Darurat Sampah, Taman di Tarumajaya Berubah Jadi Tempat Pembuangan Liar

Kondisi Taman yang sebelumnya menjadi ruang hijau kebanggaan warga Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kini berubah drastis. Hamparan rumput dan pepohonan yang dulu tertata rapi perlahan lenyap t

Jul 08, 2026 - 08:27
0 0
Darurat Sampah, Taman di Tarumajaya Berubah Jadi Tempat Pembuangan Liar

Kondisi Taman yang sebelumnya menjadi ruang hijau kebanggaan warga Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kini berubah drastis. Hamparan rumput dan pepohonan yang dulu tertata rapi perlahan lenyap tergantikan tumpukan limbah rumah tangga. Fenomena ini telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan semakin parah seiring minimnya penanganan.

Pantauan di lokasi pada Kamis pagi (13/6) memperlihatkan pemandangan yang kontras dari fungsi awal taman. Sampah plastik, sisa makanan, popok bayi, hingga perabotan rumah tangga bekas berserakan di berbagai sudut. Bahkan, beberapa bagian jalan setapak yang biasa digunakan warga untuk joging sudah tidak bisa diakses karena tertutup karung-karung sampah. Aroma menyengat langsung tercium begitu memasuki area, menandakan proses pembusukan yang terus berlangsung tanpa henti.

Penumpukan Limbah yang Kian Mengkhawatirkan

Berdasarkan keterangan warga sekitar, taman ini mulai dijadikan tempat pembuangan liar sekitar dua bulan lalu. Awalnya, hanya beberapa kantong sampah yang diletakkan di pinggir taman oleh warga yang kesulitan mengakses Tempat Pembuangan Sementara (TPS) resmi. Namun, kebiasaan itu dengan cepat menular dan dalam waktu singkat berubah menjadi kebiasaan kolektif. Kini, volume sampah diperkirakan mencapai puluhan meter kubik dan terus bertambah setiap hari.

Selain sampah domestik, ditemukan pula limbah konstruksi seperti puing-puing bangunan dan potongan kayu. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak lingkungan yang lebih luas. Taman yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air kini berpotensi memicu genangan dan banjir lokal akibat tersumbatnya drainase oleh sampah.

"Saya sudah tinggal di sini sepuluh tahun, belum pernah lihat taman ini sebegitu kotor. Sekarang anak-anak sudah tidak bisa main lagi karena bau dan banyak lalat. Padahal dulu setiap sore ramai sekali," ungkap Nurhayati (42), warga Perumahan Bumi Tarumajaya Asri yang rumahnya berhadapan langsung dengan taman tersebut.

Dampak Sosial dan Kesehatan

Perubahan fungsi taman menjadi tempat pembuangan liar tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga memunculkan ancaman kesehatan bagi warga sekitar. Kepulan asap dari pembakaran sampah sporadis yang dilakukan warga yang tidak sabar dengan penumpukan semakin memperburuk kualitas udara. Anak-anak dan lansia di lingkungan itu berisiko tinggi terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain itu, genangan air di antara tumpukan sampah menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah. Beberapa warga mengaku sudah melaporkan kondisi ini ke perangkat RT dan RW setempat, namun respons yang diterima belum membuahkan solusi konkret. Ketua RT setempat, Saiful (50), mengakui bahwa pihaknya kewalahan dan sudah mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

"Kami sudah bersurat ke dinas terkait, tapi katanya armada pengangkutan sedang terbatas. Sementara warga terus membuang sampah di sini setiap hari. Kami butuh solusi cepat, karena kalau dibiarkan bisa menjadi sumber penyakit," ujar Saiful saat ditemui di kediamannya.

Respons Pemerintah dan Harapan Perbaikan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menyatakan akan segera menurunkan tim untuk mengkaji kondisi di lapangan. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH menyebut bahwa peningkatan volume sampah di wilayah Tarumajaya terjadi seiring pertumbuhan perumahan yang pesat tanpa diimbangi penambahan fasilitas TPS. Pihaknya berencana menambah kontainer sampah di titik-titik strategis dan menjadwalkan pengangkutan secara lebih rutin.

Namun, sejumlah pengamat lingkungan menilai bahwa pendekatan jangka pendek saja tidak cukup. Perlu ada edukasi massif kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, serta penegakan peraturan daerah tentang pengelolaan sampah yang selama ini dinilai lemah. Taman ini merupakan aset publik yang harus dijaga bersama karena perannya dalam menyerap karbon dan menekan suhu mikro di wilayah perkotaan yang semakin padat.

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat di lokasi. Sejumlah warga berinisiatif melakukan pembersihan mandiri secara gotong royong, namun hasilnya masih jauh dari cukup. Mereka berharap agar taman ini bisa segera dikembalikan fungsinya menjadi ruang terbuka hijau yang sehat dan aman bagi seluruh warga. Media kami, Lurusin.com, akan terus memantau perkembangan penanganan darurat sampah ini dan mendorong pihak-pihak terkait untuk segera mengambil tindakan nyata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User