Menkop Ferry Juliantono Pimpin Puncak Hari Koperasi ke-79

Rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 mencapai puncaknya dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Jakarta Convention Center, Senin (12/7/2026

Jul 13, 2026 - 07:14
0 0
Menkop Ferry Juliantono Pimpin Puncak Hari Koperasi ke-79

Rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 mencapai puncaknya dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Jakarta Convention Center, Senin (12/7/2026). Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono hadir langsung memimpin seremoni, didampingi jajaran kementerian, para pelaku koperasi dari seluruh penjuru tanah air, serta perwakilan koperasi internasional. Suasana penuh semangat gotong royong begitu terasa ketika ribuan anggota koperasi serentak menyanyikan lagu kebangsaan, menandai tonggak sejarah baru gerakan koperasi Indonesia memasuki usia ke-79.

Dalam pidatonya, Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar entitas ekonomi, melainkan roh perjuangan ekonomi kerakyatan yang harus terus dirawat. "Koperasi adalah bukti bahwa kita bisa besar bersama. Usia 79 tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi agar koperasi naik kelas, dari sekadar bertahan menjadi pelaku utama ekonomi nasional," ujar Ferry dengan nada optimistis. Ia menyoroti tiga pilar utama: penguatan tata kelola, percepatan digitalisasi, dan perluasan akses pasar global.

Pidato Inspiratif dan Sorotan Kinerja

Ferry memaparkan capaian sektor koperasi yang terus menunjukkan tren positif. Data Kementerian Koperasi per Juni 2026 mencatat jumlah koperasi aktif mencapai 123.000 unit dengan total anggota lebih dari 200 juta orang. Volume usaha koperasi ditaksir menembus Rp 2.100 triliun, atau setara dengan 5,5% Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat dari 5,2% pada tahun sebelumnya, mencerminkan resiliensi koperasi di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. "Kenaikan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa koperasi semakin dipercaya masyarakat," tegasnya.

“Koperasi yang sehat dan modern adalah jawaban atas kesenjangan ekonomi. Kita tidak boleh berpuas diri. Target kita, pada 2029 kontribusi koperasi terhadap PDB minimal 7% dan menciptakan 5 juta wirausaha baru berbasis koperasi.”
— Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Puncak Hari Koperasi ke-79

Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah menggencarkan program Koperasi Maju Digital (Komando) yang telah menjangkau 25.000 koperasi di 34 provinsi. Program ini mencakup adopsi platform point-of-sale terpadu, sistem akuntansi berbasis cloud, serta integrasi dengan marketplace nasional. Tahun ini, Kementerian Koperasi mengalokasikan anggaran Rp 1,8 triliun untuk infrastruktur digital dan pelatihan literasi digital bagi pengurus koperasi.

Transformasi Digital dan Pasar Ekspor

Salah satu pengumuman penting dalam puncak perayaan adalah peluncuran Koperasi Global Hub (KGH), pusat logistik dan pemasaran bersama yang menghubungkan 500 koperasi sektor riil dengan jaringan ekspor ke Eropa, Timur Tengah, dan Asia Pasifik. Menkop menjelaskan bahwa selama ini produk koperasi unggulan seperti kopi, kerajinan tangan, dan rempah-rempah sering terkendala akses pasar global. KGH hadir untuk memutus rantai panjang distribusi sehingga petani dan pengrajin mendapat porsi harga yang lebih adil. "Kita ingin kopi dari koperasi petani di Gayo, rempah dari petani Maluku, atau batik tulis dari koperasi di Pekalongan bisa langsung dinikmati konsumen di Berlin atau Dubai," tutur Ferry disambut aplaus.

Senada dengan itu, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang turut hadir, menekankan pentingnya sinergi antarkoperasi. "Era koperasi berdiri sendiri sudah lewat. Kini kita harus berjejaring, berbagi infrastruktur digital dan logistik, sehingga tercipta skala ekonomi yang kompetitif," ungkapnya. Pernyataan ini diamini oleh para penggerak koperasi muda yang selama ini mendorong model bisnis berbasis platform.

Tantangan dan Solusi ke Depan

Meski optimisme tinggi, Ferry tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan. Tingkat profesionalisme sumber daya manusia pengelola koperasi masih timpang, terutama di daerah terpencil. Selain itu, banyak koperasi simpan pinjam yang terjebak praktik tidak sehat, merugikan anggota. Untuk itu, Kementerian memperketat pengawasan melalui Sistem Informasi Pengawasan Koperasi (Simpako) berbasis AI yang mampu mendeteksi indikasi penyimpangan keuangan secara real-time. "Koperasi nakal akan kami tindak tegas, termasuk mencabut izin dan memproses secara hukum," tegas Ferry.

Para pelaku koperasi juga diberikan penghargaan dalam ajang Koperasi Nusantara Award 2026 yang dibagi dalam kategori inovasi digital, pemberdayaan perempuan, koperasi hijau, dan kontribusi ekspor. Koperasi Wanita "Mekar Sari" dari Klaten, misalnya, menyabet penghargaan berkat inovasinya mengelola limbah tekstil menjadi produk fesyen ekspor. Hal ini menjadi bukti bahwa koperasi bisa menjadi motor ekonomi berkelanjutan.

Menjelang penutupan, seluruh peserta melakukan deklarasi "79 Koperasi Tangguh, Indonesia Maju" yang berisi komitmen bersama untuk mempercepat transformasi dan memperkuat solidaritas. Kamera drone menangkap momen formasi ribuan peserta yang membentuk logo koperasi raksasa di pelataran, diiringi gemuruh yel-yel yang membahana. "Inilah kekuatan kolektif kita. Dari Sabang sampai Merauke, kita bersaudara dalam koperasi," seru Menkop menutup acara.

[SOCIAL_TWEET]: Menkop Ferry Juliantono pimpin puncak Hari Koperasi ke-79. Kontribusi koperasi tembus 5,5% PDB & target 7% di 2029. Saatnya koperasi naik kelas! #KoperasiMaju #HariKoperasi79 #EkonomiKerakyatan[SOCIAL_TG]: 🇮🇩 Puncak Hari Koperasi ke-79: Menkop Ferry targetkan kontribusi koperasi 7% PDB. Digitalisasi makin digencarkan, pasar ekspor dibuka lewat Koperasi Global Hub. Keren! 🚀

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User