Akademisi dan Pejabat HAM: Potret Rulinawaty Kasmad

Dunia pendidikan tinggi dan penegakan hak asasi manusia kerap berjalan di jalur berbeda. Namun, seorang figur membuktikan keduanya bisa saling memperkuat. Ia adalah Rulinawaty Kasmad, yang saat ini te...

Jul 12, 2026 - 08:53
0 0
Akademisi dan Pejabat HAM: Potret Rulinawaty Kasmad

Dunia pendidikan tinggi dan penegakan hak asasi manusia kerap berjalan di jalur berbeda. Namun, seorang figur membuktikan keduanya bisa saling memperkuat. Ia adalah Rulinawaty Kasmad, yang saat ini tercatat sebagai pengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta sekaligus menjabat Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta.

Perpaduan Akademik dan Birokrasi

Rulinawaty Kasmad menempati posisi strategis di dua institusi yang memiliki orientasi berbeda. Sebagai dosen, ia terlibat dalam pengembangan kurikulum, penelitian, serta bimbingan mahasiswa di bidang administrasi publik dan kebijakan sosial. Sementara di Kementerian Hukum dan HAM, ia memimpin upaya memastikan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik berbasis hak asasi manusia. Kombinasi ini memberinya perspektif unik: teori yang diajarkan di ruang kuliah dapat langsung diuji dan diterapkan di lembaga pemerintahan.

Berdasarkan penelusuran di portal resmi kampus, Rulinawaty telah mengajar lebih dari satu dekade dengan fokus pada tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Sejumlah publikasi ilmiah yang dihasilkannya membahas isu-isu seperti reformasi birokrasi dan akuntabilitas pelayanan, menunjukkan ketertarikannya yang mendalam pada perbaikan sistem secara nyata.

Tanggung Jawab di Bidang Pelayanan HAM

Sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Rulinawaty memegang peran kunci dalam memastikan setiap unit kerja di bawah Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta memenuhi standar pelayanan yang ramah HAM. Ini mencakup pengawasan terhadap rumah tahanan, kantor imigrasi, dan balai pemasyarakatan agar mematuhi prinsip-prinsip penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia.

Data dari laporan tahunan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta menunjukkan peningkatan skor kepatuhan HAM sejak tahun 2023, seiring dengan implementasi program pendampingan dan audit internal yang digerakkan oleh bidang yang dipimpinnya. Meski demikian, tantangan seperti overkapasitas di rutan dan keterbatasan sumber daya tetap menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan pendekatan inovatif berbasis kolaborasi lintas sektor.

Mengintegrasikan Akademik dan Praktik

Kehadiran Rulinawaty di dua ranah ini mencerminkan tren semakin dibutuhkannya praktisi birokrasi yang juga memiliki kapasitas akademik. Ia kerap diundang sebagai narasumber dalam seminar nasional tentang pelayanan publik, memperkuat argumen bahwa pendekatan berbasis bukti dan teori dapat mempercepat transformasi birokrasi yang lebih manusiawi.

Melihat kiprahnya, tidak berlebihan jika ia disebut sebagai jembatan antara dunia riset dan kebijakan. Model seperti ini diyakini mampu mempersempit jarak antara pengetahuan yang dihasilkan kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan. Bagi mahasiswanya, Rulinawaty adalah contoh nyata bahwa ilmu yang diajarkan tidak berhenti di papan tulis, tetapi dapat menjadi alat perubahan di instansi pemerintah.

Ke depan, sinergi antara peran akademik dan posisinya di pemerintahan diharapkan terus melahirkan gagasan pembaruan. Terutama dalam menghadapi era digitalisasi pelayanan dan tantangan hak asasi manusia kontemporer, seperti hak atas privasi dan perlindungan data pribadi yang semakin relevan. Perpaduan inilah yang membuat figur Rulinawaty Kasmad layak dicermati sebagai model kepemimpinan modern di sektor publik.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User