Jenazah Khamenei Tiba di Teheran, Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan

Teheran – Suasana duka menyelimuti ibu kota Iran pada Jumat (3/7) saat jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tiba di Grand Mosalla, kompleks ibadah dan pusat seremoni terbesar

Jul 06, 2026 - 13:06
0 0
Jenazah Khamenei Tiba di Teheran, Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan

Teheran – Suasana duka menyelimuti ibu kota Iran pada Jumat (3/7) saat jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tiba di Grand Mosalla, kompleks ibadah dan pusat seremoni terbesar di Teheran. Kedatangan peti jenazah yang terbungkus bendera Republik Islam Iran itu disambut ribuan pelayat yang telah menunggu sejak pagi, menandai dimulainya rangkaian prosesi pemakaman yang diperkirakan akan dihadiri oleh jutaan warga dari seluruh penjuru negeri.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari lapangan, peti jenazah diarak masuk ke dalam Grand Mosalla dengan pengawalan ketat dari Pasukan Garda Revolusi. Para pelayat, yang sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol berkabung, tampak berdesakan sambil membawa foto sang mendiang dan spanduk bertuliskan "Pemimpin Kami, Martir Kami". Bunga mawar merah dan hiasan kupu-kupu putih yang digantung di langit-langit turut menghiasi lokasi, memberikan nuansa khidmat sekaligus mengharukan di tengah lautan manusia yang terus memadati area tersebut sebelum upacara resmi dimulai.

Upacara di Tengah Ketegangan Kawasan

Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, tewas dalam serangan gabungan yang menurut Teheran dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Insiden itu telah memicu eskalasi ketegangan di Timur Tengah dan menuai kecaman keras dari berbagai negara sekutu Iran. Pemerintah Iran sendiri menyebut kematian Khamenei sebagai "kejahatan perang" dan berjanji akan membalas secara proporsional.

Seremoni pemakaman ini dirancang sebagai acara kenegaraan besar-besaran. Grand Mosalla yang memiliki kapasitas hingga ratusan ribu orang menjadi titik awal sebelum jenazah akan dibawa ke beberapa kota suci dan akhirnya dikebumikan di kompleks Maqam-e Emam Khomeini, bersebelahan dengan pendiri Republik Islam. Sementara itu, ratusan ribu personel keamanan dikerahkan untuk mengantisipasi potensi serangan susulan dan mengamankan arus massa.

"Kami kehilangan seorang pemimpin yang tidak hanya membela kedaulatan Iran, tetapi juga menjadi lentera bagi perlawanan di seluruh kawasan. Darahnya akan menyulut semangat baru bagi generasi mendatang," ujar seorang pejabat tinggi Iran dalam pernyataan yang dikutip oleh media kami.

Reaksi Internasional dan Transisi Kekuasaan

Di tengah persiapan pemakaman, Dewan Ahli Iran dilaporkan telah menggelar sidang darurat untuk membahas suksesi. Meskipun konstitusi menetapkan mekanisme pemilihan pemimpin tertinggi baru, analis politik memperkirakan bahwa kandidat kuat akan berasal dari kalangan ulama senior yang sejalan dengan garis politik Khamenei. Sementara itu, dunia internasional turut memantau situasi dengan khawatir, terutama terkait potensi pembalasan Iran dan dampaknya terhadap stabilitas global.

Laporan media kami dari berbagai sumber menyebutkan bahwa sejumlah pemimpin negara sahabat, termasuk dari poros perlawanan di Lebanon, Irak, dan Yaman, dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran ini semakin menegaskan peran sentral Khamenei dalam membentuk aliansi geopolitik di kawasan yang kerap berseberangan dengan kepentingan Barat.

Hingga berita ini diturunkan, prosesi pemakaman masih berlangsung dan diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan. Masyarakat Iran pun tampak larut dalam kesedihan sekaligus kebanggaan atas warisan pemimpin yang telah membawa mereka melalui berbagai krisis dan isolasi internasional selama puluhan tahun. (Laporan Lurusin.com)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User