DPR Minta Penurunan Anggaran MBG Tak Kurangi Kualitas dan Keamanan

Jakarta – Proyeksi pemangkasan alokasi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada anggaran 2027 memicu respons cepat dari DPR. Komisi IX yang membidangi

Jul 09, 2026 - 07:19
0 0
DPR Minta Penurunan Anggaran MBG Tak Kurangi Kualitas dan Keamanan
Jakarta – Proyeksi pemangkasan alokasi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada anggaran 2027 memicu respons cepat dari DPR. Komisi IX yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan sosial secara khusus menyoroti potensi dampak penurunan tersebut terhadap mutu dan keamanan pangan yang disalurkan kepada masyarakat.

Di tengah ruang rapat yang dingin, angka-angka postur anggaran baru untuk Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian utama. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menyampaikan posisi resmi fraksi melalui pernyataan tertulis yang diterima pada Rabu (8/7/2026). Ia menegaskan bahwa efisiensi fiskal tidak boleh mengorbankan integritas program yang menyasar langsung kebutuhan dasar penerima manfaat.

Titik Kritis Pada Tata Kelola

Yahya Zaini menekankan bahwa jaminan kualitas MBG bukanlah elemen yang dapat dinegosiasikan, meskipun terjadi penyesuaian anggaran. Pernyataannya yang terukur namun tegas mencerminkan sikap dingin Komisi IX terhadap manajemen risiko program nasional tersebut.

"Penurunan anggaran BGN harus dipastikan tidak mengurangi kualitas dan keamanan MBG. Jangan sampai penurunan anggaran mengurangi kualitas dan keamanan MBG. Ini terkait dengan tata kelola yang baik dan pengawasan yang ketat," ujar Yahya.

Kata-kata itu dipilih secara saksama untuk menegaskan dua prinsip yang tidak dapat ditawar: kualitas gizi dan keamanan pangan. Komisi IX, melalui pernyataan tersebut, menempatkan tata kelola yang baik dan pengawasan ketat sebagai satu-satunya mekanisme yang memungkinkan program tetap berjalan sesuai standar di tengah tekanan fiskal.

Pengawasan Berlapis Sebagai Syarat Mutlak

Tekanan terhadap BGN untuk mempertahankan kualitas tidak datang tanpa konteks. Sejak diluncurkan, MBG telah diawasi tidak hanya oleh DPR, tetapi juga oleh lembaga antikorupsi dan masyarakat sipil. Penurunan anggaran, jika tidak diimbangi dengan penguatan mekanisme kontrol internal, menciptakan celah risiko yang secara sistematis dapat menggerus standar operasional.

Anggota Komisi IX dari berbagai fraksi, menurut catatan rapat sebelumnya, telah beberapa kali mempertanyakan rantai pasok dan mekanisme distribusi MBG. Kekhawatiran muncul bahwa pemotongan biaya dapat memicu penggunaan bahan baku dengan harga lebih rendah, yang berpotensi mengurangi nilai gizi atau bahkan menimbulkan risiko keamanan pangan. Pernyataan Yahya Zaini secara eksplisit merujuk pada dua aspek itu—kualitas dan keamanan—sebagai variabel yang tidak boleh terpengaruh oleh besaran angka di lembar APBN.

BGN, sebagai badan pelaksana, kini berada di bawah sorotan ganda: efisiensi anggaran yang dituntut oleh fiskal, dan jaminan mutu yang dituntut oleh parlemen. Komisi IX tidak menyebut angka spesifik pengurangan, namun isyaratnya jelas: setiap rupiah yang dipangkas harus diserap melalui efisiensi operasional dan manajemen, bukan melalui kompromi terhadap standar gizi.

Dampak Langsung Pada Penerima Manfaat

Program MBG menyasar anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan yang menjadi tulang punggung upaya penurunan stunting nasional. Setiap titik kelemahan dalam rantai kualitas akan memiliki efek multiplikasi terhadap status gizi populasi. Data historis dari program serupa di beberapa daerah menunjukkan bahwa fluktuasi kualitas makanan yang didistribusikan berkorelasi langsung dengan hasil intervensi gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Dalam kerangka itu, Komisi IX memandang penurunan anggaran bukan semata sebagai masalah neraca, melainkan sebagai ancaman terhadap capaian pembangunan manusia. Pengawasan yang dimaksud—ketat dan berbasis data—adalah penangkal terhadap efek berantai yang dapat mengaburkan tujuan asali program: perbaikan gizi yang terukur dan terlacak.

Hingga berita ini diturunkan, BGN belum memberikan respons resmi atas pernyataan Komisi IX. Parlemen diperkirakan akan melanjutkan pembahasan ini dalam rapat dengar pendapat berikutnya, dengan rencana memanggil pejabat BGN untuk memaparkan strategi adaptasi terhadap postur anggaran yang baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User