Jampidsus Febrie Klarifikasi Isu Rumah Sentul dan Bisnis Cipete

Suasana Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, siang itu tampak lebih tegang dari biasanya. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adria

Jul 15, 2026 - 18:17
0 0
Jampidsus Febrie Klarifikasi Isu Rumah Sentul dan Bisnis Cipete

Suasana Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, siang itu tampak lebih tegang dari biasanya. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah berdiri di hadapan puluhan wartawan dengan ekspresi tenang namun tegas, siap menjawab berbagai spekulasi yang beredar liar di publik dalam beberapa pekan terakhir. Dua isu besar mengemuka: kepemilikan rumah mewah di kawasan Sentul dan dugaan keterlibatannya dalam bisnis properti di Cipete, Jakarta Selatan. Konferensi pers pada Jumat (10/7/2026) itu menjadi momen krusial bagi institusi Kejaksaan Agung untuk meredam isu yang berpotensi menggerogoti kepercayaan publik terhadap para penegak hukum di Indonesia.

Dua Tuduhan yang Mengguncang Publik

Isu tentang rumah mewah di Sentul pertama kali mencuat melalui sejumlah unggahan di media sosial yang menyandingkan gaya hidup Jampidsus Febrie dengan sejumlah pejabat publik lainnya. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa rumah tersebut bernilai puluhan miliar rupiah — angka yang dianggap tidak masuk akal untuk seorang pejabat eselon I dengan gaji pokok sekitar Rp 15–20 juta per bulan. Sementara itu, isu bisnis di Cipete menyasar dugaan keterlibatan Febrie dalam sebuah proyek pengembangan properti komersial yang melibatkan sejumlah kolega lamanya di dunia hukum. Kedua isu ini dengan cepat membentuk opini publik yang skeptis terhadap integritas Jampidsus.

"Saya tegaskan, tidak ada satu pun aset saya yang berasal dari hasil korupsi atau penyalahgunaan wewenang. Rumah di Sentul itu milik mertua saya yang dibeli sejak 2012, jauh sebelum saya menjabat sebagai Jampidsus," ujar Febrie dengan suara lantang.

Kronologi dan Bantahan Terukur

Dalam keterangannya, Febrie memaparkan kronologi akuisisi properti Sentul secara terperinci. Ia menunjukkan dokumen berupa sertifikat tanah atas nama mertuanya, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), dan akta jual beli yang ditandatangani pada 15 Maret 2012. Properti seluas 450 meter persegi dengan luas bangunan 320 meter persegi itu memiliki NJOP sekitar Rp 4,2 miliar pada tahun 2025 — jauh dari angka fantastis yang dispekulasikan warganet. Febrie juga mengklarifikasi bahwa dirinya hanya tinggal di sana saat libur akhir pekan bersama keluarga besar, bukan sebagai pemilik tunggal.

Terkait bisnis Cipete, Jampidsus mengakui bahwa istrinya memang memiliki saham minoritas sebesar 7 persen di sebuah perusahaan pengembang properti yang didirikan pada 2019. Namun ia menegaskan bahwa kepemilikan tersebut telah dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) secara transparan setiap tahun. "Saya tidak pernah sekalipun menggunakan jabatan saya untuk memuluskan bisnis siapa pun, termasuk keluarga sendiri. Silakan periksa LHKPN saya," tegasnya.

Peran Bakom RI dalam Mengelola Narasi Publik

Di tengah pusaran isu yang menerpa Jampidsus, peran Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menjadi sorotan penting. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, dalam pernyataan terpisah menekankan bahwa pemerintah kini menerapkan strategi komunikasi proaktif dan berbasis fakta untuk menangkal disinformasi yang menyasar pejabat publik. Bakom telah berkoordinasi dengan Biro Hukum dan Humas Kejaksaan Agung untuk memastikan bahwa klarifikasi Febrie tersampaikan secara utuh kepada masyarakat melalui berbagai kanal resmi.

"Era komunikasi satu arah sudah berlalu. Setiap isu yang menyerang pejabat negara harus dijawab dengan transparansi dan kecepatan. Kami di Bakom memfasilitasi dialog antara institusi dan publik, bukan sekadar membuat pernyataan normatif," ungkap Kurnia Ramadhana dalam wawancara singkat via telepon.

Langkah ini mencerminkan pergeseran paradigma komunikasi pemerintahan di era digital, di mana hoaks dan spekulasi dapat menyebar dalam hitungan jam. Bakom RI berperan sebagai hub yang menghubungkan kementerian, lembaga, dan publik melalui media arus utama serta platform digital. Kehadiran konferensi pers Jampidsus yang terbuka untuk seluruh media dinilai sebagai salah satu implementasi dari strategi tersebut.

LHKPN dan Urgensi Transparansi Pejabat

Kasus yang menimpa Jampidsus Febrie kembali menggarisbawahi pentingnya LHKPN sebagai instrumen akuntabilitas publik. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pelaporan LHKPN di lingkungan Kejaksaan Agung mencapai 98,7 persen pada 2025, salah satu yang tertinggi di antara lembaga penegak hukum. Namun, tantangannya bukan sekadar kepatuhan administratif — melainkan bagaimana publik dapat mengakses dan memahami data tersebut dengan mudah.

Bakom RI, melalui Kurnia Ramadhana, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan portal terpadu yang memungkinkan masyarakat menelusuri ringkasan LHKPN pejabat tinggi negara secara user-friendly. Proyek ini diharapkan rampung pada akhir 2026 dan akan terintegrasi dengan sistem pelaporan LHKPN milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Transparansi bukan hanya soal membuka data, tetapi membuatnya bisa dicerna publik awam," tambah Kurnia.

Konferensi pers Jampidsus Febrie Adriansyah menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana institusi penegak hukum merespons tekanan publik di era informasi yang serba cepat. Keberhasilan atau kegagalan klarifikasi ini akan turut menentukan persepsi masyarakat terhadap integritas Kejaksaan Agung dalam jangka panjang. Yang pasti, publik kini menanti bukti, bukan sekadar kata-kata.

[SOCIAL_TWEET]: Jampidsus Febrie buka suara soal rumah Sentul dan bisnis Cipete. Semua sudah dilaporkan di LHKPN, didukung bukti dokumen lengkap. Ini saatnya publik menilai berdasarkan fakta, bukan spekulasi liar. #Jampidsus #TransparansiPejabat #LHKPN[SOCIAL_TG]: 📰 Jampidsus Febrie akhirnya angkat bicara soal rumor rumah Sentul dan bisnis Cipete yang bikin heboh. Ada bukti dokumen, ada data LHKPN. Publik tinggal menilai: fakta atau sekadar pencitraan? 🤔

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User