Serang – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar upacara tabur bunga y

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, upacara di Selat Sunda dipimpin langsung oleh Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Hengki. Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Gubernur Banten, Dimyat

Jul 08, 2026 - 05:42
0 0
Serang – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar upacara tabur bunga y

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, upacara di Selat Sunda dipimpin langsung oleh Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Hengki. Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, beserta jajaran pejabat utama Polda Banten dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Prosesi di Atas Gelombang Selat Sunda

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel dan penghormatan yang dipusatkan di Markas Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Kota Cilegon. Selepas apel, rombongan bergerak menaiki kapal patroli milik Ditpolairud menuju titik tertentu di perairan Selat Sunda. Di tengah lautan yang tenang, prosesi berlangsung dengan hidmat; satu per satu taburan kelopak bunga dilepas ke atas gelombang, diiringi doa bersama untuk para syuhada yang gugur dalam menjaga kemerdekaan dan kedaulatan nusantara.

Pemilihan Selat Sunda sebagai lokasi upacara bukanlah tanpa alasan. Perairan ini menyimpan jejak panjang sejarah maritim dan perjuangan bangsa, sekaligus menjadi simbol pengabdian tanpa batas para personel kepolisian, khususnya Polairud, yang senantiasa menjaga keamanan di wilayah perbatasan laut.

"Tabur bunga ini merupakan manifestasi rasa syukur sekaligus penghormatan tertinggi kami kepada para pendahulu yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk bangsa. Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa setiap tetes keringat dan darah mereka menjadi fondasi bagi kami untuk terus berbenah demi memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," ujar Kapolda Banten Irjen Hengki dalam keterangannya usai prosesi, seperti dikutip media kami.

Ziarah dan Penghormatan di Taman Makam Pahlawan

Selain tabur bunga di laut, jajaran Polda Banten juga melanjutkan kegiatan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Serang. Di tempat peristirahatan terakhir para pejuang tersebut, Kapolda bersama Wakil Gubernur dan perwira polisi melakukan penghormatan, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di atas pusara para pahlawan. Momen hening sejenak terasa begitu dalam, mencerminkan rasa kehilangan sekaligus kebanggaan terhadap pengorbanan yang tak akan pernah lekang oleh zaman.

Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Polda Banten. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi kepolisian dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda.

"Kami sangat mengapresiasi upacara yang digelar Polda Banten ini. Tradisi seperti ini harus terus dijaga agar anak cucu kita memahami bahwa kemerdekaan dan keamanan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan dan pengorbanan. Kolaborasi pemerintah dan Polri harus semakin erat untuk mewujudkan Banten yang aman dan sejahtera," tuturnya, seperti dilansir laporan media kami.

Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan Semangat Baru

Seluruh rangkaian kegiatan yang digelar Polda Banten tersebut bersifat tertutup dan menerapkan protokol keamanan ketat. Kapal patroli yang digunakan pun disterilkan dari lalu lintas perairan umum selama prosesi berlangsung demi keselamatan bersama. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung semangat kebangkitan dan penguatan komitmen Korps Bhayangkara dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks, mulai dari kejahatan siber hingga pengamanan jalur logistik nasional di perairan seperti Selat Sunda.

Dengan rampungnya prosesi tabur bunga dan ziarah ini, Polda Banten berharap momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 semakin mendekatkan sosok polisi dengan hati masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi alarm moral bahwa pengorbanan pahlawan harus dijawab dengan pelayanan prima dan integritas tanpa cela dari setiap insan Bhayangkara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User