Prabowo di Munas NU: Kiai dan Ulama Adalah Tokoh Paling Dekat dengan Rakyat
Bangkalan, Lurusin.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya tentang kedudukan istimewa para kiai dan ulama dalam struktur sosial masyarakat Indonesia. Dalam pidatonya di hadapan ri
Bangkalan, Lurusin.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya tentang kedudukan istimewa para kiai dan ulama dalam struktur sosial masyarakat Indonesia. Dalam pidatonya di hadapan ribuan peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada tokoh yang lebih dekat dengan rakyat, khususnya di wilayah pedesaan, selain para kiai dan ulama.
Acara yang digelar di kampus Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026) ini menjadi momen penuh keakraban antara presiden dan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Prabowo hadir untuk menutup rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang telah berlangsung selama beberapa hari, mempertemukan para pemimpin spiritual dan cendekiawan muslim dari berbagai penjuru Tanah Air.
“Nahdlatul Ulama, organisasi para kiai, para ulama. Para kiai dan para ulama adalah menurut saya tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Pernyataan ini menegaskan pengakuan terhadap peran sentral para kiai dan ulama sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat akar rumput. Dalam konteks Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan tersebar di berbagai pelosok desa, kehadiran kiai dan ulama dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kohesi sosial dan menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemangku kebijakan.
Lebih lanjut, presiden membagikan pengalaman pribadinya yang telah lama terhubung dengan lingkungan Nahdlatul Ulama. Prabowo mengaku sudah mengenal keluarga besar NU sejak masa kecilnya, menciptakan rasa nyaman dan kedekatan emosional setiap kali berada di tengah-tengah warga nahdliyin. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan presiden dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini bukanlah sesuatu yang dibangun dalam jangka pendek, melainkan telah terjalin sejak lama melalui interaksi dan relasi personal.
Laporan media kami dari lokasi acara menggambarkan suasana hangat dan penuh antusiasme. Para peserta yang terdiri dari alim ulama, kiai, pengurus cabang dan wilayah NU, serta simpatisan menyambut positif kehadiran presiden. Momentum ini juga dipandang sebagai penguatan sinergi antara pemerintah dan ormas Islam dalam menghadapi berbagai tantangan nasional, mulai dari pembangunan sumber daya manusia hingga pemberdayaan ekonomi umat di daerah-daerah terpencil.
Kehadiran Prabowo di Bangkalan juga mendapat sorotan karena menegaskan komitmen pemerintah dalam merangkul semua elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang organisasi maupun afiliasi politik. Melalui forum Munas dan Konbes NU yang strategis ini, presiden seakan menegaskan bahwa negara hadir melalui kolaborasi erat dengan para tokoh agama yang menjadi panutan langsung masyarakat bawah.
Comments (0)