Serba-serbi Rumah di Benhil Ambruk karena Longsor Pinggir Kali

Kejadian nahas menimpa sebuah rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat dini hari. Rumah tersebut ambruk akibat tanah di tepi Kanal Banjir Barat (KBB) mengalam

Jul 06, 2026 - 13:36
0 0
Serba-serbi Rumah di Benhil Ambruk karena Longsor Pinggir Kali

Kejadian nahas menimpa sebuah rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat dini hari. Rumah tersebut ambruk akibat tanah di tepi Kanal Banjir Barat (KBB) mengalami abrasi dan longsor, menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Lurusin.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan Administrasi Negara I, RT 01 RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir. Tidak hanya bangunan rumah kos yang ambruk, sebuah tempat pembuangan sampah di dekatnya juga ikut terdampak longsor. Material bangunan dan tanah tampak berserakan hingga ke bibir kali, menandakan betapa cepatnya proses amblas terjadi.

Kronologi Kejadian

Detik-detik ambruknya rumah tersebut terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Rekaman video itu kemudian beredar luas di media sosial, memperlihatkan bagaimana tanah di bantaran kali tiba-tiba amblas dan menyeret bangunan di atasnya. Warga setempat yang menyaksikan kejadian langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Anggota mendapat laporan dari warga bahwa ada rumah yang ambruk atau tanah longsor," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, Jumat (26/6/2026).

Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya langsung menuju lokasi begitu menerima laporan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena rumah dalam keadaan kosong saat longsor terjadi. Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat seluruh bangunan utama hancur dan tidak bisa ditempati lagi. Beberapa barang milik pemilik rumah juga ikut tertimbun longsor.

Penyebab dan Faktor Risiko

Dugaan sementara, abrasi di pinggir Kanal Banjir Barat menjadi pemicu utama longsor. Kanal ini seringkali menjadi titik rawan longsor, terutama saat musim hujan atau adanya perubahan aliran air yang mengikis tanah di sekitarnya. Rumah yang ambruk berada tepat di tepi kali, sehingga tanah fondasinya terus tergerus air tanpa henti. Akibatnya, kekuatan tanah menurun drastis dan akhirnya tak mampu menopang beban bangunan.

Warga sekitar sudah lama mengeluhkan kondisi bantaran kali yang kian labil. Beberapa kali retakan tanah terlihat di sekitar permukiman, namun belum ada penanganan permanen dari pihak terkait. Kejadian ini menjadi peringatan keras akan pentingnya pengamanan tebing kali di pemukiman padat penduduk, khususnya di sepanjang KBB yang memiliki arus air cukup deras. Pakar geologi menyarankan agar dilakukan pengecekan menyeluruh pada struktur tanah di sekitar area tersebut untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Respons dan Tindakan Selanjutnya

Setelah kejadian, petugas dari Polsek Tanah Abang bersama unsur pemerintah kelurahan dan dinas terkait langsung melakukan asesmen. Area sekitar rumah ambruk dipasangi garis polisi untuk mencegah warga mendekat dan mengantisipasi longsor susulan. Tim dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat juga diterjunkan untuk mengecek kondisi fisik kanal dan kemungkinan perbaikan darurat. Mereka akan memetakan titik-titik rawan lain di sepanjang bantaran KBB.

Kapolsek menegaskan bahwa saat ini prioritas adalah memastikan keamanan warga dan mencegah perluasan dampak. "Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak longsor ini, sekaligus mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya. Pihaknya juga mengimbau warga yang bermukim di pinggir kali untuk lebih waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda tanah retak atau pergerakan tanah yang mencurigakan.

Sementara itu, pemilik rumah diminta untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan normalisasi dan penguatan tebing di sepanjang bantaran KKB yang masuk kategori rawan. Media kami akan terus memantau perkembangan penanganan bencana ini dan mendorong agar langkah preventif segera diambil guna melindungi keselamatan warga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User