Jakarta – Bobby Nasution Umumkan SMK Pariwisata Gratis di Samosir Segera Dibangun
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengonfirmasi bahwa proyek pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan bidang pariwisata di Kabupaten Samos
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengonfirmasi bahwa proyek pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan bidang pariwisata di Kabupaten Samosir telah memasuki tahap siap konstruksi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (7/7).
“Kami sedang membangun sekolah unggulan di Samosir. Ini akan menjadi SMK Pariwisata,” ujar Bobby Nasution.Pernyataan ini menandai langkah konkret pertama dari rencana yang sebelumnya kerap muncul sebagai wacana pengembangan sumber daya manusia di kawasan Danau Toba. Dengan rampungnya Detail Engineering Design (DED) dan tersedianya lahan yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Samosir, proyek tersebut kini berada pada fase pra-kontruksi dan tinggal menunggu realisasi pembangunan fisik.
Skema Boarding School dan Pembiayaan Penuh
SMK Pariwisata ini dirancang dengan sistem boarding school—seluruh peserta didik akan tinggal di asrama yang dikelola oleh institusi pendidikan tersebut. Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa seluruh biaya pendidikan, termasuk biaya hidup selama di asrama, akan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara.“Skemanya adalah boarding dan semua biaya ditanggung pemerintah, bukan hanya materi pembelajaran, tetapi juga kesiapan mental siswa,” tegasnya.Pendekatan ini mengindikasikan bahwa pemerintah provinsi tidak hanya berinvestasi pada transfer pengetahuan teknis pariwisata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan mental lulusan. Dengan menanggung seluruh biaya, akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di sekitar kawasan Danau Toba akan terbuka lebih luas. Model pembiayaan seperti ini tergolong langka untuk jenjang SMK di Sumatera Utara dan dapat menjadi tolok ukur baru bagi kebijakan pendidikan vokasi daerah.
Kesiapan Lahan dan Desain Teknis
Dua prasyarat utama sebuah proyek infrastruktur publik—ketersediaan lahan dan dokumen perencanaan teknis—telah dipenuhi. Pemkab Samosir telah menyediakan lahan untuk kompleks sekolah dan asrama, sementara DED telah selesai disusun. Hal ini membedakan inisiatif tersebut dari banyak program lain yang masih tertahan pada tahap studi kelayakan atau sengketa lahan.“Tanahnya sudah kami siapkan, untuk tinggal kami membangun. Jadi DED-nya sudah kami buat,” jelas Bobby Nasution.DED yang telah rampung menunjukkan bahwa spesifikasi teknis bangunan, ruang kelas, laboratorium praktik perhotelan, tata boga, dan pemanduan wisata sudah terdefinisi hingga tingkat detail yang cukup untuk memulai proses lelang atau penunjukan kontraktor pelaksana. Namun, belum ada rilis resmi dari Pemprov Sumut mengenai nilai proyek, jadwal lelang, atau target waktu operasional sekolah.
Konteks: Danau Toba sebagai Destinasi Kelas Dunia
Pembangunan SMK Pariwisata ini tidak dapat dilepaskan dari strategi besar pemerintah pusat dan daerah untuk mengakselerasi Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas nasional. Dalam forum yang sama, Bobby Nasution mengaitkan langsung keberadaan sekolah dengan kebutuhan tenaga kerja lokal yang terampil dan siap pakai di sektor perhotelan, restoran, dan jasa wisata. Pendekatan industri kreatif juga disinggung sebagai kerangka transformasi pengelolaan budaya Sumut. Gubernur menyatakan bahwa pelestarian budaya Batak tidak hanya dilakukan melalui festival atau ritual, tetapi juga melalui pengemasan komersial yang profesional. Dalam konteks inilah lulusan SMK Pariwisata diharapkan menjadi garda terdepan yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga mengkurasi dan mengkomersialkan warisan budaya. Di luar sektor pendidikan, isu air bersih turut mencuat. Bobby Nasution mengusulkan integrasi seluruh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Sumatera Utara untuk mengatasi persoalan distribusi dan kelangkaan air bersih—sebuah langkah yang akan berdampak langsung pada kelayakan hidup masyarakat dan daya dukung fasilitas pariwisata di kawasan Samosir.Aspirasi PSBI dan Catatan Lingkungan
Ketua Umum PSBI, Effendi Simbolon, dalam kesempatan yang sama menyampaikan tiga aspirasi kepada Gubernur Sumut. Pertama, kelangkaan air bersih dan kebutuhan irigasi di Samosir yang mendesak. Kedua, tuntutan agar operasional Aquafarm—perusahaan akuakultur di perairan Danau Toba—menerapkan pengolahan limbah tanpa harus menutup operasional, sebagai upaya menjaga kualitas air danau. Ketiga, pentingnya pelestarian budaya Batak sebagai identitas leluhur. Aspirasi ini tidak bertentangan dengan rencana pembangunan SMK. Malah, sekolah pariwisata yang andal memerlukan lingkungan yang sehat dan budaya yang hidup sebagai laboratorium alam dan sosial bagi siswanya. Tuntutan agar Aquafarm mengelola limbah secara ketat menjadi relevan: pencemaran danau akan merusak ekosistem sekaligus nilai jual wisata yang menjadi andalan kurikulum sekolah.Rangkuman Fakta Kunci
- Proyek: SMK unggulan pariwisata dengan sistem boarding school di Samosir.
- Sumber Dana: APBD Provinsi Sumatera Utara (pembiayaan penuh).
- Status Lahan: Telah disiapkan oleh Pemkab Samosir.
- Status Desain: DED telah rampung.
- Tujuan Strategis: Mendukung Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia.
- Keterkaitan Sektor: Integrasi PDAM se-Sumut diusulkan; tuntutan pengelolaan limbah Aquafarm.
- Belum Tersedia: Rincian anggaran, jadwal lelang, target operasional.
Comments (0)