Rudal Korut Goyang Bursa Asia, IHSG Justru Ditutup Menghijau
Jakarta — Ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea kembali mengguncang pasar keuangan regional pada perdagangan hari ini. Peluncuran rudal balistik oleh
Jakarta — Ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea kembali mengguncang pasar keuangan regional pada perdagangan hari ini. Peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara yang melintasi wilayah udara Jepang memicu aksi jual di bursa-bursa utama Asia, menyeret sejumlah indeks ke zona merah. Namun, di tengah tekanan regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan daya tahan luar biasa dan justru berhasil ditutup di wilayah positif.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen ke level 7.196,75 dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi ketika indeks acuan di Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong kompak melemah akibat meningkatnya persepsi risiko atas eskalasi konflik di kawasan.
Kronologi Peluncuran Rudal dan Respons Pasar
Rudal yang diduga berjenis Hwasong-15 ini memiliki jangkauan lebih dari 13.000 kilometer dan dilaporkan jatuh di perairan Samudera Pasifik setelah melewati langit Hokkaido. Pemerintah Jepang melalui sistem J-Alert segera mengeluarkan peringatan darurat kepada warganya. Berikut rangkaian peristiwa dan dampaknya terhadap bursa regional:
- Pukul 07.22 waktu setempat (05.22 WIB): Korea Utara meluncurkan rudal dari situs dekat Pyongyang. Militer Korea Selatan mengonfirmasi bahwa proyektil terbang ke arah timur dan melintasi Jepang.
- Sesi pembukaan bursa Tokyo (09.30 WIB): Indeks Nikkei 225 langsung anjlok lebih dari 400 poin atau 1,29 persen ke 31.562,45, mencerminkan kecemasan investor terhadap stabilitas rantai pasok dan keamanan regional.
- Sesi awal di Seoul dan Hong Kong: Bursa KOSPI turun 0,92 persen sementara Hang Seng melemah 0,74 persen. Aksi jual meluas ke saham-saham teknologi dan manufaktur yang memiliki eksposur tinggi ke Jepang dan Korea.
- Sesi perdagangan IHSG (09.00–16.00 WIB): Dibuka melemah tipis 0,1 persen, indeks perlahan pulih setelah aksi beli selektif masuk ke saham perbankan, energi, dan barang konsumsi. IHSG akhirnya ditutup di zona hijau.
Mengapa IHSG Bisa Bertahan di Tengah Badai Regional?
Analis senior dari NH Korindo Sekuritas, Dimas Ardiansyah, menilai ketahanan IHSG tidak lepas dari struktur pasar domestik yang lebih tebal dibanding bursa tetangga. “Investor ritel dan institusi lokal tidak mudah terpancing sentimen geopolitik yang bersifat temporer. Mereka lebih fokus pada rilis kinerja emiten dan prospek suku bunga,” jelasnya.
“Saat bursa Asia lain ditekan isu rudal, IHSG justru mendapatkan momentum dari kenaikan harga batu bara dan CPO, serta realisasi belanja pemerintah yang mulai terlihat,” tambah Dimas.
Faktor-faktor kunci pendukung performa IHSG hari ini:
- Dominasi investor ritel domestik: Transaksi harian menunjukkan investor asing mencatatkan net sell hampir Rp500 miliar, namun aksi beli investor lokal sebesar Rp1,2 triliun mampu menyerap tekanan dan mendorong indeks naik.
- Lonjakan harga komoditas unggulan: Harga batu bara Newcastle menguat 2,3 persen ke USD 148/ton dan CPO naik 1,7 persen, mendorong saham PTBA (+4,2%), ITMG (+3,8%), dan AALI (+2,5%).
- Musim laporan keuangan semester I-2023: Sejumlah emiten big cap seperti BBCA, BMRI, dan TLKM melaporkan pertumbuhan laba dua digit, menjadi katalis positif bagi investor.
- Stabilitas nilai tukar rupiah: Rupiah bergerak stabil di kisaran Rp15.250–Rp15.300 per dolar AS meski ketegangan global meningkat, memberikan kepastian bagi pasar modal.
Perbandingan Kinerja Bursa Regional Akibat Rudal Korut
| Indeks | Perubahan (Poin) | Perubahan (%) | Penutupan |
|---|---|---|---|
| IHSG (Indonesia) | +24,13 | +0,34 | 7.196,75 |
| Nikkei 225 (Jepang) | -412,50 | -1,29 | 31.562,45 |
| KOSPI (Korsel) | -22,80 | -0,92 | 2.457,30 |
| Hang Seng (Hong Kong) | -125,78 | -0,74 | 16.890,12 |
| Shanghai Composite | -18,45 | -0,56 | 3.256,10 |
Data: Bloomberg dan Bursa Efek Indonesia, diolah per 16.15 WIB.
Dengan penutupan di zona hijau, pelaku pasar memperkirakan IHSG akan menguji level resisten 7.250 dalam jangka pendek, asalkan ketegangan geopolitik tidak kembali memanas. Namun, investor tetap diminta mewaspadai potensi pembalikan arah jika Dewan Keamanan PBB atau AS merespons dengan sanksi baru yang dapat mengganggu aliran modal asing.
“Jika eskalasi mereda dalam waktu dekat, IHSG punya peluang melanjutkan penguatan ditopang data domestik yang solid. Sebaliknya, jika konflik meluas, arus modal keluar bisa terjadi, terutama dari investor asing yang sensitif terhadap risiko geopolitik,” pungkas Dimas Ardiansyah.
[SOCIAL_TWEET]: Di saat bursa Asia berdarah-darah karena rudal Korut, IHSG kita malah menghijau +0,34% ke 7.196,75! Dominasi investor ritel & komoditas unggulan jadi tameng. #IHSG #BursaAsia #RudalKorut[SOCIAL_TG]: 📉 Tokyo, Seoul, Hong Kong melemah karena rudal Korut... tapi 🇮🇩 IHSG malah menguat 🟢 +0,34%. Kunci: investor lokal gak panik, saham energi & CPO melaju, laba emiten moncer. Tetap waspada, ya!
Comments (0)