Menteri PU Sebut Pembangunan Sekolah Rakyat Komitmen Pemerintah Perkuat SDM

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan sekolah rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat

Jul 15, 2026 - 18:08
0 0
Menteri PU Sebut Pembangunan Sekolah Rakyat Komitmen Pemerintah Perkuat SDM

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan sekolah rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Dalam keterangannya di Jakarta, Dody menyebut program ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas yang berdaya saing.

“Pembangunan sekolah rakyat ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak bangsa mendapatkan akses pendidikan yang layak, tanpa terkecuali,” ujar Dody. Pernyataan tersebut menegaskan keseriusan pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan dasar yang merata, terutama bagi masyarakat kurang mampu di berbagai pelosok tanah air.

Latar Belakang dan Tujuan Sekolah Rakyat

Konsep sekolah rakyat dirancang sebagai jawaban atas masih tingginya angka putus sekolah dan kesenjangan akses pendidikan di daerah terpencil. Berbeda dengan sekolah reguler, sekolah rakyat akan menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, pekerja informal, dan komunitas marginal yang selama ini kesulitan menjangkau layanan pendidikan formal. Dengan kurikulum yang disesuaikan dengan potensi lokal dan bebas biaya, sekolah ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan melalui jalur peningkatan kapasitas SDM.

“Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi juga menyusun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik,” tegas Dody.

Program ini selaras dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan manusia sebagai pusat perubahan. Melalui kolaborasi antara Kementerian PU, Kementerian Pendidikan, dan pemerintah daerah, sekolah rakyat akan dilengkapi sarana penunjang seperti perpustakaan, laboratorium komputer sederhana, serta ruang bermain dan olahraga. Bahkan, di beberapa titik, sekolah akan mengintegrasikan pembelajaran keterampilan vokasi dasar seperti tata boga, pertanian, dan kerajinan tangan agar lulusan memiliki bekal siap kerja.

Dukungan Infrastruktur dan Target Pembangunan

Kementerian PU telah menyiapkan sejumlah paket pembangunan fisik yang tersebar di 15 provinsi prioritas. Masing-masing unit sekolah dirancang tahan gempa, ramah lingkungan, dan memanfaatkan material lokal guna menekan biaya konstruksi serta memberdayakan ekonomi setempat. Berikut adalah poin utama pembangunan yang diusung:

  • Lokasi strategis: Dibangun di kawasan padat penduduk miskin dan daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal).
  • Konsep hijau: Menggunakan pencahayaan alami, sistem panen air hujan, dan energi surya untuk operasional.
  • Desain inklusif: Akses difabel di setiap lantai, toilet ramah anak, dan ruang laktasi bagi ibu menyusui.
  • Fasilitas digital: Tiap sekolah dibekali akses internet satelit untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
  • Ketahanan bencana: Struktur bangunan mengacu pada standar SNI terbaru untuk ketahanan gempa dan banjir.

Pemerintah menargetkan 500 unit sekolah rakyat berdiri dalam kurun waktu tiga tahun. Tahap pertama sebanyak 100 unit diproyeksikan rampung pada akhir 2027 dan langsung dioperasikan secara bertahap. Kementerian PU memastikan bahwa proses lelang dan konstruksi dilakukan secara transparan dengan melibatkan kontraktor lokal berpengalaman.

Harapan Pemerintah dan Dampak Sosial

Dody menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Ia mendorong tokoh agama, pemuda, dan lembaga swadaya untuk turut mengawasi pembangunan serta menjadi motor penggerak agar anak-anak di lingkungannya mau bersekolah. “Tanpa dukungan semua pihak, gedung secanggih apa pun tidak akan berarti jika tidak diisi oleh semangat belajar,” kata Dody.

Secara ekonomi, kehadiran sekolah rakyat diprediksi memberikan efek berganda. Penyerapan tenaga kerja lokal saat konstruksi, peningkatan konsumsi rumah tangga guru dan staf, hingga potensi lahirnya wirausaha muda dari lulusan yang mendapat pelatihan keterampilan. Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas SDM yang merata akan menjadi fondasi kokoh bagi Indonesia untuk lepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah.

Namun, tantangan tetap membayangi. Ketersediaan tenaga pengajar, akses bahan ajar yang relevan dengan kondisi lokal, serta dukungan operasional pasca-pembangunan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Pemerintah mengklaim telah menyiapkan skema rekrutmen guru dengan penempatan khusus, termasuk insentif tambahan bagi yang bersedia mengabdi di pedalaman. Sementara itu, pengelolaan sekolah akan dikawal oleh komite independen yang melibatkan perwakilan orang tua murid guna menjaga akuntabilitas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User