Pertamina Ungkap Harga Pertamax 50% Lebih Murah dari Harga Pasar

Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa harga jual BBM jenis Pertamax saat ini masih 50% lebih rendah dibandingkan harga pasar sesungguhnya. Pengakuan ini disampaikan menyusul penyes

Jul 08, 2026 - 06:20
0 0
Pertamina Ungkap Harga Pertamax 50% Lebih Murah dari Harga Pasar

Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa harga jual BBM jenis Pertamax saat ini masih 50% lebih rendah dibandingkan harga pasar sesungguhnya. Pengakuan ini disampaikan menyusul penyesuaian harga yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 lalu.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa mekanisme penetapan harga Pertamax telah mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah. Menurutnya, penyesuaian harga BBM non subsidi ini merupakan konsekuensi dari dinamika parameter pasar yang terus bergerak.

"BBM nonsubsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi," ujar Roberth dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai sifat Pertamax sebagai BBM non subsidi sudah berulang kali disampaikan pemerintah kepada publik. Dengan status tersebut, harga jualnya tidak dibekukan dan akan terus mengikuti pergerakan formula harga yang berlaku di pasar energi global.

Di sisi lain, Pertamina memastikan tidak ada perubahan pada harga BBM bersubsidi. Pertalite dan Biosolar tetap dijual dengan harga yang ditetapkan pemerintah tanpa penyesuaian. Kebijakan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.

Laporan yang dihimpun media kami mengonfirmasi bahwa disparitas antara harga jual Pertamax dengan harga pasar aktual memang cukup signifikan. Langkah menahan harga hingga 50% di bawah pasar ini, menurut sumber internal, dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas energi nasional meskipun berpotensi menggerus margin perusahaan.

Pengamat energi menilai transparansi Pertamina terkait selisih harga ini patut diapresiasi. Meski demikian, publik tetap perlu mewaspadai potensi penyesuaian lanjutan jika parameter pasar seperti harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terus bergerak tidak menguntungkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User