JAKARTA — PSSI Izinkan Suporter Away di Liga 2026/2027

Di tengah persiapan musim kompetisi yang semakin dekat, geliat sepak bola Indonesia mendapatkan babak baru. Larangan kehadiran suporter tim tandang—yang te

Jul 08, 2026 - 06:40
0 0
JAKARTA — PSSI Izinkan Suporter Away di Liga 2026/2027
Di tengah persiapan musim kompetisi yang semakin dekat, geliat sepak bola Indonesia mendapatkan babak baru. Larangan kehadiran suporter tim tandang—yang telah menjadi pagar pembatas sejak tiga tahun silam—kini pelan-pelan akan diturunkan. Keputusan ini menjadi tonggak yang dinanti, namun juga menyisakan jejak trauma yang belum sepenuhnya pulih.

Babak Baru: Suporter Away Kembali Diizinkan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir secara tegas memberikan lampu hijau kepada operator kompetisi, I.League, untuk meniadakan larangan kehadiran suporter away mulai musim 2026/2027. Izin ini disampaikan langsung oleh Erick di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (6/7), seusai jumpa pers Piala Presiden 2026.
“Liga kemarin sudah presentasi ke kami ke PSSI, bahwa ada nanti kelenturan mengenai supporter away. Tetapi ada catatan. Tentu klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh. Karena tidak mudah melobi FIFA,”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pencabutan larangan ini tidak datang tanpa syarat. PSSI menuntut tanggung jawab penuh dari klub-klub peserta sebagai prasyarat mutlak. Tanpa komitmen itu, izin yang telah diperjuangkan melalui lobi panjang ke FIFA bisa kembali dicabut.

Bayang-Bayang Kanjuruhan dan Pengawasan FIFA

Kebijakan larangan suporter away lahir dari duka mendalam. Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022, merenggut sekitar 135 nyawa. Peristiwa itu memaksa PSSI dan operator liga mengambil langkah drastis: tidak ada lagi suporter tim tamu di stadion selama kompetisi bergulir. Kini, setelah lebih dari tiga tahun, FIFA membuka ruang bagi Indonesia untuk kembali menggelar laga dengan kehadiran dua kubu pendukung. Namun, pengawasan tidak akan kendur. Erick menekankan bahwa FIFA memberikan catatan yang kompleks.
“Artinya, saya sudah ingatkan liga, PSSI sudah berupaya, FIFA terbuka, dan saya minta liga dan klub bertanggung jawab dengan tadi keputusannya kalau ini ada away dan sewaktu-waktu itu bisa dicabut kembali,” ucap Erick.
Pernyataan itu menegaskan sifat dari izin ini: probation. Satu insiden tunggal bisa menjadi pemantik yang membatalkan seluruh kelonggaran yang telah diberikan. Dengan kata lain, bola panas kini sepenuhnya berada di tangan liga dan klub.

Klub Jadi Garda Terdepan, Beban di Pundak Manajemen

PSSI dan I.League tidak akan berperan sebagai eksekutor lapangan. Struktur tanggung jawab didesain agar setiap klub menjadi filter dan pengendali utama bagi pendukungnya. Mulai dari penjualan tiket, pengaturan akses masuk, hingga pengamanan di dalam stadion, semuanya harus terintegrasi dalam standar prosedur yang ketat. Erick tidak menyebut secara rinci mekanisme pengawasan, namun ia memberi sinyal bahwa evaluasi akan berlangsung secara berkelanjutan. Bila terjadi pelanggaran, pencabutan izin akan bersifat seketika. Ini adalah pesan yang dingin, terukur, dan tanpa kompromi. Di sisi lain, Erick juga menyisipkan kekhawatiran personalnya terhadap tren kekerasan di Indonesia.
“Kita harus pastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat. Dan sangat sedih kalau kita lihat kasus kekerasan itu di Indonesia makin tinggi hari ini,” kata dia.
Ungkapan itu bukan sekadar retorika. Data kekerasan di Indonesia memang menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dan dunia sepak bola, dengan tensi massal di tribun, berpotensi menjadi salah satu titik rawan.

Jadwal Kompetisi: Super League dan Championship Dimulai September

Musim depan akan diawali setelah agenda tim nasional Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 berakhir. Kompetisi kasta pertama, Super League, dijadwalkan bergulir pada 4 September. Sementara itu, kasta kedua, Championship, akan menyusul pada 18 September. Dengan waktu yang semakin sempit, I.League dan klub-klub peserta harus segera mempersiapkan infrastruktur keamanan serta protokol yang andal. Musim 2026/2027 bukan hanya tentang pemenang trofi, tetapi juga tentang pembuktian bahwa suporter Indonesia bisa hadir di stadion tanpa kehilangan nyawa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User