Mubasyier Fatah: Praktisi Siber di Jajaran PP ISNU

Profil Singkat dan Amanah BaruMubasyier Fatah bukan nama asing di ranah keamanan digital Indonesia. Kiprahnya sebagai praktisi keamanan siber telah teruji dalam berbagai proyek nasional. Kini ia menge...

Jul 12, 2026 - 11:23
0 0
Mubasyier Fatah: Praktisi Siber di Jajaran PP ISNU

Profil Singkat dan Amanah Baru

Mubasyier Fatah bukan nama asing di ranah keamanan digital Indonesia. Kiprahnya sebagai praktisi keamanan siber telah teruji dalam berbagai proyek nasional. Kini ia mengemban amanah ganda: selain tetap aktif di dunia teknologi, ia dipercaya menjabat Bendahara Umum Pimpinan Pusat Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU). Penunjukan ini dinilai strategis karena memadukan kompetensi teknis dengan jaringan intelektual Muslim.

Mubasyier lahir dan besar di lingkungan pesantren, namun minatnya pada komputer membawanya menekuni dunia digital sejak muda. Ia dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani kesenjangan antara tradisi keilmuan Islam dan tuntutan modernitas. Bergabungnya di jajaran PP ISNU diharapkan membawa perspektif baru, khususnya dalam pengelolaan keuangan organisasi yang transparan dan aman secara digital.

Jejak di Dunia Keamanan Siber

Sebelum masuk struktur organisasi, Mubasyier telah menghabiskan lebih dari satu dekade di industri keamanan siber. Ia terlibat dalam penanggulangan ribuan insiden peretasan, mulai dari serangan terhadap lembaga pemerintahan hingga korporasi swasta. Keahlian utamanya meliputi forensik digital, audit sistem, dan manajemen risiko siber. Salah satu kontribusinya yang paling dikenal adalah perancangan kerangka respons darurat untuk sektor keuangan pasca-gelombang ransomware pada 2023.

Ia juga aktif sebagai pembicara di berbagai forum internasional. Tahun lalu, ia diundang oleh ASEAN Cyber Capacity Building Programme untuk berbagi pengalaman tentang pengamanan data pemilu. Di tingkat nasional, Mubasyier terlibat dalam penyusunan standar keamanan aplikasi pemerintah melalui kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Reputasi ini yang kemudian membuatnya dilirik oleh kalangan nahdliyin yang ingin memperkuat tata kelola digital organisasi.

Peran di PP ISNU dan Transformasi Digital

PP ISNU adalah wadah para sarjana Nahdlatul Ulama yang tersebar di berbagai disiplin ilmu. Sebagai bendahara umum, Mubasyier bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan organisasi pusat. Tantangan terbesarnya adalah membangun sistem yang akuntabel dan efisien di tengah struktur yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu, ia langsung menginisiasi digitalisasi pencatatan keuangan dengan platform berbasis cloud yang dilengkapi enkripsi berlapis.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Data internal ISNU menunjukkan, dalam dua tahun terakhir, terjadi peningkatan signifikan donasi dan dana hibah yang dikelola. Namun, transparansi masih menjadi isu yang kerap disuarakan anggota. “Kami ingin setiap rupiah tercatat dan bisa diaudit secara real-time,” ujar Mubasyier dalam sebuah diskusi terbatas. Sistem baru ini diharapkan rampung akhir tahun dan menjadi percontohan bagi organisasi sayap NU lainnya.

Selain keuangan, Mubasyier juga mendorong peningkatan literasi digital di kalangan sarjana NU. Ia merancang program pelatihan keamanan siber dasar untuk pengurus wilayah, mengingat maraknya penipuan daring yang mengatasnamakan lembaga keagamaan. Program ini akan diluncurkan secara bertahap mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Respon dan Harapan Publik

Penunjukkan Mubasyier disambut positif oleh banyak pihak. Seorang pengamat organisasi Islam menilai bahwa kehadiran profesional teknologi di jajaran keuangan merupakan keniscayaan di era digital. “Ini sinyal bahwa NU tidak hanya bicara agama, tapi juga adaptif terhadap perubahan zaman,” katanya. Para aktivis muda NU juga berharap agar langkah Mubasyier bisa menginspirasi pengurus di cabang-cabang untuk melek teknologi.

Namun, tidak sedikit yang menanti bukti. Beberapa anggota mengingatkan agar modernisasi tidak melunturkan nilai-nilai tradisional yang dijunjung NU. Mubasyier sendiri menanggapi dengan rendah hati. Ia mengaku masih belajar tentang budaya organisasi yang kental dengan tradisi, namun percaya bahwa integritas dan efisiensi adalah nilai universal yang sejalan dengan ajaran Islam.

Ke depan, ia berencana membentuk divisi baru di bawah bendahara umum yang khusus menangani keamanan siber dan data. Divisi ini akan memastikan bahwa seluruh sistem informasi PP ISNU memenuhi standar perlindungan data pribadi sesuai undang-undang. Dengan pengalaman dan jaringannya, Mubasyier optimis ISNU bisa menjadi organisasi yang modern tanpa kehilangan jati dirinya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User