IKN Raih Penghargaan dari Malaysia, Warga Dunia Beri Sanjungan
Keindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menuai pujian dari berbagai penjuru dunia. Kali ini, Malaysia secara resmi memberikan penghargaan atas pencapaia
Keindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menuai pujian dari berbagai penjuru dunia. Kali ini, Malaysia secara resmi memberikan penghargaan atas pencapaian arsitektur dan tata kota yang diusung oleh ibu kota baru Indonesia tersebut. Sanjungan tidak hanya datang dari negeri jiran, tetapi juga dari warga dunia yang menyaksikan langsung transformasi Kalimantan Timur menjadi pusat pemerintahan masa depan.
Pengakuan Resmi dari Malaysia
Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Wilayah Federal memberikan penghargaan khusus kepada Otorita IKN pada ajang ASEAN Sustainable Urban Development Forum 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori 'Best Future Green Capital Concept'. Menteri Wilayah Federal Malaysia, Dr. Zaliha Mustafa, menyatakan bahwa konsep forest city yang diterapkan di Nusantara menjadi tolok ukur baru bagi ibu kota modern di Asia Tenggara.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung di Plaza Seremoni IKN pada awal Juli 2026. Momen ini menandai pengakuan diplomatis dan teknis atas pembangunan IKN yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan, efisiensi energi, serta integrasi ruang hijau dan hunian.
Penampakan IKN yang Menuai Pujian
Visualisasi dan realitas pembangunan IKN tahap pertama menunjukkan lanskap yang memadukan hutan hujan tropis dengan desain urban futuristik. Kawasan inti pemerintahan dikelilingi oleh koridor hijau yang masih mempertahankan vegetasi endemik Kalimantan, seperti pohon ulin, meranti, dan berbagai spesies anggrek.
Beberapa titik ikonik yang menjadi sorotan antara lain:
- Plaza Seremoni, ruang terbuka publik seluas 12 hektare yang menjadi lokasi penyambutan tamu kenegaraan dan penghargaan dari Malaysia.
- Istana Negara dan Kantor Kementerian Koordinator, yang rampung pada kuartal III-2025 dengan sertifikasi Green Building Platinum.
- Embung dan Danau Buatan yang berfungsi ganda sebagai pengendali air hujan dan area rekreasi, menerapkan teknologi sponge city.
- Sumbu Kebangsaan, koridor sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan Plaza Seremoni dengan Taman Kusuma Bangsa tanpa kendaraan bermotor bertenaga fosil.
Infrastruktur penunjang seperti Bandara VVIP Nusantara dan Jalan Tol IKN juga telah beroperasi terbatas, memfasilitasi kunjungan delegasi internasional yang terus berdatangan untuk melihat langsung progres ibu kota baru.
Warga Dunia Berikan Testimoni Positif
Komentar positif membanjiri platform media sosial dan forum internasional. Banyak pengunjung dari berbagai negara membagikan pengalaman mereka menjelajahi kawasan IKN.
"Ini bukan sekadar ibu kota, tapi pernyataan bahwa Indonesia serius memimpin transisi kota hijau global. Saya tidak melihat beton mendominasi, melainkan pepohonan yang justru menjadi bingkai bangunan-bangunannya," ujar Professor Hiroshi Nakamura, urban planner dari Tokyo University yang menghadiri forum di IKN.
Di platform seperti X (Twitter) dan Reddit, unggahan foto dan video drone IKN kerap menjadi perbincangan hangat. Akun resmi @NusantaraCapital yang dikelola Otorita IKN bahkan telah mencapai lebih dari 3,2 juta pengikut internasional, dengan mayoritas engagement berasal dari pengguna di Amerika Serikat, Eropa, dan sesama negara ASEAN.
Sorotan utama yang sering disebut dalam testimoni publik antara lain:
- Keseimbangan alam dan modernitas, di mana setiap gedung tinggi pemerintah wajib memiliki minimal 40% area hijau.
- Transportasi otonom tanpa emisi, berupa Autonomous Rapid Transit (ART) yang mulai diuji coba pada rute terbatas di KIPP.
- Konsep '10-Minute City', di mana seluruh fasilitas dasar dapat dijangkau dalam waktu 10 menit berjalan kaki atau bersepeda dari hunian ASN.
Progres Terkini dan Rencana Selanjutnya
Hingga Juli 2026, progres pembangunan IKN Tahap 1 telah mencapai 87,4% menurut data dari Kementerian PUPR. Fokus kini bergeser pada penyelesaian hunian ASN gelombang ketiga, pembangunan rumah sakit internasional, serta pusat riset dan inovasi hijau yang akan menjadi hub kolaborasi global.
Otorita IKN menargetkan pada 17 Agustus 2026, upacara bendera HUT RI ke-81 akan kembali digelar di Plaza Seremoni dengan tamu negara yang diproyeksikan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diharapkan semakin menguatkan citra IKN sebagai "taman surga" di jantung Kalimantan yang layak diperhitungkan di pentas arsitektur global.
Comments (0)