Tinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik Keluarga
Jakarta - Kisah inspiratif datang dari seorang perempuan asal Singapura yang membuat keputusan hidup yang tidak biasa. Di tengah karier yang bersinar dan menawarkan kemapanan finansial, ia justru mem
Jakarta - Kisah inspiratif datang dari seorang perempuan asal Singapura yang membuat keputusan hidup yang tidak biasa. Di tengah karier yang bersinar dan menawarkan kemapanan finansial, ia justru memilih untuk melepaskan semua itu demi menyelamatkan bisnis daging panggang warisan keluarganya yang tengah terpuruk. Keputusan yang diambil oleh Joey Low ini sontak menjadi sorotan lantaran besarnya gaji yang rela ia tinggalkan.
Sosok Joey Low bukanlah nama yang asing di industri teknologi finansial. Melansir laporan yang dihimpun media kami dari berbagai sumber, perempuan berusia 30 tahun itu sebelumnya menjabat sebagai product manager di perusahaan bursa aset kripto internasional, OKX. Posisi strategis tersebut memberinya pendapatan tahunan dengan enam digit dalam mata uang dolar Singapura (SGD). Jika dikonversi ke dalam Rupiah, nominal gajinya berada di kisaran miliaran rupiah, sebuah angka yang menjadi impian banyak kaum profesional muda.
Dilema Krisis Bisnis Keluarga
Namun, di balik pencapaian karier pribadinya yang gemilang, ada kegelisahan yang terus mengusik hatinya. Bisnis kuliner keluarganya, Hup Cheong Roasted Food, yang terkenal dengan hidangan daging panggang khasnya, tengah menghadapi tekanan finansial yang signifikan. Usaha yang telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas keluarga itu terancam gulung tikar.
Alih-alih hanya menjadi penonton, Joey Low mengambil langkah drastis pada tahun 2024 lalu. Ia memutuskan untuk meninggalkan zona nyamannya di perusahaan canggih dan kembali ke dapur tradisional keluarganya. Transisi dari seorang eksekutif teknologi menjadi penjaga warung daging panggang jelas bukan hal yang mudah. Namun, bagi Joey, menyelamatkan peninggalan dan perjuangan orang tua adalah panggilan yang jauh lebih berharga dibandingkan tumpukan angka di rekening banknya.
"Saya melihat orang tua saya bekerja sangat keras. Ketika bisnis itu dalam kesulitan, saya tidak bisa hanya berdiam diri. Teknologi bisa saya tinggalkan sementara, tetapi kehilangan resep dan kenangan keluarga adalah sesuatu yang tidak bisa saya beli dengan uang,"
Kini, Joey Low mengalihkan seluruh keahlian analitis dan strategis yang ia dapatkan di perusahaan kripto untuk membenahi manajemen Hup Cheong Roasted Food. Ia mulai mendigitalisasi sistem pemesanan dan memperluas jangkauan pasar agar bisnis daging panggang keluarganya itu mampu bersaing di era modern. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik gelimang angka, ada nilai keluarga dan warisan yang tak ternilai harganya.
Comments (0)