Pelebaran Jalan Enggram Dimulai, Pemkot Depok Bidik Urai Kemacetan
Suara deru alat berat kini menjadi pemandangan rutin di Jalan Enggram, tepatnya di kawasan Sawangan, Kota Depok. Pemerintah Kota Depok resmi memulai proyek pelebaran jalan sepanjang 872 meter yang di
Suara deru alat berat kini menjadi pemandangan rutin di Jalan Enggram, tepatnya di kawasan Sawangan, Kota Depok. Pemerintah Kota Depok resmi memulai proyek pelebaran jalan sepanjang 872 meter yang diharapkan dapat menjadi solusi atas kemacetan kronis di jalur penghubung vital tersebut. Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, sejumlah ekskavator dan truk pengangkut material sudah mulai beroperasi membersihkan bahu jalan dan merapikan lahan yang akan diperlebar.
Proyek ini bukan sekadar penambahan lebar aspal. Laporan yang dihimpun Lurusin.com menyebutkan bahwa struktur jalan akan ditingkatkan menjadi empat lajur dengan median, menggantikan konfigurasi dua lajur sempit yang selama ini memicu antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Jalan Enggram merupakan salah satu arteri penting yang menghubungkan permukiman padat di Sawangan dengan pusat kota Depok dan akses menuju Jakarta Selatan. Setiap harinya, volume kendaraan yang melintas jauh melampaui kapasitas jalan eksisting, sehingga pelebaran ini menjadi prioritas dalam rencana pembangunan infrastruktur daerah.
Target Urai Kemacetan dan Dukungan Anggaran
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, dalam keterangan yang dikonfirmasi media kami, menyatakan bahwa pelebaran Jalan Enggram menjadi bagian dari strategi besar pengelolaan mobilitas perkotaan. Dengan tambahan lajur, waktu tempuh dari Sawangan ke pusat kota diperkirakan dapat terpangkas hingga 30 persen. Selain itu, trotoar yang lebih lebar dan saluran drainase yang memadai juga menjadi bagian integral dari proyek ini untuk mencegah genangan air yang kerap memperparah kemacetan saat musim hujan.
“Kami tidak hanya memperlebar jalan, tetapi juga menata ulang sistem drainase dan menyediakan fasilitas pejalan kaki yang layak. Ini adalah pendekatan holistik agar kemacetan terurai dari hulu, bukan sekadar memperluas ruang untuk kendaraan bermotor,” ujarnya saat meninjau lokasi, Senin pagi.
Anggaran proyek bersumber dari APBD Kota Depok tahun anggaran berjalan, dengan total nilai kontrak mencapai puluhan miliar rupiah. Proses lelang dan penetapan kontraktor pelaksana telah tuntas pada triwulan sebelumnya, sehingga pengerjaan fisik bisa langsung dimulai di awal musim kemarau untuk menghindari hambatan cuaca. Warga sekitar yang ditemui Lurusin.com mengaku lega meski harus bersabar menghadapi potensi gangguan selama konstruksi. “Macet sih pasti ada selama pengerjaan, tapi kami mendukung karena ini untuk kebaikan bersama ke depannya,” ujar Rahmat, seorang pengendara ojek online yang sehari-hari melintasi jalur tersebut.
Pemkot Depok menargetkan proyek ini rampung dalam waktu delapan bulan, dengan pengaturan lalu lintas rekayasa yang akan disosialisasikan secara berkala. Rambu-rambu pengalihan arus sudah terpasang di titik-titik simpangan, dan petugas Dinas Perhubungan disiagakan untuk mengurai potensi kepadatan selama jam konstruksi. Jika berjalan sesuai jadwal, warga Depok dapat menikmati Jalan Enggram yang lebih lega pada awal tahun depan, sekaligus menjadi tonggak penting dalam pembenahan transportasi perkotaan yang lebih manusiawi dan efisien.
Comments (0)