RI Berpeluang Peroleh Pendanaan US$ 260 Juta buat Lindungi Ekosistem Laut

Indonesia membuka peluang besar untuk mendapatkan dukungan pendanaan internasional senilai hingga US$ 260 juta. Dana tersebut akan dialokasikan melalui berbagai skema kerja sama guna mendukung progra

Jul 08, 2026 - 19:26
0 0
RI Berpeluang Peroleh Pendanaan US$ 260 Juta buat Lindungi Ekosistem Laut

Indonesia membuka peluang besar untuk mendapatkan dukungan pendanaan internasional senilai hingga US$ 260 juta. Dana tersebut akan dialokasikan melalui berbagai skema kerja sama guna mendukung program konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, serta pembangunan Ocean Centres di Tanah Air.

Peluang pendanaan ini mencuat setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan empat komitmen anyar Pemerintah Indonesia dalam memperkuat tata kelola laut berkelanjutan. Penyampaian komitmen tersebut dilakukan di hadapan forum internasional pada konferensi kelautan Our Ocean Conference (OOC) ke-11 yang berlangsung di Mombasa, Kenya.

"Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim," ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).

Komitmen pertama yang disampaikan adalah pengelolaan ruang laut secara terintegrasi dan berbasis ekosistem. Pemerintah mendorong keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan perlindungan ekologi melalui perencanaan tata ruang laut yang komprehensif. Langkah ini bertujuan memastikan aktivitas industri kelautan tidak mengorbankan keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.

Komitmen kedua berfokus pada perluasan dan peningkatan efektivitas kawasan konservasi perairan. Indonesia menargetkan penambahan luas kawasan konservasi laut hingga mencapai 30 persen dari total wilayah perairan nasional. Tidak sekadar memperluas area, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan yang sudah ada melalui penguatan kelembagaan dan pelibatan masyarakat lokal.

Komitmen ketiga menyasar pengembangan solusi berbasis alam, khususnya karbon biru. Ekosistem pesisir seperti mangrove dan padang lamun memiliki kapasitas menyerap karbon yang signifikan, menjadikannya instrumen penting dalam mitigasi perubahan iklim. Pemerintah berencana mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam strategi nasional penurunan emisi gas rumah kaca.

Komitmen keempat adalah pembangunan Ocean Centres yang berfungsi sebagai pusat riset, edukasi, dan inovasi di bidang kelautan. Fasilitas ini diharapkan menjadi episentrum kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi dalam mengembangkan teknologi serta kebijakan berbasis data ilmiah untuk pengelolaan laut yang lebih baik.

Dukungan pendanaan potensial sebesar US$ 260 juta tersebut diyakini akan mempercepat implementasi keempat komitmen ini. Konferensi OOC sendiri merupakan forum tahunan yang mempertemukan berbagai negara, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta untuk mendorong aksi nyata dalam perlindungan ekosistem laut global. Media kami, Lurusin.com, akan terus memantau perkembangan realisasi komitmen dan pendanaan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User