Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kenang Jasa Soeharto Lewat Beasiswa Supersemar dan SD Inpres
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan penghormatan mendalam kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, atas kontribusinya yang besar dalam upaya mencerd
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan penghormatan mendalam kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, atas kontribusinya yang besar dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Penghormatan itu disampaikan dalam acara pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) untuk pembuatan sketsa Soeharto terbanyak. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati ulang tahun ke-105 Soeharto ini berlangsung di Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutannya, Mu’ti secara khusus menyoroti dua program legendaris yang dicanangkan semasa kepemimpinan Soeharto, yakni Beasiswa Supersemar dan pembangunan Sekolah Dasar Instruksi Presiden (SD Inpres). Kedua program ini dinilai telah menjadi fondasi penting dalam perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tanah air, khususnya bagi kalangan masyarakat yang kurang mampu. Program SD Inpres, yang gencar dibangun di berbagai pelosok desa pada era 1970-an, berhasil meningkatkan angka partisipasi sekolah secara signifikan dan meletakkan dasar infrastruktur pendidikan dasar nasional. Sementara itu, Beasiswa Supersemar hadir sebagai jembatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.
Warisan Pendidikan yang Membekas
Lebih jauh, Mu’ti tidak hanya mengenang program tersebut sebagai sebuah kebijakan negara, tetapi juga berbagi cerita personalnya sebagai salah satu penerima manfaat langsung. Dirinya mengaku bahwa beasiswa yang kini dikenangnya itu bukan sekadar bantuan finansial, melainkan sebuah berkah luar biasa yang mengubah jalan hidupnya. Ia menggambarkan bagaimana Beasiswa Supersemar pada masa kejayaannya merupakan simbol pencapaian akademis yang bergengsi dan sangat didambakan oleh para mahasiswa.
“Saya adalah salah satu dari mungkin sekian juta anak Indonesia yang mendapatkan rahmat atau mendapatkan berkah dari jasa-jasa Pak Harto. Saya adalah salah satu penerima Beasiswa Supersemar. Sebuah beasiswa yang pada masa kuliah sangat prestisius, dan hanya beberapa mahasiswa saja yang dapat menerima Beasiswa Supersemar itu,” ujar Mu’ti dalam sambutannya.
Pengakuan ini menegaskan bahwa dampak dari kebijakan pendidikan yang digagas Soeharto tidak hanya terasa secara kuantitatif melalui data dan statistik, tetapi juga menyentuh kehidupan individu-individu yang kelak turut membangun negeri. Acara yang memadukan unsur penghormatan sejarah dan seni melalui sketsa wajah tersebut menjadi refleksi atas panjangnya perjalanan pendidikan Indonesia yang tak lepas dari peran para pemimpinnya. Demikian disampaikan dalam laporan media kami, Lurusin.com, yang meliput langsung rangkaian peringatan di Jakarta Selatan.
Comments (0)