Emas Now Resmi Hadir di Jakarta, Perluas Layanan Emas Digital
Jakarta – Platform jual beli emas digital, Emas Now, menandai babak baru dalam strategi ekspansinya dengan resmi membuka layanan di wilayah DKI Jakarta. Kota metropolitan ini menjadi destinasi ketig...
Jakarta – Platform jual beli emas digital, Emas Now, menandai babak baru dalam strategi ekspansinya dengan resmi membuka layanan di wilayah DKI Jakarta. Kota metropolitan ini menjadi destinasi ketiga setelah perusahaan sukses mengukuhkan kehadirannya di Bali dan Surabaya. Langkah ini menegaskan ambisi Emas Now untuk menjadi pemimpin pasar emas digital ritel di Indonesia.
Perjalanan Ekspansi dari Pulau Dewata ke Ibu Kota
Ekspansi Emas Now dimulai dari Bali, pulau yang dikenal dengan budaya investasi emas yang kuat di kalangan masyarakat dan wisatawan. Keberhasilan di Bali kemudian berlanjut ke Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki ekosistem perdagangan emas tradisional yang mapan. Kini, Jakarta dipilih sebagai poros pertumbuhan selanjutnya, mengingat posisinya sebagai pusat ekonomi nasional dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa dan tingkat penetrasi digital yang tinggi.
Berdasarkan data internal perusahaan, volume transaksi di Bali dan Surabaya menunjukkan tren peningkatan rata-rata 35% per bulan sejak peluncuran. Hal ini menjadi bukti bahwa konsep akumulasi emas secara digital dengan modal terjangkau mulai diterima luas. Emas Now melihat Jakarta sebagai akselerator untuk mencapai target satu juta pengguna aktif pada akhir tahun 2026.
Mekanisme Layanan dan Diferensiasi
Emas Now hadir dengan model bisnis yang memungkinkan pengguna membeli emas mulai dari pecahan kecil, bahkan setara Rp10.000, melalui aplikasi seluler. Seluruh emas yang dibeli disimpan di lembaga penyimpanan bersertifikat dan diasuransikan, sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan keamanan fisik asetnya. Fitur unggulan seperti auto-invest, penarikan emas fisik dengan kemasan eksklusif, hingga opsi gadai emas digital menjadikan platform ini lebih dari sekadar pasar jual beli.
Untuk pasar Jakarta, perusahaan menyiapkan sejumlah program insentif, termasuk cashback hingga 0,5 gram emas untuk transaksi pertama dan biaya penyimpanan gratis selama enam bulan. Tim dukungan pelanggan khusus Jakarta juga telah dibentuk untuk merespons kebutuhan pengguna dalam waktu maksimal dua jam. Strategi ini diharapkan mampu merebut pangsa pasar di tengah kompetisi penyedia emas digital yang semakin ramai.
Mengapa Jakarta Menjadi Pilihan Strategis
Pemilihan Jakarta bukan tanpa alasan kuat. Kota ini mencatatkan nilai transaksi e-commerce tertinggi di Indonesia, dan minat terhadap investasi alternatif seperti emas digital terus meroket, terutama di kalangan milenial dan Gen Z. Survei internal Emas Now terhadap 2.000 responden di Jabodetabek menunjukkan bahwa 68% dari mereka menginginkan platform investasi emas yang terintegrasi dengan dompet digital dan menawarkan edukasi keuangan.
Jakarta juga merupakan rumah bagi sejumlah besar perusahaan rintisan dan komunitas investor ritel, yang menjadi target utama Emas Now. Kolaborasi dengan ekosistem transportasi daring, aplikasi belanja, dan penyedia layanan keuangan digital di Jakarta sedang dijajaki untuk memperluas titik akses. Dengan infrastruktur digital yang matang, Emas Now optimis dapat mencapai volume transaksi dua kali lipat dari capaian Surabaya dalam enam bulan pertama operasi.
Dampak terhadap Inklusi Keuangan dan Literasi Investasi
Kehadiran Emas Now di Jakarta diharapkan turut mempercepat inklusi keuangan, khususnya di segmen masyarakat yang belum memiliki akses ke produk investasi konvensional. Emas sebagai aset lindung nilai yang sudah dikenal secara kultural oleh masyarakat Indonesia menjadi pintu masuk yang ideal. Perusahaan menggandeng sejumlah lembaga pendidikan dan komunitas untuk menggelar lokakarya literasi keuangan tentang pengelolaan aset digital, risiko, dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Studi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan indeks literasi keuangan nasional masih di bawah 50%, dan produk emas digital dapat menjembatani kesenjangan tersebut karena sifatnya yang mudah dipahami. Emas Now menargetkan 20.000 peserta lokakarya di Jakarta hingga akhir tahun ini. Program ini tidak hanya berorientasi komersial, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membangun investor cerdas.
Prospek dan Rencana Selanjutnya
Setelah Jakarta, manajemen Emas Now telah menyiapkan peta jalan ekspansi ke kota-kota besar lain seperti Medan, Makassar, dan Yogyakarta. CEO Emas Now, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa perusahaan sedang dalam proses penggalangan dana seri B untuk mendukung ekspansi nasional secara agresif. Teknologi blockchain juga sedang diuji coba untuk meningkatkan transparansi rantai pasok emas, sehingga setiap gram emas yang dibeli pengguna dapat dilacak asal usulnya.
Dalam jangka panjang, Emas Now berencana meluncurkan fitur peer-to-peer lending berbasis jaminan emas, yang memungkinkan pengguna mendapatkan pinjaman mikro dengan bunga rendah. Fitur ini akan diujicobakan di Jakarta terlebih dahulu sebelum diluncurkan secara nasional. Dengan infrastruktur yang terus dibangun, Emas Now optimis mampu mengubah cara masyarakat Indonesia berinvestasi emas, dari yang bersifat konvensional menjadi sepenuhnya digital dan terhubung.
Ekspansi ke Jakarta merupakan tonggak penting yang bukan hanya memperluas peta layanan, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa pasar emas digital di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan. Dengan memadukan teknologi, kenyamanan transaksi, dan edukasi yang masif, Emas Now memposisikan diri bukan sekadar platform jual beli, melainkan ekosistem investasi emas digital yang menyeluruh.
Baca juga:
Comments (0)