Cemerlang dan Rekam Jejak
Brigadir Jenderal Polisi yang akrab disapa Audie ini meniti karier dari bawah. Ia dikenal sebagai sosok yang tenang dan mengedepankan pendekatan komunikasi persuasif dalam menjalankan tugas kepolisian. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Papua Barat Daya, sejumlah penugasan strategis telah diembannya. Pengalaman panjang di bidang reserse hingga pembinaan sumber daya manusia membentuk karakter kepemimpinannya yang matang. Rotasi ini diyakini akan membawa warna baru dalam pendekatan keamanan dan pembinaan masyarakat di Papua Barat Daya.
Mutasi Strategis di Tubuh Polri
Pergantian pucuk pimpinan Polda ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang terbit pada 25 Juni 2026. Dalam dokumen mutasi tersebut, Brigjen Audie Latuheru menggantikan Brigadir Jenderal Polisi Gatot Haribowo. Berdasarkan informasi yang berhasil dikonfirmasi media kami, Brigjen Gatot Haribowo selanjutnya menduduki posisi baru sebagai Perwira Tinggi (Pati) Polda Papua Barat Daya dalam rangka memasuki masa purna tugas atau pensiun.
Arah Kepemimpinan Baru
Dengan pengangkatannya ini, banyak harapan disematkan kepada Brigjen Audie untuk mampu memperkuat rasa aman serta merangkul seluruh elemen masyarakat di provinsi termuda tersebut. Mengingat akar keluarganya yang kuat di Merauke, pendekatan sosiokultural diyakini akan menjadi keunggulan tersendiri dalam kepemimpinannya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain Kapolda Papua Barat Daya, rotasi besar-besaran ini juga menyentuh jabatan Kapolda Aceh. Polda Aceh kini dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi Ruddi Setiawan. Dirinya menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Marzuki Ali Basyah yang juga memasuki masa pensiun. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari upaya regenerasi dan penyegaran organisasi demi meningkatkan pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat.
Comments (0)