Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Nikah Pakai 3 Bahasa Sekaligus, Begini Ceritanya

Jakarta - Lurusin.com - Sebuah prosesi akad nikah yang digelar di wilayah Jakarta Selatan pada 4 Juli 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bagaimana tidak, penghulu yang bertugas memimpi

Jul 06, 2026 - 07:30
0 0
Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Nikah Pakai 3 Bahasa Sekaligus, Begini Ceritanya

Jakarta - Lurusin.com - Sebuah prosesi akad nikah yang digelar di wilayah Jakarta Selatan pada 4 Juli 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bagaimana tidak, penghulu yang bertugas memimpin ijab kabul menggunakan tiga bahasa sekaligus: Indonesia, Korea, dan Arab. Momen langka itu terekam dalam video yang kini viral dan menuai banyak pujian dari warganet.

Pengantin perempuan adalah Lisa Putri Erdiyanti, seorang warga negara Indonesia (WNI), sedangkan mempelai pria bernama Lim Sang Beom, warga negara Korea Selatan. Pernikahan beda negara itulah yang membuat sang penghulu, Muhammad Zidni Ilmi dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, berinisiatif memadukan tiga bahasa agar semua pihak bisa memahami dan merasa dihargai dalam momen sakral tersebut.

Awal Mula Penggunaan Tiga Bahasa

Kepada Lurusin.com, Zidni menceritakan bahwa ide menggunakan tiga bahasa muncul setelah ia berkomunikasi dengan keluarga pengantin pria yang sebagian besar berbahasa Korea. "Saya ingin prosesi akad nikah berjalan lancar dan bermakna bagi kedua belah pihak. Karena mempelai pria dan keluarganya dari Korea, saya berusaha menghadirkan sambutan dalam bahasa Korea agar mereka merasa diterima," ujarnya.

Adapun bahasa Arab digunakan untuk pembacaan doa dan lafal ijab kabul yang memang lazim dalam pernikahan Islam. Sementara bahasa Indonesia tetap menjadi pengantar utama dalam prosesi tersebut. Zidni mengaku tidak mengalami kesulitan berarti karena ia telah mempelajari dasar-dasar bahasa Korea secara otodidak serta terbiasa menggunakan bahasa Arab dalam tugas kesehariannya sebagai penghulu.

"Annyeonghaseyo yeroebun. Jeon Achimimnida Indonesa-E osin geoseul. Jinsimeuro hwanyeonghamnida."

Kalimat pembuka dalam bahasa Korea yang diucapkan Zidni tersebut direkam dan diunggah oleh salah satu tamu undangan. Terjemahannya kira-kira, "Halo semuanya. Selamat datang di Indonesia. Kami menyambut kalian dengan tulus." Cuplikan video itu langsung menyebar luas di berbagai platform, memicu komentar positif yang menyanjung keramahan dan profesionalisme sang penghulu.

Tugas Melampaui Administrasi

Muhammad Zidni Ilmi menjelaskan bahwa tugas penghulu tidak sekadar mencatatkan pernikahan secara administratif, melainkan juga memastikan setiap momen memiliki makna spiritual dan emosional. "Pernikahan ini adalah penyatuan dua budaya. Bahasa adalah jembatan agar tidak ada yang merasa asing," tambahnya.

Pihak keluarga kedua pengantin menyampaikan apresiasi mendalam. Mereka menilai pendekatan personal yang dilakukan Zidni membuat suasana menjadi lebih hangat dan akrab, meskipun ada perbedaan bahasa ibu. Menurut informasi yang dihimpun Lurusin.com, KUA Setiabudi memang kerap menangani pernikahan campuran, sehingga para penghulu didorong untuk memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya.

Kejadian ini pun menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan publik dapat berinovasi dalam hal-hal sederhana namun berdampak besar. Warganet berharap praktik semacam ini bisa diikuti oleh penghulu lain di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang kerap menjadi lokasi pernikahan antarbangsa. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton jutaan kali dan mendapat ribuan komentar positif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User