Ekspor Lebih Fleksibel, UMKM Bisa Atur Strategi Lewat Ekspor Shopee FLEXI
Jakarta, Lurusin.com - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia kian membuktikan daya saing global. Data yang dihimpun media kami menunjukkan, jutaan barang buatan lokal berhasil mene
Jakarta, Lurusin.com - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia kian membuktikan daya saing global. Data yang dihimpun media kami menunjukkan, jutaan barang buatan lokal berhasil menembus pasar internasional melalui platform e-commerce. Shopee, salah satu pemain utama, mencatat lebih dari 90 juta produk UMKM Indonesia terjual ke mancanegara sejak 2019, meliputi kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin. Capaian ini tak hanya mencerminkan kualitas produk, tetapi juga keberhasilan program ekspor yang memudahkan penjual memperluas jangkauan tanpa biaya tambahan.
Kemudahan Ekspor Tanpa Biaya Tambahan
Melalui Program Ekspor Shopee, penjual dapat menjangkau konsumen di luar negeri tanpa dipungut biaya pendaftaran atau pengelolaan. Platform menangani operasional secara otomatis, mulai dari pengelolaan toko, akuisisi pembeli potensial, hingga pengiriman lintas negara. Pelaku UMKM hanya perlu memproses pesanan ekspor layaknya pesanan domestik—mengemas produk dan menyerahkan ke kurir—sehingga hambatan logistik dan administrasi yang selama ini menjadi momok go global dapat tereliminasi. Mekanisme ini membuat ekspor semudah berjualan di kota sendiri.
Shopee FLEXI: Fleksibilitas Strategi Ekspor di Tangan UMKM
Inovasi terbaru hadir lewat fitur Shopee FLEXI, yang memberikan kendali lebih besar bagi penjual dalam merancang strategi ekspor. Dengan FLEXI, UMKM dapat menentukan sendiri parameter penjualan global: memilih negara tujuan paling potensial, menetapkan harga kompetitif di tiap pasar, menyesuaikan promosi, hingga mengelola stok khusus untuk segmen internasional. Konsep “self-service export” ini memungkinkan penjual mengeksplorasi peluang tanpa terikat setelan baku, sekaligus mendorong adaptasi cepat terhadap tren dan permintaan di negara sasaran. Alhasil, pelaku usaha tidak sekadar mengikuti arus, melainkan mampu merumuskan langkah ekspansi yang presisi sesuai karakteristik produknya.
“Lewat program ini, penjual dapat berjualan ke luar negeri dengan dukungan pengelolaan operasional secara otomatis oleh Shopee, mulai dari pengelolaan toko, akuisisi pembeli, hingga proses pengiriman dari Indonesia ke negara tujuan. Penjual hanya perlu memproses pengiriman pesanan ekspor layaknya pesanan domestik, sehingga proses ekspor menjadi lebih mudah dan praktis,” tulis Shopee dalam keterangan resmi yang diterima Lurusin.com, Jumat (12/6/2026).
Dengan FLEXI, UMKM bisa mengkustomisasi strategi pemasaran sesuai target audiens. Contohnya, produsen fesyen Muslim dapat memfokuskan ekspor ke Malaysia dan kawasan Timur Tengah, sedangkan pengrajin kayu mengagresifkan penetrasi ke Eropa. Kebebasan ini diyakini meningkatkan efektivitas penjualan sekaligus memperkokoh branding produk Indonesia. Inisiatif Shopee tersebut juga selaras dengan langkah pemerintah mempercepat digitalisasi ekspor dan mendongkrak kontribusi UMKM terhadap devisa negara. Kolaborasi platform digital dan pelaku usaha diharapkan terus memangkas investasi besar yang selama ini diperlukan untuk membangun infrastruktur ekspor mandiri, sehingga produk lokal kian mudah mendunia.
Comments (0)