Profil Maulana Wiga: Dari Pendiri BepahKopi hingga Ketua Umum STARFINDO

Banda Aceh – Nama Maulana Wiga mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku ekonomi digital Tanah Air setelah resmi terpilih sebagai Ketua Umum STARFINDO (Asosiasi Startup Indonesia) untuk periode 2026–2029. Pemilihannya dalam Musyawarah N

Jul 07, 2026 - 19:45
0 0
Profil Maulana Wiga: Dari Pendiri BepahKopi hingga Ketua Umum STARFINDO

Banda Aceh – Nama Maulana Wiga mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku ekonomi digital Tanah Air setelah resmi terpilih sebagai Ketua Umum STARFINDO (Asosiasi Startup Indonesia) untuk periode 2026–2029. Pemilihannya dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa yang digelar secara hibrida di Jakarta menandai babak baru bagi organisasi yang menaungi ribuan perusahaan rintisan di seluruh Indonesia. Sosok muda asal Aceh ini dianggap mewakili semangat desentralisasi dan inklusivitas yang selama ini menjadi salah satu agenda utama asosiasi tersebut.

Maulana Wiga lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Banda Aceh, di tengah keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan kewirausahaan. Selepas menamatkan pendidikan menengah di kampung halamannya, ia melanjutkan studi ke Jakarta dan meraih gelar sarjana dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Bakrie. Meski bidang ilmunya tidak langsung bersinggungan dengan teknologi atau bisnis, latar belakang diplomasi dan pemahaman lintas budaya justru menjadi bekal penting ketika ia terjun ke dunia usaha, terutama saat harus menghubungkan produk lokal dengan pasar global.

Kiprah Wiga di dunia bisnis dimulai dengan mendirikan BepahKopi, sebuah perusahaan yang fokus pada pengolahan dan pemasaran kopi specialty dari berbagai daerah di Aceh. Di bawah kepemimpinannya, BepahKopi tidak hanya menggaet konsumen di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tetapi juga berhasil menembus pasar ekspor ke sejumlah negara di Asia dan Timur Tengah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk asli Indonesia mampu bersaing di pentas internasional bila dikelola dengan strategi yang tepat. “Saya belajar bahwa kunci ekspansi global adalah konsistensi kualitas dan keberanian membangun jaringan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara bisnis tahun lalu.

Jauh sebelum memegang tampuk pimpinan tertinggi STARFINDO, Wiga telah aktif di asosiasi tersebut sebagai Head of Investment. Dalam peran ini, ia bertanggung jawab merancang dan menjalankan program yang mempertemukan perusahaan rintisan dengan investor, baik dari dalam negeri maupun asing. Selama masa jabatannya, tercatat sedikitnya 40 startup binaan STARFINDO berhasil mengantongi pendanaan tahap awal (seed funding) dan seri A. Ia juga menggagas forum reguler yang menghubungkan startup dengan pelaku industri mapan, sehingga terjadi transfer pengetahuan dan akses pasar yang lebih luas. Pengalaman inilah yang menjadi fondasi kuat saat ia memutuskan untuk maju sebagai calon ketua umum.

Dalam pidato kemenangannya, Wiga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan potensi anak daerah agar mampu berkontribusi di level nasional. “Saya ingin membuktikan bahwa putra daerah mampu memimpin di tingkat nasional dan membawa inovasi Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global,” tegasnya. Kutipan tersebut langsung menuai tepuk tangan meriah dari peserta musyawarah. Menurutnya, selama ini startup dari luar Pulau Jawa sering kali terabaikan dalam ekosistem pendanaan dan inkubasi, padahal banyak di antaranya yang memiliki solusi inovatif untuk permasalahan lokal yang juga relevan secara universal.

Terpilihnya Wiga tidak bisa dilepaskan dari konteks industri startup Indonesia yang sedang berada di persimpangan. Data terbaru Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa jumlah perusahaan rintisan di Indonesia telah menembus angka 2.400, namun lebih dari 65 persen di antaranya masih terkonsentrasi di Jabodetabek. Sementara itu, tantangan pendanaan global akibat ketidakpastian ekonomi membuat banyak startup kesulitan melanjutkan operasi. Di sisi lain, pemerintah terus mendorong transformasi digital, termasuk melalui Gerakan 1000 Startup Digital yang menyasar seluruh provinsi. STARFINDO sebagai representasi pelaku industri diharapkan mampu menjadi jembatan antara visi pemerintah dan kebutuhan riil startup di daerah.

Kehadiran sosok seperti Maulana Wiga di kursi ketua umum diproyeksikan membawa sejumlah dampak signifikan. Pertama, akses pendanaan bagi startup dari luar Jawa berpotensi meningkat karena Wiga memahami betul tantangan yang dihadapi wirausahawan di daerah. Kedua, latar belakang internasionalnya—baik dari sisi pendidikan maupun pengalaman ekspor—membuka peluang bagi startup Indonesia untuk lebih agresif menjajaki pasar global. Irwan Setiawan, pengamat ekonomi digital dari Universitas Padjadjaran, menilai bahwa “Kepemimpinan Wiga bisa menjadi katalis bagi terciptanya ekosistem startup yang lebih merata dan berorientasi ekspor. Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan.”

Ke depan, Wiga diharapkan mampu menyinergikan program kerja STARFINDO dengan kebutuhan diversifikasi sektor startup. Tidak lagi hanya bergantung pada e-commerce, fintech, atau edutech, tetapi juga mendorong munculnya startup di bidang agritech, kelautan, dan energi terbarukan yang justru banyak lahir dari daerah. Dengan jaringan yang telah ia bangun melalui BepahKopi dan pengalamannya di bidang investasi, Wiga memiliki modal sosial yang kuat untuk menggandeng lembaga donor internasional, perusahaan modal ventura, serta perwakilan dagang negara sahabat guna membuka pintu bagi startup Indonesia. Visi besarnya menjadikan STARFINDO tidak sekadar wadah koordinasi, melainkan motor pertumbuhan ekonomi digital nasional yang inklusif dan berdaya saing global.

Langkah pertama yang akan diambil, menurut rencana yang ia sampaikan kepada media, adalah melakukan tur ke sejumlah kota di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur untuk menyerap langsung aspirasi para pendiri startup. Tur ini sekaligus akan menjadi ajang memperkenalkan program STARFINDO Akselerasi Daerah yang menggabungkan pendampingan teknis, akses pasar, dan fasilitasi pertemuan dengan calon investor. “Kita tidak akan lagi bicara soal potensi dari balik meja di Jakarta. Kita akan turun, mendengar, dan membawa solusi yang benar-benar dibutuhkan,” janjinya. Dengan komitmen tersebut, publik menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinan Maulana Wiga, STARFINDO mampu mewujudkan lanskap startup Indonesia yang lebih merata, inovatif, dan mendunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User