Kemenpar: Destinasi Wisata Petualangan Indonesia Unggul dan Berdaya Saing Global
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa destinasi wisata petualangan di Indonesia kini semakin diakui keunggulannya di kancah global. Pelaksana
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa destinasi wisata petualangan di Indonesia kini semakin diakui keunggulannya di kancah global. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, Hafiz Agung, menyampaikan bahwa kekayaan alam yang melimpah serta keragaman bentang alam nusantara menjadi modal utama yang belum tergantikan.
“Destinasi petualangan kita, dari laut hingga gunung, mendapat penilaian sangat tinggi dari para pelaku wisata dunia. Bukan hanya dari sisi keindahan, tapi juga dari aspek aksesibilitas dan varian aktivitas yang bisa dilakukan,” ujar Hafiz Agung dalam temu media di Jakarta, Selasa (15/7).
Pernyataan itu merespons hasil survei terbaru dari Asosiasi Wisata Petualangan Asia Pasifik yang menempatkan Indonesia di peringkat teratas untuk kategori best adventure value pada 2026. Survei tersebut mencatat tiga indikator kunci: keunikan lanskap, tingkat tantangan, dan keberlanjutan produk wisata. Indonesia bahkan unggul dari Thailand dan Selandia Baru dalam hal variasi aktivitas berbasis alam.
Surga Aktivitas Tanpa Batas
Menurut Hafiz, petualangan di Indonesia mencakup spektrum yang sangat luas. Mulai dari selam kelas dunia di Raja Ampat, jelajah gua di Maros, pendakian gunung api aktif seperti Rinjani dan Bromo, hingga arung jeram di Sungai Citarik yang telah dikenal di kalangan atlet internasional.
“Wisatawan kini menginginkan pengalaman yang autentik dan tidak instan. Mereka butuh cerita, butuh tantangan fisik, dan interaksi dengan alam yang tidak bisa ditemukan di kota besar. Indonesia menyediakan semua itu dalam satu paket,” tambahnya.
Data Kemenpar menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara yang secara spesifik datang untuk aktivitas petualangan meningkat 18,5% sepanjang semester pertama 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Segmen ini juga tercatat memiliki rata-rata durasi tinggal lebih panjang, yaitu 9-14 hari, serta tingkat pengeluaran lebih tinggi hingga 40% dibandingkan wisatawan massal.
Keunggulan yang Terukur
Selain dari sisi permintaan, penilaian keunggulan juga datang dari para operator wisata global. Dalam ajang World Adventure Travel Awards 2026, tiga dari lima nominasi destinasi petualangan terbaik jatuh pada kawasan Indonesia: Kepulauan Komodo untuk kategori wildlife encounter, Kalimantan untuk jungle expedition, dan Papua untuk hidden paradise.
Hafiz menjelaskan, pengakuan ini tak lepas dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam membenahi infrastruktur pendukung. Akses penerbangan ke titik-titik petualangan seperti Labuan Bajo, Sorong, dan Palu kini semakin terbuka. Selain itu, regulasi
keselamatan dan standar pelayanan adventure tourism diperbarui guna memastikan keamanan wisatawan dan kelestarian alam.
Tantangan yang Disulap Jadi Peluang
Meski optimistis, Hafiz mengakui masih ada pekerjaan rumah. Beberapa di antaranya adalah kesenjangan kualitas SDM lokal di daerah terpencil, isu sampah di jalur pendakian, serta perlunya konsistensi sertifikasi pemandu.
“Kami tidak ingin menang secara kuantitas tetapi mengorbankan kualitas dan lingkungan. Karena itu, program pelatihan pemandu berbasis komunitas terus kami gencarkan, termasuk kolaborasi dengan organisasi internasional untuk standarisasi,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret adalah peluncuran pelatihan Eco-Adventure Guide yang telah menjangkau 20 kabupaten/kota prioritas pada 2026. Selain itu, Kemenpar juga mendorong sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) yang kini menjadi syarat wajib bagi operator wisata petualangan.
Proyeksi ke Depan
Ke depan, pemerintah berambisi menjadikan Indonesia sebagai pusat wisata petualangan dunia. Rencana pengembangan lima destinasi super prioritas juga turut diselaraskan dengan konsep adventure hub yang menyediakan paket lengkap dari eksplorasi alam hingga pengalaman budaya.
“Kita bukan hanya menjual pemandangan. Kita menjual transformasi diri melalui petualangan. Dan itulah yang akan terus menjadi narasi utama kita di pasar global,” pungkas Hafiz.
Comments (0)