Penasihat Khusus Presiden Buka Suara: Gelombang PHK di Pabrik Mojokerto Tak Bisa Dicegah
Jakarta – Lurusin.com — Kabar kurang sedap kembali menerpa sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, mengonfirmasi
Jakarta – Lurusin.com — Kabar kurang sedap kembali menerpa sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, mengonfirmasi bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerja di PT Pakerin, Mojokerto, Jawa Timur, sudah berada di depan mata. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar secara virtual pada Minggu (28/6/2026), ia menyebut angka pasti hingga 2.500 pekerja yang akan kehilangan mata pencariannya.
“PT Pakerin Mojokerto, Jawa Timur, itu bisa dipastikan akan terjadi PHK, 2.500 orang,” ujar Said Iqbal kepada awak media. Pernyataan tersebut seakan menjadi titik terang dari kabar ketidakpastian yang selama ini membayangi buruh di perusahaan milik taipan nasional tersebut.
Skema Pesangon: Dana Rp 159 Miliar Disiapkan untuk Pekerja
Meski gelombang PHK massal tak dapat dihindari, pemerintah melalui penasihat presiden memastikan bahwa para pekerja tidak akan pulang dengan tangan kosong. Laporan dari tim media kami mengonfirmasi bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tengah mempercepat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengamankan hak normatif buruh. Total dana sebesar Rp 159 miliar dikabarkan telah disiapkan untuk pembayaran pesangon.
Said Iqbal menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan milik PT Pakerin yang disimpan di Bank Prima. Melalui pertemuan intensif dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dipastikan dana tersebut akan dicairkan sepenuhnya guna memenuhi kewajiban perusahaan kepada pekerjanya. “Ini adalah hasil dari diskusi kami dengan LPS agar dana yang tersimpan bisa segera tersalurkan kepada para buruh yang terdampak,” jelasnya dalam laporan terbaru yang diterima redaksi.
Kondisi Terkini Buruh di Mojokerto
Rencana PHK ini menambah panjang deretan masalah di sektor industri padat karya. Para pekerja PT Pakerin yang selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor manufaktur, khususnya produksi kertas dan kemasan, kini harus bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi. Meski demikian, kehadiran jaminan pesangon dari dana yang dicadangkan di Bank Prima sedikit memberi angin segar di tengah badai resesi yang mengancam sektor industri.
Pihak Lurusin.com terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk pengawalan distribusi pesangon yang diharapkan berlangsung transparan sehingga tidak ada lagi polemik kesejahteraan buruh yang terabaikan.
Comments (0)