STARFINDO Targetkan Startup Indonesia Kuasai Pasar Global

Jakarta – Transformasi startup industri Indonesia menuju pasar global menjadi target utama STARFINDO di bawah kepemimpinan Maulana Wiga. Organisasi yang mewadahi kolaborasi para pelaku startup berbasis industri ini bertekad mendorong perusahaan rinti

Jul 07, 2026 - 19:45
0 0
STARFINDO Targetkan Startup Indonesia Kuasai Pasar Global

Jakarta – Transformasi startup industri Indonesia menuju pasar global menjadi target utama STARFINDO di bawah kepemimpinan Maulana Wiga. Organisasi yang mewadahi kolaborasi para pelaku startup berbasis industri ini bertekad mendorong perusahaan rintisan nasional agar tidak hanya bertumbuh di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan menguasai panggung internasional. Langkah ini diambil di tengah semakin ketatnya persaingan ekonomi digital global dan perlunya diversifikasi inovasi dari sekadar aplikasi konsumen ke sektor industri yang lebih hilir dan bernilai tambah tinggi.

\n\n

Ekosistem startup Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan laporan terbaru, Indonesia memiliki lebih dari 2.400 startup dan menempati peringkat kelima dunia dalam jumlah perusahaan rintisan. Potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 146 miliar pada 2025 menurut riset Google, Temasek, dan Bain & Company. Namun, sebagian besar startup masih berfokus pada layanan konsumen dan pasar domestik. Kesenjangan antara inovasi digital dan kebutuhan sektor industri manufaktur, pertanian, serta energi masih lebar. STARFINDO hadir untuk menjembatani kesenjangan itu dengan mendorong lebih banyak startup yang mengembangkan solusi teknologi untuk industri tradisional agar dapat menembus pasar global.

\n\n

"Visi kami sederhana tetapi besar: menjadikan STARFINDO sebagai rumah inovasi industri Indonesia dan jembatan menuju pasar dunia," ujar Maulana Wiga saat memaparkan arah baru organisasi di Jakarta, Rabu. Menurutnya, fondasi ekosistem startup industri harus dibangun secara kolektif. Untuk itu, STARFINDO tidak hanya berperan sebagai agregator, tetapi juga sebagai akselerator yang menghubungkan startup dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk pemerintah, korporasi besar, lembaga riset, dan investor global. Visi ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak unicorn dan soonicorn dari sektor industri yang selama ini masih didominasi oleh startup berbasis platform konsumsi.

\n\n

Program prioritas pertama adalah penguatan akses investasi. Wiga menjelaskan bahwa pendanaan untuk startup tahap awal (seed dan early stage) di sektor industri masih terbatas karena investor cenderung menghindari risiko teknologi tinggi dan siklus pengembangan produk yang panjang. Melalui STARFINDO, startup akan difasilitasi untuk terhubung dengan jaringan venture capital internasional, angel investor, dan skema pendanaan alternatif seperti hibah riset pemerintah. Selain itu, organisasi ini akan mengadvokasi kebijakan insentif fiskal bagi investor yang menanamkan modal di startup berbasis manufaktur dan teknologi industri, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan rasio investasi terhadap PDB.

\n\n

Prioritas kedua adalah perluasan pasar internasional. STARFINDO merancang program business matching dan misi dagang ke negara-negara yang telah maju dalam industri 4.0 seperti Jerman, Jepang, dan Korea Selatan. Startup binaan akan didorong untuk mengikuti pameran teknologi global serta mendapatkan sertifikasi internasional agar produknya memenuhi standar ekspor. “Kita tidak bisa lagi hanya menjadi pasar, kita harus menjadi pemain global. Itu sebabnya kami akan membantu startup mengkurasi portofolio mereka agar sesuai dengan permintaan pasar dunia,” tegas Wiga dalam kesempatan yang sama. Program ini juga akan menyasar kerja sama dengan inkubator dan akselerator di luar negeri untuk pertukaran pengetahuan dan akses ke rantai pasok global.

\n\n

Hilirisasi inovasi menuju sektor industri menjadi pilar ketiga yang tak kalah penting. Wiga mengungkapkan, banyak hasil riset dan prototipe startup yang berhenti di tahap uji coba karena minimnya dukungan manufaktur dan standardisasi. STARFINDO akan memfasilitasi kolaborasi antara startup dan perusahaan manufaktur nasional serta BUMN untuk mempercepat komersialisasi produk. “Kami ingin inovasi tidak sekadar menjadi berita baik, tetapi menjadi produk nyata yang bisa diproduksi massal dan menciptakan lapangan kerja. Di sinilah peran hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. Langkah ini dinilai krusial mengingat kontribusi sektor industri manufaktur terhadap PDB nasional yang masih di kisaran 19 persen dan membutuhkan lompatan teknologi untuk bisa menembus 25 persen sesuai target pemerintah.

\n\n

Analis industri digital dari Lembaga Kajian Ekonomi Digital, Aditya Pratama, menilai langkah STARFINDO sangat tepat mengingat disrupsi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi yang semakin mengubah lanskap manufaktur global. “Startup industri Indonesia memiliki keunggulan dalam memahami masalah lokal yang kompleks, seperti rantai dingin agrikultur atau manajemen energi terdesentralisasi. Jika ini dikemas dengan standar global, mereka punya peluang besar untuk diadopsi di negara berkembang lain,” katanya. Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor yang diinisiasi STARFINDO akan mempercepat transfer teknologi dan menciptakan ekosistem yang lebih resilien terhadap gejolak ekonomi global.

\n\n

Selain aspek pendanaan dan pasar, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian serius. Survei internal STARFINDO menunjukkan bahwa 62 persen startup industri kesulitan merekrut talenta dengan keahlian multidisiplin—yang menggabungkan kemampuan teknik, digital, dan bisnis internasional. Oleh karena itu, organisasi ini akan menyelenggarakan program pelatihan terstruktur dan sertifikasi kompetensi bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra industri. Program ini diharapkan dapat menciptakan tenaga ahli yang siap mengakselerasi adopsi teknologi di sektor manufaktur, logistik, dan energi terbarukan.

\n\n

STARFINDO menargetkan dalam tiga tahun ke depan sedikitnya 20 startup binaannya berhasil menembus pasar ekspor dan 5 di antaranya mendapatkan pendanaan seri A dari investor global. Untuk mencapai target tersebut, kemitraan internasional akan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa lembaga serupa di Asia dan Eropa. Peningkatan daya saing teknologi juga akan didorong melalui pengembangan pusat inovasi bersama di kawasan industri prioritas. Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan akses modal, pasar, teknologi, dan SDM, STARFINDO optimistis dapat menjadi katalisator utama lahirnya startup industri Indonesia yang mendunia dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User