Objek Wisata RI yang Dulu Ramai Kini Sepi Bak Kuburan
Bila menengok ke belakang, deretan tempat rekreasi di Indonesia pernah menjadi magnet bagi jutaan pengunjung. Hiruk-pikuk tawa, antrean di loket, dan ramai
Bila menengok ke belakang, deretan tempat rekreasi di Indonesia pernah menjadi magnet bagi jutaan pengunjung. Hiruk-pikuk tawa, antrean di loket, dan ramainya wahana adalah pemandangan sehari-hari yang kini hanya tinggal kenangan. Pandemi hanyalah salah satu batu nisan; faktor pengelolaan, persaingan bisnis, dan perubahan selera membuat sejumlah destinasi wisata justru berubah menjadi lahan kosong yang sunyi bak kuburan.
Berikut adalah lima tempat wisata yang dulu ramai, kini terbengkalai dengan kisah tragis di belakangnya.
1. Kampung Gajah Wonderland — Bandung, Jawa Barat
Dulu dikenal sebagai taman bermain berkonsep alam seluas lebih dari 60 hektare, Kampung Gajah Wonderland pernah menjadi primadona wisata keluarga di Lembang, Bandung. Flying fox, kolam renang, area outbound, dan replika hewan raksasa adalah daya tarik utamanya. Pada masa jayanya, tempat ini bisa menampung hingga 5.000 pengunjung dalam satu akhir pekan.
Namun, masalah finansial dan konflik internal mulai menggerogoti. Operasional taman mulai tersendat sejak 2017, sebelum akhirnya benar-benar mati total pada 2019. Kini, kondisi Kampung Gajah Wonderland sangat memprihatinkan: patung-patung satwa raksasa masih berdiri namun dicoret grafiti, kolam renang kosong terisi genangan air hujan dan lumut, sementara gedung utama dibiarkan lapuk. Beberapa area bahkan ditumbuhi ilalang setinggi manusia.
“Saya ingat waktu kecil sering diajak orang tua ke sini. Wahana flying fox-nya selalu penuh. Sekarang, ketika lewat, cuma suara angin dan burung yang terdengar. Miris sekali,” ujar Andi, mantan pengunjung yang rumahnya tidak jauh dari lokasi.
2. Taman Ria Senayan — Jakarta Pusat
Taman Ria Senayan adalah ikon hiburan Jakarta sejak era 1970-an. Terletak di kompleks Gelora Bung Karno, taman ini menjadi saksi bisu perkembangan ibu kota. Bianglala raksasa, komedi putar, roller coaster, dan rumah hantu menjadikan Taman Ria Senayan sebagai favorit semua kalangan, dari anak-anak hingga pekerja kantoran yang ingin melepas penat.
Namun, seiring waktu dan perubahan tata ruang, kawasan olahraga itu diprioritaskan untuk fungsi utama. Taman Ria Senayan ditutup pada awal tahun 2010-an dan seluruh bangunannya dirobohkan. Kini, di lahan tersebut berdiri pusat perbelanjaan modern dan area parkir. Hanya sisa-sisa kenangan yang tersimpan di foto-foto lawas para pengunjungnya, tanpa ada lagi tawa anak-anak yang dulu bergema setiap hari Minggu.
3. Waterbom Jakarta — Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara
Waterpark bertaraf internasional ini resmi dibuka pada 2007 dan langsung menjadi primadona baru di kawasan Pantai Indah Kapuk. Dengan luas sekitar 5 hektare, Waterbom Jakarta menawarkan beragam wahana air canggih, dari kolam ombak hingga seluncuran berkecepatan tinggi. Bahkan, tempat ini sempat masuk dalam daftar taman air terbaik versi TripAdvisor.
Tetapi, persaingan ketat dengan taman air lain serta masalah manajemen membuat pamornya luntur. Tahun 2015 menjadi tahun terakhir Waterbom beroperasi. Sampai sekarang, kompleks waterpark itu dibiarkan terbengkalai: seluncuran yang masih berdiri kokoh namun berkarat, kolam renang yang retak dan kering, serta area food court yang dipenuhi sampah dan rumput liar. Hanya segelintir petugas keamanan yang menjaga agar tak sembarang orang masuk.
“Setiap hari saya berpatroli di sini. Bangunan besar begini kosong, malam-malam malah bikin merinding,” kata Sarno, salah satu satpam yang ditugaskan di lokasi.
4. Go! Wet Waterpark — Grand Wisata, Bekasi
Berada di kawasan superblock Grand Wisata Bekasi, Go! Wet Waterpark dulu adalah tujuan akhir pekan paling digemari warga Bekasi dan sekitarnya. Dengan tema petualangan bajak laut, taman air ini cukup luas dan dilengkapi berbagai wahana kekinian. Puncak keramaian terjadi di sekitar 2012–2015, di mana antrean masuk bisa mencapai ratusan meter.
Namun, pandemi COVID-19 menjadi pukulan telak yang tidak bisa dihadapi oleh manajemen. Setelah tutup sementara pada 2020, taman air ini tidak pernah kembali membuka pintunya. Sejumlah foto terbaru memperlihatkan kolam renang yang setengah terisi air keruh, properti bajak laut yang rusak, dan suasana lokasi yang benar-benar lengang. Warga sekitar menduga pengelola sudah tidak sanggup menanggung biaya perawatan yang sangat besar.
5. Karang Setra Waterland — Bandung, Jawa Barat
Lokasi ini berada di kawasan olahraga Karang Setra, Sukajadi, Bandung. Dulunya, Karang Setra Waterland adalah tempat berenang favorit warga Bandung, terutama bagi keluarga dan anak sekolah yang ingin belajar berenang. Kolam renangnya yang besar, dilengkapi papan loncat dan seluncuran sederhana, serta pepohonan rindang yang membuat suasana sejuk.
Sayangnya, renovasi besar-besaran yang memakan waktu cukup lama justru membuat pengunjung beralih ke kolam renang lain yang lebih modern. Pada akhirnya, waterpark ini tutup permanen. Kini, bekas bangunannya hanya menyisakan kerangka seluncuran yang menjulang di antara semak belukar, bak bangunan mati yang terlupakan. Beberapa pengamat wisata menyebut bahwa kegagalan adaptasi dan lemahnya strategi pemasaran menjadi penyebab utama meredupnya tempat yang dulunya penuh keceriaan ini.
Fenomena terbengkalainya tempat wisata ini bukan sekadar cerita nostalgia; ia menggambarkan betapa kerasnya persaingan industri rekreasi dan betapa rapuhnya model bisnis yang tidak diimbangi inovasi. Di balik keramaian yang hilang, terdapat banyak tenaga kerja yang kehilangan penghidupan dan aset yang membusuk tanpa nilai. Semoga kisah-kisah ini menjadi pembelajaran bagi pengelola wisata lain untuk terus berbenah dan beradaptasi dengan zaman.
[SOCIAL_TWEET]: Dulu jadi primadona, kini cuma jadi lahan kosong. 5 tempat wisata ikonik di Indonesia ini sepi bak kuburan. Apa penyebabnya? Simak kisah tragisnya. 🎢👻 #WisataMati #KampungGajah #TamanRiaSenayan[SOCIAL_TG]: 🏚️ 5 Tempat Wisata Ikonik RI Kini Sepi Bak Kuburan: Dulu ramai, sekarang terbengkalai. Kisah tragis di balik kejayaan yang hilang.
Comments (0)