Turis India Digendam di Kuta, Uang Rp 23 Juta Raib
Lurusin.com, Bali — Seorang turis perempuan asal India berinisial SOM (45) menjadi korban pencurian dengan modus hipnotis atau yang kerap dikenal dengan istilah digendam di kawasan Jalan Sunset Roa
Lurusin.com, Bali — Seorang turis perempuan asal India berinisial SOM (45) menjadi korban pencurian dengan modus hipnotis atau yang kerap dikenal dengan istilah digendam di kawasan Jalan Sunset Road, Kuta, Badung. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang tunai dalam berbagai mata uang dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp23 juta.
Kronologi Kejadian
Insiden berawal saat korban sedang berjalan di sekitar Sunset Road, kawasan yang ramai dengan wisatawan dan pusat perbelanjaan. Tanpa disadari, korban didekati oleh orang tak dikenal yang diduga berjumlah dua hingga tiga orang. Pelaku diduga mengajak korban berinteraksi dengan berbagai cara sebelum akhirnya meminta korban mencium sebuah zat beraroma menyengat. Setelah mencium aroma tersebut, korban kehilangan kendali penuh atas kesadarannya.
Dalam kondisi tidak sadar itulah, korban mengikuti arahan pelaku hingga akhirnya seluruh uang yang dibawanya lenyap. Korban baru menyadari peristiwa itu setelah efek zat kimia tersebut mereda dan ia mendapati dompet serta tempat penyimpanan uangnya sudah kosong.
"Korban menerangkan telah kehilangan uang tunai sebesar 100 USD, 9 juta VND, 60 ribu INR, dan Rp 6 juta. Total kerugian sebesar Rp 23.310.000," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, dalam keterangan yang diterima media kami, Sabtu (4/7/2026).
Modus Kejahatan dan Imbauan
Modus pencurian dengan memberikan zat beraroma untuk membuat korban tak sadarkan diri, yang kerap disebut dengan kejahatan digendam, kembali menelan korban di kawasan wisata Bali. Rincian uang yang hilang menunjukkan korban membawa beragam mata uang, termasuk dolar Amerika Serikat, dong Vietnam, rupee India, dan rupiah, sebagai bekal selama berlibur. Uang sebesar itu amat mungkin merupakan seluruh anggaran perjalanan korban.
Menurut laporan yang dihimpun Lurusin.com, polisi telah menerima laporan resmi dan kini melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dari kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Petugas mengimbau wisatawan, baik asing maupun domestik, untuk tidak mudah menerima pemberian benda atau zat apapun dari orang tak dikenal, terutama yang meminta untuk mencium atau menghirupnya. Jika merasa curiga, segera menjauh dan melapor ke pihak keamanan terdekat.
Hingga berita ini ditulis, pelaku masih dalam pengejaran dan identitas mereka sedang dipastikan. Kerugian finansial yang diderita korban cukup signifikan sehingga diharapkan pengungkapan kasus dapat segera dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan yang sedang berlibur di Pulau Dewata.
Comments (0)