2 Raksasa Otomotif Jepang Mau Cabut dari RI, 7.000 Karyawan Bisa Kena PHK

Jakarta – Gelombang kekhawatiran kembali menghantam sektor ketenagakerjaan nasional. Kabar mengenai rencana hengkangnya dua pabrik komponen otomotif raksasa asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam se

Jul 08, 2026 - 00:39
0 0
2 Raksasa Otomotif Jepang Mau Cabut dari RI, 7.000 Karyawan Bisa Kena PHK

Jakarta – Gelombang kekhawatiran kembali menghantam sektor ketenagakerjaan nasional. Kabar mengenai rencana hengkangnya dua pabrik komponen otomotif raksasa asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam semakin santer terdengar. Langkah ekspansi bisnis yang memilih merelokasi pabrik ini diprediksi akan memicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada ribuan buruh di Tanah Air.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Dalam keterangannya, ia mengonfirmasi bahwa dua perusahaan yang dimaksud berlokasi di Jawa Timur dan merupakan pemasok komponen vital di rantai pasok otomotif. Hingga saat ini, identitas lengkap kedua perusahaan tersebut memang belum dibuka secara terang-terangan ke publik.

Petunjuk Inisial Perusahaan

Meski belum mengumumkan nama resmi, Said Iqbal memberikan petunjuk kuat mengenai identitas korporasi tersebut. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kedua pabrik itu berinisial PT J dan PT S. Keduanya diketahui memiliki induk usaha di Jepang dan telah beroperasi cukup lama di Indonesia. Relokasi ke Vietnam dipilih sebagai bagian dari strategi efisiensi dan optimalisasi rantai pasok global yang dilakukan oleh prinsipal mereka.

"Ada dua perusahaan komponen otomotif, PT J dan PT S, yang berencana memindahkan pabriknya dari Jawa Timur ke Vietnam. Ini bukan isu kecil karena menyangkut hajat hidup ribuan buruh," ungkap Said Iqbal dalam pernyataannya.

Ancaman PHK bagi 7.000 Buruh

Potensi PHK dari pemindahan pabrik ini terbilang sangat signifikan. Said Iqbal memperkirakan total terdapat sekitar 7.000 karyawan yang saat ini bekerja di PT J. Namun, ia merinci bahwa dari total jumlah tersebut, skenario terburuknya akan ada sekitar 4.000 karyawan yang kemungkinan besar terkena dampak langsung berupa pemutusan hubungan kerja. Sementara itu, sisanya diharapkan masih dapat diakomodasi oleh mekanisme kerja perusahaan atau skema lainnya.

Angka ini tentu menjadi pukulan telak bagi industri padat karya di Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Pemerintah, melalui para penasihat khusus, disebut tengah berupaya melakukan dialog intensif dengan pihak manajemen perusahaan. Langkah ini diambil untuk menekan angka PHK sekecil mungkin serta memastikan hak-hak normatif buruh, seperti pesangon dan kompensasi lainnya, tetap terpenuhi sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Kekhawatiran publik kini tertuju pada kepastian nasib para pekerja. Media kami akan terus memantau perkembangan negosiasi antara pemerintah, serikat buruh, dan pihak perusahaan untuk memastikan proses transisi ini tidak merugikan para pekerja yang telah mengabdi bertahun-tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User