Sejumlah Saluran Irigasi di Bogor Hilang, Pemkab Mulai Normalisasi

Lurusin.com, Bogor – Persoalan saluran irigasi yang hilang di sejumlah titik di Kabupaten Bogor kini mulai ditangani serius oleh pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaporkan te

Jul 06, 2026 - 13:06
0 0
Sejumlah Saluran Irigasi di Bogor Hilang, Pemkab Mulai Normalisasi

Lurusin.com, Bogor – Persoalan saluran irigasi yang hilang di sejumlah titik di Kabupaten Bogor kini mulai ditangani serius oleh pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaporkan telah memulai proses normalisasi untuk mengembalikan fungsi saluran air yang vital bagi pertanian dan pengairan penduduk tersebut.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Pulihkan Irigasi

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa fenomena hilangnya saluran irigasi ini telah terpantau di beberapa lokasi. Menurutnya, saluran irigasi yang semestinya menjadi urat nadi pertanian justru banyak yang lenyap atau beralih fungsi akibat berbagai faktor. Alih fungsi lahan, pendangkalan, hingga sedimentasi parah menjadi beberapa penyebab utama yang diidentifikasi sementara. Kondisi ini mengancam distribusi air ke ribuan hektare sawah yang selama ini bergantung pada jaringan irigasi tersebut.

“Beberapa saluran irigasi banyak yang hilang, tetapi kami berupaya hari ini yang mana daerah irigasi, kami berkolaborasi dengan BBWS, dengan PSDA, berkolaborasi bersama-sama untuk mengaktifkan kembali beberapa saluran-saluran irigasi yang ada,” ujar Rudy Susmanto kepada Lurusin.com, Jumat (3/7/2026).

Pernyataan itu menegaskan bahwa upaya normalisasi tidak dilakukan sendirian oleh Pemkab. Kolaborasi lintas instansi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) diharapkan mampu mempercepat pemulihan fungsi irigasi yang telah lama terbengkalai. BBWS sebagai penanggung jawab wilayah sungai dan PSDA yang memiliki kewenangan teknis akan turun langsung melakukan identifikasi, pemetaan, dan pengerukan sedimen di saluran-saluran prioritas. Sinergi ini juga mencakup perbaikan pintu air, tanggul, dan bangunan penunjang lainnya agar sistem irigasi dapat beroperasi secara optimal.

Dampak ke Pertanian dan Rencana Pemkab

Hilangnya saluran irigasi di Bogor dikhawatirkan berdampak langsung pada produktivitas pertanian, terutama di kawasan yang mengandalkan irigasi teknis. Beberapa petani di wilayah tersebut sempat mengeluhkan sulitnya air untuk mengairi sawah pada musim tanam kali ini. Normalisasi diharapkan dapat menjamin distribusi air merata, mengurangi potensi gagal panen akibat kekeringan di musim kemarau, sekaligus memulihkan kepercayaan para petani terhadap pengelolaan sumber daya air daerah.

Pemkab Bogor berencana memetakan seluruh saluran irigasi yang bermasalah dalam waktu dekat. Proses normalisasi akan diprioritaskan pada jalur irigasi primer dan sekunder yang menghubungkan sawah-sawah produktif. Pemerintah daerah menargetkan agar sebagian besar saluran sudah kembali berfungsi sebelum puncak musim tanam berikutnya, sehingga aktivitas pertanian tidak kembali terganggu. Selain pengerukan, perbaikan pintu air dan tanggul juga akan dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pengairan secara menyeluruh.

Lurusin.com juga mencatat bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program jangka panjang pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga infrastruktur irigasi agar mampu mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Dengan dukungan penuh dari BBWS dan PSDA, normalisasi ditargetkan selesai secara bertahap, dimulai dari daerah irigasi yang paling kritis. Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan saluran yang hilang, tetapi juga mencegah terulangnya kerusakan di masa depan melalui pengawasan dan pemeliharaan rutin.

Pihak terkait mengimbau masyarakat, khususnya para petani dan pemilik lahan di sekitar saluran irigasi, untuk turut serta menjaga dan tidak mengalihfungsikan saluran demi kepentingan pribadi. Pengawasan bersama menjadi kunci agar saluran irigasi yang telah dinormalisasi tidak kembali hilang dan tetap berfungsi sebagai penopang utama pertanian Bogor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User