Raja Yordania Abdullah II Mulai Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia
JAKARTA — Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat (14/11) pagi dalam kunjungan kenegaraan yang dinanti. Kedatangan
JAKARTA — Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat (14/11) pagi dalam kunjungan kenegaraan yang dinanti. Kedatangan ini merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Amman pada Maret lalu dan menerima gelar kehormatan dari kerajaan. Di bawah langit Jakarta yang cerah, upacara penyambutan resmi digelar di Istana Merdeka dengan dentuman meriam dan pasukan kehormatan. Kunjungan ini diharapkan menjadi titik tolak baru hubungan bilateral yang lebih strategis, di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah dan Asia Tenggara yang kian kompleks.
Profil Raja Abdullah II: Pemimpin dari Dinasti Hashemite
Abdullah II lahir di Amman pada 30 Januari 1962 sebagai putra sulung Raja Hussein dari pernikahan dengan Putri Muna al-Hussein. Sejak kecil, ia ditempa disiplin militer dan intelektual. Pendidikannya meliputi akademi militer bergengsi Sandhurst di Inggris dan studi hubungan internasional di Georgetown University, Amerika Serikat. Sebelum naik takhta, ia mengabdi sebagai perwira tinggi Angkatan Bersenjata Yordania, termasuk memimpin pasukan khusus.
Ia naik takhta pada 7 Februari 1999 setelah wafatnya Raja Hussein, dan segera membawa angin reformasi. Di bawah kepemimpinannya, Yordania melakukan liberalisasi ekonomi, mendorong investasi asing, dan memperkuat peran perempuan di ruang publik. “Kami ingin membangun negara yang modern tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya dalam salah satu wawancara dengan media internasional. Raja Abdullah juga dikenal sebagai penjaga situs suci Yerusalem, peran yang diwariskan dari dinasti Hashemite sejak 1924.
Balas Kunjungan Prabowo dan Agenda Strategis
Lawatan Presiden Prabowo ke Amman beberapa bulan lalu menjadi pemantik kunjungan kali ini. Saat itu, Prabowo menerima Order of the Star of Jordan, penghargaan tertinggi kerajaan. Kini, Raja Abdullah membawa misi besar: menandatangani sejumlah nota kesepahaman penting. Agenda utama meliputi pertemuan bilateral, dialog investasi, kerja sama pendidikan, dan penjajakan kolaborasi di bidang pertahanan. Diperkirakan nilai investasi yang dibahas mencapai 500 juta dolar AS dalam sektor energi terbarukan dan infrastruktur. Isu Palestina serta situasi di Gaza dan Tepi Barat juga akan menempati porsi utama pembicaraan.
“Kunjungan ini momentum historis. Indonesia dan Yordania memiliki pandangan serupa tentang perdamaian, dan kami ingin menerjemahkannya ke dalam aksi nyata,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri RI dalam briefing tertutup.
Kerja Sama Ekonomi: Dari Fosfat Hingga Halal
Hubungan dagang Indonesia-Yordania mencatat tren positif dengan total perdagangan bilateral mencapai 1,2 miliar dolar AS pada 2024. Indonesia mengekspor minyak sawit, tekstil, produk kayu, dan makanan halal, sementara Yordania memasok fosfat, potas, dan pupuk. Kedua negara berambisi melipatgandakan angka tersebut melalui perjanjian perdagangan bebas terbatas yang sedang dijajaki.
Selain itu, sektor pariwisata dan pendidikan menjadi pilar penting. Setiap tahun, ratusan mahasiswa Indonesia belajar di universitas-universitas Yordania seperti University of Jordan dan Yarmouk University, terutama mendalami studi Islam dan bahasa Arab. Sebaliknya, warga Yordania semakin tertarik menjelajahi destinasi Indonesia seperti Bali, Lombok, dan Yogyakarta. Embassy of Jordan di Jakarta mencatat peningkatan kunjungan wisata sebesar 25 persen pada semester pertama 2025.
Peran Strategis Yordania dalam Isu Palestina
Sebagai penjaga situs suci di Yerusalem, Raja Abdullah memiliki tanggung jawab moral yang berat. Posisi itu membuatnya lantang menyuarakan solusi dua negara dan menentang aneksasi ilegal Israel. Indonesia, sebagai pendukung kemerdekaan Palestina, memandang Yordania sebagai mitra utama. Dalam pertemuan kali ini, kedua pemimpin dijadwalkan mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam eskalasi kekerasan dan menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza.
Bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Palestina melalui jalur Yordania juga menjadi topik penting. Selama ini, koordinasi logistik bantuan dari LSM-LSM Indonesia dikirim lewat Amman sebelum masuk ke Tepi Barat. Mekanisme itu akan ditingkatkan dengan dukungan langsung kerajaan.
Raja yang Rendah Hati dan Melek Teknologi
Di luar protokol kenegaraan, Abdullah II dikenal santai dan bersahaja. Bersama Permaisuri Rania, ia aktif dalam kampanye anti-ekstremisme dan pemberdayaan perempuan. Sisi menarik dari sang raja adalah kecintaannya pada fiksi ilmiah; pada 1996 ia tampil sebagai figuran dalam serial Star Trek: Voyager. Hobi lainnya termasuk terjun payung dan balap motor. Kecintaan pada teknologi mendorongnya meluncurkan berbagai program digitalisasi pelayanan publik di Yordania.
Kedatangan Raja Abdullah di Indonesia bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan baru antara dua peradaban. “Hubungan kami bukan hanya tentang angka perdagangan, melainkan tentang nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya suatu kali. Kunjungan ini diharapkan menginspirasi generasi muda kedua negara untuk saling belajar, berinovasi, dan memperkokoh persaudaraan.
[SOCIAL_TWEET]: Raja Yordania Abdullah II resmi tiba di Jakarta! Balas kunjungan Presiden Prabowo, bahas investasi 500 juta dolar AS dan suara bersama untuk Palestina. #IndonesiaJordania #KunjunganRajaAbdullah #TimurTengah [SOCIAL_TG]: 👑 Raja Yordania Abdullah II mendarat di Jakarta! Kunjungan bersejarah bahas investasi, pendidikan, dan suara untuk Palestina. Yuk simak profil lengkap pemimpin yang pernah jadi cameo Star Trek ini! 🇯🇴🤝🇮🇩
Comments (0)