Sekali Lagi Prabowo Sentil Mereka yang Tolak MBG

Gorontalo, Lurusin.com – Presiden Prabowo Subianto kembali melayangkan kritik tajam kepada pihak-pihak yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pidatonya di acara Puncak Pekan Nasiona

Jul 06, 2026 - 13:52
0 0
Sekali Lagi Prabowo Sentil Mereka yang Tolak MBG

Gorontalo, Lurusin.com – Presiden Prabowo Subianto kembali melayangkan kritik tajam kepada pihak-pihak yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pidatonya di acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), Prabowo menegaskan bahwa kelaparan dan perbaikan gizi merupakan masalah krusial yang harus segera diselesaikan di Indonesia. Di tengah-tengah pidato, perhatiannya sempat teralihkan oleh sekelompok peserta yang membentangkan kain putih bertuliskan ‘Lanjutkan MBG’. Dengan gestur akrab namun bersemangat, ia menanggapi aksi tersebut.

“Sabar dulu, ya. Aku harus, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu, ya,” ujar Prabowo sambil menunjuk ke arah kelompok tersebut.

Momen spontan itu bukan sekadar selingan, melainkan cermin dari keteguhan Presiden dalam memperjuangkan program yang sejak awal menjadi tulang punggung kebijakan pangannya. Prabowo berulang kali menyampaikan bahwa akses pangan bergizi adalah hak asasi setiap warga negara, dan penolakan terhadap MBG dianggapnya sebagai bentuk pengabaian terhadap masa depan anak-anak Indonesia yang masih bergelut dengan stunting dan malnutrisi.

Kelaparan Adalah Ancaman Nyata

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan bahwa Indonesia masih dihadapkan pada angka malnutrisi yang mengkhawatirkan. Laporan dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa satu dari tiga anak di bawah lima tahun mengalami stunting, kondisi yang mengancam kemampuan kognitif dan produktivitas mereka di masa depan. “Ini bukan hanya tentang makanan, ini soal kedaulatan manusia Indonesia. Tidak mungkin kita membangun bangsa yang kuat dengan generasi yang tumbuh dalam lapar,” tegasnya, seperti dikutip tim liputan media kami.

Presiden juga menyoroti bahwa suara-suara yang menentang MBG kerap kali tidak memahami skala darurat gizi yang sedang dihadapi. Ia mengingatkan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk mengisi perut, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Petani, nelayan, peternak, dan UMKM lokal menjadi pemasok utama bahan baku MBG, sehingga setiap rupiah yang dialokasikan berputar di dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan di desa-desa.

Dukungan Mengalir dari Akar Rumput

Panas XVII yang dihadiri ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia menjadi bukti nyata bahwa MBG mendapat tempat di hati masyarakat. Spanduk yang dibentangkan secara spontan itu bukanlah rekayasa, melainkan ekspresi dukungan dari kalangan yang merasakan langsung manfaat program. Para petani sayur di Gorontalo, misalnya, mengaku pendapatan mereka naik signifikan sejak menjadi pemasok tetap dapur-dapur MBG. Sementara nelayan mengungkapkan bahwa hasil tangkapan mereka kini memiliki harga dasar yang lebih stabil karena ada jaminan serapan.

Seorang peserta Penas yang enggan disebutkan namanya berujar kepada tim liputan kami, “Kami butuh program ini terus berjalan. Bukan cuma untuk anak-anak biar tidak kelaparan, tapi juga untuk menghidupkan kembali pertanian dan perikanan di kampung. Kalau MBG jadi, kami bisa berdaya.”

Pesan simpatik Prabowo kepada pembawa spanduk – yang ia sebut “anak-anak” – sekaligus menjadi pesan tersirat kepada para penolak MBG: bahwa suara rakyat kecil lebih penting daripada bantahan elite. Dengan sikap konsisten ini, Prabowo seakan menutup rapat pintu bagi keraguan terhadap MBG. Di bawah langit Gorontalo, ia kembali mengingatkan bahwa menolak program ini sama artinya dengan menolak upaya memuliakan manusia Indonesia, mulai dari perut, lalu otak, dan akhirnya masa depan bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User