Musim Libur Sekolah, Okupansi Hotel di Puncak Bogor Melonjak 90 Persen

Kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi magnet utama bagi wisatawan selama masa libur sekolah. Berdasarkan pantauan Lurusin.com, tingkat keterisian atau okupansi hotel dan

Jul 08, 2026 - 04:28
0 0
Musim Libur Sekolah, Okupansi Hotel di Puncak Bogor Melonjak 90 Persen

Kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi magnet utama bagi wisatawan selama masa libur sekolah. Berdasarkan pantauan Lurusin.com, tingkat keterisian atau okupansi hotel dan vila di sepanjang jalur Puncak mengalami lonjakan tajam, bahkan menyentuh angka 90 persen, khususnya saat akhir pekan.

"Untuk peningkatan ada, malam Minggu bisa sampai 90 persen, ada peningkatan dibanding hari biasa. Rata-rata seminggu libur sekolah, rata-rata (peningkatan) di atas 50 persen," ujar Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Riswanto, kepada Lurusin.com, Senin (6/7/2026).

Boboy menjelaskan, peningkatan okupansi ini mencerminkan tingginya animo masyarakat untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga di tengah sejuknya udara pegunungan. Puncak Bogor, dengan deretan vila dan hotel berbintang serta restoran yang berjejer, menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin melepas penat dari rutinitas perkotaan.

Ia menambahkan, puncak kunjungan selalu terjadi pada malam Minggu, ketika wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya membanjiri penginapan mulai Jumat sore hingga Ahad pagi. "Banyak tamu yang sudah memesan jauh-jauh hari, terutama vila dengan kapasitas besar untuk rombongan keluarga," katanya.

Data dari PHRI menunjukkan rata-rata okupansi harian selama seminggu libur sekolah melampaui 50 persen, jauh di atas periode normal yang biasanya hanya menyentuh 30–40 persen. Angka ini sekaligus menandai pemulihan sektor pariwisata di kawasan Puncak yang sempat terpuruk akibat pandemi beberapa tahun lalu.

Lonjakan wisatawan tak hanya menguntungkan pengelola hotel dan vila. Sektor ekonomi lokal ikut terdongkrak, mulai dari restoran, kafe, hingga pedagang kaki lima yang menyajikan jagung bakar, mi instan hangat, dan aneka mainan anak. Pendapatan mereka, menurut sejumlah pelaku usaha yang ditemui Lurusin.com, meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

Meski demikian, kepadatan arus lalu lintas menuju Puncak masih menjadi tantangan klasik. Laporan media kami sebelumnya menyebutkan bahwa jalur utama Puncak sering kali tersendat akibat volume kendaraan yang tinggi. Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan setempat masih memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah pada jam tertentu guna mengurai kemacetan.

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengimbau wisatawan untuk memantau perkembangan situasi lalu lintas melalui kanal resmi atau media sebelum berangkat. Masyarakat juga diharapkan tetap mematuhi protokol keamanan dan kebersihan, serta menjaga ketertiban selama berwisata.

PHRI Kabupaten Bogor optimistis tren positif ini akan berlangsung hingga akhir masa libur sekolah pada pekan depan. Mereka mendorong para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas, agar wisatawan merasa nyaman dan kembali berkunjung pada libur panjang berikutnya.

Dengan potensi wisata yang melimpah, Puncak Bogor diprediksi tetap menjadi primadona saat momen libur sekolah, akhir pekan panjang, maupun hari besar keagamaan yang akan datang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User