Klaim Link Pendaftaran Alat Bantu Disabilitas Terbukti Hoaks

Investigasi forensik yang dilakukan oleh tim Lurusin menemukan fakta bahwa sebuah klaim yang menyebar di media sosial terkait tautan pendaftaran alat bantu bagi penyandang disabilitas adalah tidak ben...

Jul 12, 2026 - 10:20
0 0
Klaim Link Pendaftaran Alat Bantu Disabilitas Terbukti Hoaks

Investigasi forensik yang dilakukan oleh tim Lurusin menemukan fakta bahwa sebuah klaim yang menyebar di media sosial terkait tautan pendaftaran alat bantu bagi penyandang disabilitas adalah tidak benar. Klaim tersebut mengindikasikan adanya program resmi yang menyediakan akses pendaftaran melalui sebuah pranala, namun setelah melalui proses verifikasi menyeluruh, tim tidak menemukan bukti valid yang mendukung narasi tersebut.

Klaim

Klaim yang ditelusuri menyatakan bahwa terdapat link pendaftaran online untuk mendapatkan alat bantu disabilitas secara gratis. Narasi yang menyertai tautan tersebut mengesankan bahwa program ini berasal dari lembaga pemerintah atau organisasi kemanusiaan bereputasi. Pesan yang beredar umumnya berisi ajakan untuk segera mendaftar karena kuota terbatas, disertai dengan tata cara pengisian formulir melalui pranala yang disediakan.

Sumber Klaim

Klaim ini bersumber dari unggahan di platform Facebook, berupa tangkapan layar yang memperlihatkan informasi pendaftaran dengan logo dan atribut yang menyerupai instansi resmi. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa unggahan tersebut disebarluaskan oleh akun-akun yang tidak terverifikasi, dengan pola penyebaran yang cukup masif dalam grup-grup komunitas disabilitas maupun publikasi umum. Tidak ditemukan pencantuman identitas lembaga yang bertanggung jawab secara jelas dalam unggahan asli.

Verifikasi

Tim Lurusin melakukan tahapan verifikasi secara bertingkat. Pertama, dilakukan analisis terhadap struktur dan domain tautan yang disebarkan. Hasilnya menunjukkan bahwa domain yang digunakan tidak terdaftar di bawah naungan pemerintah (go.id) atau lembaga resmi terkait. Domain tersebut justru mengarah ke halaman yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan informasi sensitif lainnya tanpa disertai kebijakan privasi yang standar.

Kedua, penelusuran pada basis data resmi program bantuan sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui situs resmi kemensos.go.id tidak menemukan satu pun informasi mengenai program pendaftaran alat bantu disabilitas model seperti yang diklaim. Program pemerintah terkait biasanya disalurkan melalui puskesmas, rumah sakit, atau dinas sosial setempat dengan prosedur verifikasi ketat, bukan melalui tautan publik yang disebar di media sosial.

Ketiga, konfirmasi dilakukan kepada Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial. Berdasarkan keterangan yang diterima, tidak ada program nasional terbaru yang menggunakan mekanisme pendaftaran daring terbuka lewat link anonim. Petugas menegaskan bahwa setiap pendaftaran bantuan resmi selalu menggunakan kanal terverifikasi, seperti aplikasi Cek Bansos atau langsung melalui petugas di lapangan. Tidak ada perekrutan melalui tautan berantai.

Selain itu, pengecekan metadata tangkapan layar yang beredar menunjukkan indikasi manipulasi gambar. Elemen visual seperti logo dan kop surat ternyata direkayasa dengan mengambil potongan dari dokumen lama yang sudah kadaluarsa. Analisis lebih lanjut pada jaringan penyebaran link mengidentifikasi indikasi taktik phishing, karena setelah tautan diakses, pengguna digiring untuk mengunduh aplikasi tidak dikenal yang berpotensi mengandung malware.

Fakta

Berdasarkan data dan keterangan resmi yang dihimpun, fakta-fakta berikut terkonfirmasi:

1. Tidak ada tautan pendaftaran resmi alat bantu disabilitas yang disebarkan melalui media sosial. Seluruh informasi terkait bantuan disabilitas dari pemerintah hanya diumumkan melalui situs resmi kemensos.go.id, media sosial terverifikasi, atau spanduk di kantor desa/kelurahan.

2. Domain yang digunakan bukan milik instansi pemerintah. Verifikasi menunjukkan domain tersebut tidak tercatat dalam daftar domain resmi pemerintah di bawah pengelolaan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Domain publik seperti ini rentan digunakan untuk pengumpulan data pribadi ilegal.

3. Tidak ada kerja sama dengan organisasi internasional seperti yang dinarasikan. Lurusin mengonfirmasi langsung ke perwakilan beberapa organisasi internasional yang disebut dalam narasi palsu. Semua menyatakan tidak pernah membuka pendaftaran melalui skema seperti itu.

4. Modus serupa telah beberapa kali dilaporkan sebagai penipuan. Basis data pengaduan Kominfo mencatat bahwa tautan serupa dengan pola narasi yang hampir identik pernah digunakan dalam kasus penipuan bantuan sosial di tahun sebelumnya. Modusnya mengarah pada pencurian data atau penipuan berhadiah.

Kesimpulan

Klaim mengenai link pendaftaran untuk mendapatkan alat bantu disabilitas adalah HOAX. Klaim tersebut tidak memiliki dasar resmi dan bertentangan dengan fakta yang diperoleh dari sumber-sumber otoritatif. Masyarakat diimbau untuk tidak mengakses tautan mencurigakan tersebut dan tidak memberikan data pribadi dalam bentuk apa pun. Jika menemukan informasi serupa, disarankan untuk melaporkannya kepada pihak berwenang atau melalui kanal aduan resmi Kemenkominfo. Lurusin menegaskan bahwa verifikasi ini dilakukan tanpa bias, hanya berdasarkan bukti dan data forensik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User