Spanyol — Gol Akhir Merino Akhiri Mimpi Piala Dunia Ronaldo

Stadion bergemuruh, tetapi senyap seketika membekap kubu Selecao. Pada detik-detik yang hampir menyeret laga ke perpanjangan waktu, sebuah umpan silang ter

Jul 08, 2026 - 06:58
0 0
Spanyol — Gol Akhir Merino Akhiri Mimpi Piala Dunia Ronaldo

Stadion bergemuruh, tetapi senyap seketika membekap kubu Selecao. Pada detik-detik yang hampir menyeret laga ke perpanjangan waktu, sebuah umpan silang terukur jatuh di kaki Mikel Merino. Tanpa ampun, gelandang Real Sociedad itu melepaskan tembakan yang bersarang di gawang Diogo Costa. Gol tunggal pada masa injury time itu menjadi vonis dingin bagi Portugal. Spanyol menang 1-0 dan melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. Bagi Cristiano Ronaldo, sang legenda yang menyandang segudang rekor, peluit panjang wasit adalah nada pamungkas mimpi terakhirnya di panggung paling prestisius ini.

Dominasi Spanyol di Babak Pertama

La Roja langsung menggebrak sejak menit kedua. Mikel Oyarzabal, yang tampil sebagai penyerang sayap, melepaskan tendangan jarak jauh yang mengarah ke sudut bawah gawang. Bola masih mampu ditepis oleh kiper andalan Portugal, Diogo Costa. Tekanan bertubi-tubi dari tim asuhan Luis de la Fuente nyaris tak memberi jeda bagi lini pertahanan Selecao. Pada menit ketujuh, Oyarzabal kembali mendapat peluang emas setelah menerima umpan terobosan tajam dari Dani Olmo. Namun, saat berhadapan satu lawan satu, penyelesaiannya justru melebar tipis dari tiang jauh.

Spanyol tidak mengendurkan intensitas. Lamine Yamal, pemain muda sensasional Barcelona, beberapa kali memaksa Diogo Costa bekerja keras. Salah satu upayanya adalah tembakan melengkung yang ditepis kiper Porto itu. Bola muntah disambar Alex Baena, tetapi reaksi cepat Costa kembali menggagalkan peluang tersebut. Sementara itu, Portugal sesekali mencoba membalas lewat serangan balik. Joao Cancelo melepaskan tembakan keras yang masih melambung pada menit ketujuh, sebelum sebuah momen krusial terjadi pada menit ke-25. Umpan silang Pedro Neto disundul Cancelo ke arah gawang, bola ditepis Unai Simon, dan bola liar jatuh di kaki Cristiano Ronaldo di kotak enam yard. Namun, reaksi luar biasa Simon untuk kedua kalinya menyelamatkan gawang Spanyol dari kebobolan. Hingga menit ke-35, penguasaan bola Spanyol mencapai 62 persen, tetapi belum satu pun yang berbuah gol.

Portugal Meningkatkan Intensitas

Menjelang turun minum, justru Portugal yang nyaris membuka skor. Sebuah situasi sepak pojok menghasilkan bola liar di depan kotak penalti. Nuno Mendes, yang maju membantu serangan, melepaskan tembakan keras kaki kiri. Bola membentur mistar gawang Unai Simon. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan. Menit ke-52, Pedro Neto mengirimkan umpan silang rendah berbahaya ke jantung pertahanan Spanyol. Sayangnya, baik Cristiano Ronaldo maupun Joao Felix yang sudah menunggu di tiang dekat gagal menjangkau bola. Peluang itu seolah menjadi simbol frustrasi Portugal: sudah dekat, tetapi selalu mentah.

Di kubu Spanyol, kombinasi Alex Baena dan Lamine Yamal di sisi sayap terus merusak pertahanan Selecao. Keduanya secara bergantian melepaskan tembakan, tetapi ketangguhan Diogo Costa di bawah mistar kembali menjadi tembok kokoh. Bruno Fernandes membuang peluang emas saat tendangan volinya dari luar kotak penalti hanya melenceng tipis. Sementara itu, Dani Olmo yang menusuk dari lini kedua juga belum beruntung karena tembakannya diblok oleh barisan pertahanan Portugal yang digalang Ruben Dias.

“Kami menunjukkan determinasi luar biasa. Para pemain tidak pernah menyerah dan pantas melaju ke babak delapan besar. Ini adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Spanyol.” — ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan.

Gol Penentu dan Mimpi yang Sirna

Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, dewi fortuna memihak Spanyol. Menit ke-90+2, sebuah serangan dari sisi kiri yang dibangun oleh Alex Baena dan Dani Olmo menemui Mikel Merino di kotak penalti. Dalam ruang sempit, Merino melepaskan tembakan first-time yang tak mampu dihalau Diogo Costa. Bola meluncur ke sudut bawah gawang. Gol itu tidak hanya membawa Spanyol ke perempat final untuk menghadapi pemenang laga Amerika Serikat kontra Belgia, tetapi juga mengakhiri perjalanan Portugal di turnamen.

Bagi Cristiano Ronaldo, yang tahun ini menginjak usia 41 tahun, Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi edisi terakhir dalam karier gemilangnya. Sang megabintang, yang telah mencetak lebih dari 900 gol sepanjang karier, tidak mampu menyembunyikan kekecewaan saat peluit panjang dibunyikan. Air mata dan tatapan kosong ia tunjukkan saat berjalan meninggalkan rumput hijau. Mimpi terakhir sang legenda untuk membawa pulang trofi yang belum pernah ia sentuh itu kini benar-benar berakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User